Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Jajanan Manis Kaki Lima Terbaik di Indonesia Versi TasteAtlas
Potret pisang goreng (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)
  • TasteAtlas memasukkan delapan jajanan manis kaki lima Indonesia dalam daftar Best Indonesian Street Food Sweets berdasarkan rating dan ulasan penggunanya.
  • Daftar tersebut meliputi pisang goreng, odading, serabi, kue putu, kue ape, getuk, nagasari, dan laklak dari berbagai daerah.
  • Jajanan terpilih menampilkan bahan dan teknik beragam, seperti tepung beras, santan, pisang, singkong, gula aren, serta proses goreng, kukus, dan panggang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kuliner tradisional Indonesia terkenal dengan ragam rasa dan bentuknya. Mulai dari gorengan, kue basah, hingga jajanan pasar berbahan tepung, semuanya mudah ditemukan di berbagai daerah.

Kali ini, beberapa jajanan manis kaki lima Indonesia masuk dalam daftar Best Indonesian Street Food Sweets versi TasteAtlas, salah satu platform kuliner dunia. Daftar tersebut disusun berdasarkan penilaian para pengguna TasteAtlas melalui sistem rating dan ulasan.

Jajanan yang masuk daftar pun berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Penasaran apa saja jajanan manis Indonesia yang masuk daftar tersebut? Simak selengkapnya berikut ini!

1. Pisang goreng

Potret pisang goreng (vecteezy.com/vhy_phit)

Pisang goreng menjadi salah satu jajanan kaki lima yang mudah ditemukan di berbagai daerah Indonesia. Potongan pisang dibalut adonan tepung, kemudian digoreng hingga bagian luarnya berwarna keemasan dan renyah.

Jajanan ini memiliki banyak variasi di tiap daerah. Misalnya, di Bali dikenal dengan nama godoh biu, sedangkan di Jawa disebut gedhang goreng. Pisang goreng juga bisa disajikan dengan taburan gula dan kayu manis, cokelat, selai, hingga es krim.

2. Odading

Potret odading tape singkong (freepik.com/ KamranAydinov)

Odading merupakan jajanan manis khas Bandung yang terbuat dari adonan berbasis ragi, gula, susu, dan terkadang telur. Adonan dibentuk kotak atau persegi panjang, lalu digoreng hingga mengembang dan berwarna cokelat keemasan.

Teksturnya empuk dan ringan di bagian dalam dengan permukaan yang sedikit renyah. Biasanya, odading disantap sebagai camilan atau sarapan dan mudah ditemukan di pedagang kaki lima maupun toko kecil di Bandung.

3. Serabi

Potret serabi (pexels.com/Anton Tezar)

Serabi merupakan pancake tradisional Indonesia yang umumnya dibuat dari tepung beras dan santan. Jajanan ini dikenal di berbagai daerah di Jawa, terutama Bandung dan Solo.

Serabi hadir dalam versi manis maupun gurih. Untuk varian manis, serabi biasanya disajikan dengan kuah kinca atau tambahan seperti gula, pisang, nangka, kacang, hingga cokelat. Saat ini, ada pula berbagai kreasi modern serabi dengan topping yang lebih beragam.

4. Kue putu

Potret kue putu (unsplash.com/kyrhmt)

Kue putu merupakan jajanan kukus yang identik dengan warna hijau, aroma pandan, serta isian gula aren. Adonan berbahan tepung ketan dimasukkan ke dalam cetakan bambu, kemudian dikukus hingga matang. Setelah matang, kue putu biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut. Suara uap dari cetakan bambu dan aroma pandan yang khas juga menjadi bagian dari pengalaman membeli jajanan ini dari pedagang kaki lima.

5. Kue ape

Kue ape (commons.wikimedia.org/Asian Food Network)

Kue ape merupakan jajanan khas Jakarta yang dikenal dengan bentuk bulat dan tekstur yang kontras. Bagian tengahnya tebal, lembut, dan sedikit kenyal. Sedangkan bagian pinggirnya tipis dan renyah. Adonan kue ape umumnya dibuat dari tepung beras, tepung terigu, gula, santan, dan tambahan pandan. Adonan kemudian dimasak di dalam wajan kecil berbentuk cekung hingga bagian tengahnya mengembang.

6. Getuk

Potret getuk lindri (pexels.com/Riki Risnandar)

Getuk merupakan jajanan tradisional berbahan dasar singkong yang direbus, dihaluskan, kemudian diberi gula dan pewarna. Setelah itu, getuk dibentuk menjadi potongan dan biasanya disajikan bersama kelapa parut.

Salah satu jenis yang populer adalah getuk lindri. Bentuknya berupa potongan kecil dengan tekstur lembut dan warna pastel seperti merah muda, hijau, kuning, atau cokelat.

Ada pula getuk uli yang dibuat dengan tambahan beras ketan dan santan, sehingga teksturnya lebih padat dan kenyal. Getuk banyak ditemukan di pasar tradisional dan menjadi bagian dari jajanan pasar, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

7. Nagasari

Potret nagasari (commons.wikimedia.org/bolakeluarga)

Nagasari merupakan kue basah yang terbuat dari tepung beras, santan, dan gula yang berisi potongan pisang matang. Adonan tersebut dibungkus menggunakan daun pisang, lalu dikukus hingga matang.

Hasilnya berupa kue dengan tekstur lembut dan sedikit kenyal. Aroma daun pisang berpadu dengan rasa manis dari adonan serta pisang di bagian tengahnya.

Nagasari banyak ditemukan di pasar tradisional dan sering disajikan dalam berbagai acara keluarga maupun perayaan. Bungkus daun pisang juga membuat aromanya semakin khas.

8. Laklak

Laklak merupakan kue tradisional khas Bali yang berbentuk bulat kecil. Umumnya berwarna hijau, karena menggunakan pandan di dalamnya. Jajanan ini dibuat dari tepung beras dan santan, kemudian dimasak dalam cetakan kecil hingga menghasilkan tekstur lembut dan sedikit kenyal.

Laklak biasanya disajikan dengan kelapa parut dan sirup gula aren. Permukaannya yang berpori membuat saus manis mudah meresap ke dalam kue.

Jajanan ini bisa ditemukan di pasar tradisional Bali, acara keluarga, hingga berbagai kegiatan adat. Laklak juga kerap disajikan dalam kondisi hangat sebagai camilan pagi atau sore.

Demikian beberapa jajanan manis kaki lima terbaik Indonesia versi TasteAtlas 2026. Daftar ini menunjukkan betapa beragamnya jajanan manis khas Indonesia. Kalau kamu harus memilih satu, jajanan mana yang paling pengin kamu coba?

Curated For You

Editorial Team

Related Article