Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Kimpul dan Talas Itu Sama?

Apakah Kimpul dan Talas Itu Sama?
Potret kimpul (unsplash.com/Daniel Dan)
Intinya Sih
  • Kimpul viral di media sosial setelah diolah menjadi hidangan kekinian, memicu pertanyaan tentang perbedaannya dengan talas.
  • Kimpul adalah Xanthosoma sagittifolium, sedangkan talas Colocasia esculenta; keduanya satu keluarga Araceae, tetapi bentuk umbi, warna kulit, dan dagingnya berbeda.
  • Kimpul lebih lembut, netral, dan cocok untuk pengganti kentang; talas lebih padat, manis beraroma khas, serta sering diolah menjadi keripik, kue, atau kolak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Belum lama ini, media sosial dipenuhi berbagai kreasi makanan berbahan dasar kimpul. Umbi lokal yang selama ini jarang dilirik tersebut mendadak viral setelah seorang kreator TikTok asal Bantul @blac.ksheep8208 mengolahnya menjadi aneka hidangan kekinian, seperti mashed potato, potato au gratin, arancini, hingga dumpling lasagna.

Kreativitas tersebut sukses menarik perhatian jutaan warganet dan bahkan membuat istilah "kimpul" sempat menjadi trending topic di X. Di tengah ramainya perbincangan itu, banyak orang justru bertanya-tanya apakah kimpul sama dengan talas.

Keduanya memang sama-sama merupakan umbi-umbian lokal, tetapi sebenarnya memiliki sejumlah perbedaan yang cukup mencolok. Penasaran apa saja perbedaan kimpul dan talas? Simak ulasannya di bawah ini!

1. Berasal dari spesies yang berbeda

Sekilas, kimpul dan talas memang tampak serupa karena sama-sama termasuk kelompok tanaman talas-talasan (Araceae). Namun, keduanya berasal dari spesies yang berbeda.

Kimpul memiliki nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium, sedangkan talas berasal dari spesies Colocasia esculenta. Perbedaan ini membuat karakter pertumbuhan, bentuk daun, hingga umbinya juga tidak sepenuhnya sama, meskipun masih berada dalam satu keluarga tanaman.

2. Bentuk umbinya memiliki ciri khas masing-masing

Perbedaan paling mudah terlihat ada pada bentuk umbinya. Kimpul umumnya berbentuk bulat atau agak lonjong dengan ukuran yang relatif lebih besar. Kulitnya berwarna cokelat muda dan memiliki permukaan yang sedikit kasar.

Sementara itu, talas cenderung berbentuk lebih memanjang dengan kulit berwarna cokelat tua yang dipenuhi serabut halus. Daging talas juga lebih sering memiliki bintik-bintik atau serat berwarna ungu, sedangkan daging kimpul umumnya berwarna putih hingga krem dengan sedikit semburat keunguan.

3. Tekstur setelah dimasak tidak sama

Potret talas
Potret talas (pexels.com/Abdus Salam)

Meski sama-sama mengandung pati, tekstur keduanya cukup berbeda setelah diolah. Kimpul memiliki tekstur yang lebih lembut, empuk, dan sedikit lengket, sehingga cocok dijadikan pengganti kentang dalam berbagai hidangan modern, seperti mashed kimpul, kroket, atau sup.

Di sisi lain, talas memiliki tekstur yang lebih padat, sedikit bertepung, dan terasa lebih kering. Nah, karena karakteristik tersebut, talas lebih sering diolah menjadi keripik, bolu, kolak, bubur, maupun aneka kue tradisional.

4. Rasa dan aroma juga berbeda

Kimpul memiliki cita rasa yang relatif ringan dan netral dengan sedikit sentuhan gurih. Karakter ini membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai jenis bumbu, baik untuk masakan gurih maupun camilan.

Sementara itu, talas memiliki aroma yang lebih khas dan rasa yang sedikit lebih manis. Aroma inilah yang membuat talas mudah dikenali, bahkan setelah diolah menjadi berbagai makanan.

5. Kandungan gizi keduanya sama-sama baik

Kimpul maupun talas merupakan sumber karbohidrat kompleks yang dapat menjadi alternatif pengganti nasi atau kentang. Keduanya juga mengandung serat, vitamin C, vitamin B, kalium, magnesium, dan berbagai mineral lain yang baik bagi tubuh.

Soal kandungan pati, talas umumnya sedikit lebih tinggi. Sedangkan, soal tekstur, kimpul jauh lebih ringan, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar berbagai kreasi makanan modern. Apa pun pilihannya, kedua umbi lokal ini sama-sama layak dijadikan bagian dari pola makan yang beragam dan bergizi.

Jadi, kimpul dan talas bukanlah tanaman yang sama, meskipun keduanya masih berkerabat dekat. Perbedaan spesies membuat bentuk, tekstur, rasa, hingga pemanfaatannya di dapur menjadi berbeda. Mengenali karakter masing-masing umbi juga akan memudahkanmu memilih bahan yang paling sesuai untuk berbagai jenis masakan. Jadi, sekarang kamu sudah tahu, kan, beda keduanya?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More