9 Jenis Minyak Goreng untuk Memasak, Ciri-ciri dan Kandungannya!

- Minyak kelapa sawit paling umum digunakan di Indonesia, memiliki titik asap tinggi dan kandungan lemak jenuh serta vitamin E.
- Minyak kelapa memiliki aroma kuat dan tekstur yang bisa mengeras, kaya akan asam laurat dan lemak jenuh rantai sedang.
- Minyak zaitun populer dalam masakan Mediterania, tinggi antioksidan dan baik untuk diet, dengan harga cukup tinggi.
Minyak goreng adalah bahan pokok yang wajib dimiliki oleh setiap rumah untuk memasak. Beberapa orang mungkin hanya mengenali satu jenis minyak goreng saja, karena sudah digunakan secara turun temurun. Akhir-akhir ini ada issue minyak goreng palsu yang beredar di masyarakat.
Bagi sebagian orang awam, perbedaan minyak goreng asli dan palsu tidak begitu signifikan sehingga tidak begitu terasa dampaknya. Nah, untuk menghindari ketidaktahuan tentang minyak goreng, kamu perlu simak jenis-jenis minyak goreng yang umum dipakai untuk memasak.
1. Minyak Kelapa Sawit

Minyak kelapa sawit adalah jenis minyak goreng yang paling umum digunakan di Indonesia. Berwarna kuning keemasan, minyak ini memiliki titik asap tinggi sehingga cocok untuk menggoreng dalam suhu tinggi. Aromanya netral, dan sering digunakan dalam masakan rumah tangga maupun industri makanan. Ciri khas lainnya adalah mudah mengendap saat dingin, membentuk padatan putih.
Kandungan utama minyak sawit adalah lemak jenuh, terutama asam palmitat, serta vitamin E dan beta-karoten. Karena produksinya melimpah di Indonesia, harganya relatif murah, berkisar antara Rp15.000–Rp20.000 per liter, tergantung merek dan tempat pembelian.
2. Minyak Kelapa (Coconut Oil)

Minyak kelapa dibuat dari ekstraksi daging kelapa tua. Ciri khasnya adalah aroma kelapa yang kuat dan tekstur yang bisa mengeras di suhu ruang. Cocok untuk menggoreng, menumis, dan juga sebagai bahan makanan sehat karena sifat antimikrobanya.
Minyak kelapa kaya akan asam laurat dan lemak jenuh rantai sedang yang mudah dicerna tubuh. Karena sering dijual dalam bentuk virgin (murni), harganya lebih tinggi, sekitar Rp50.000–Rp80.000 per 500 ml tergantung kualitas dan merek.
3. Minyak Zaitun (Olive Oil)

Minyak zaitun dikenal sebagai minyak sehat yang populer dalam masakan Mediterania. Terdapat beberapa jenis seperti extra virgin (untuk salad/dressing), virgin, dan refined (untuk memasak ringan). Warnanya kehijauan hingga kuning terang dan memiliki rasa khas sedikit pahit.
Minyak zaitun punya banyak manfaat untuk kesehatan kulit, meningkatkan fungsi otak, dan baik untuk diet. Minyak ini tinggi antioksidan, asam oleat (lemak tak jenuh tunggal), serta vitamin E dan K. Untuk extra virgin olive oil, harganya cukup tinggi yaitu sekitar Rp100.000–Rp150.000 per 500 ml, sedangkan jenis refined bisa lebih murah.
4. Minyak Jagung (Corn Oil)

Minyak jagung memiliki warna kuning terang dan rasa yang netral. Cocok digunakan untuk menggoreng karena titik asapnya tinggi. Selain itu, minyak ini juga tidak mudah mengubah rasa makanan. Minyak jagung juga mampu menurunkan kadar kolestrol jahat sehingga jadi pilihan yang baik untuk diet.
Kandungan utama dalam minyak jagung adalah asam lemak tak jenuh ganda, terutama omega-6 dan vitamin E. Karena proses pembuatannya lebih mahal dibanding minyak sawit, harganya berkisar antara Rp40.000–Rp60.000 per liter.
5. Minyak Kanola (Canola Oil)

Minyak canola berasal dari biji tanaman canola, sejenis rapeseed. Minyak ini dikenal ringan, tidak berbau, dan berwarna pucat. Cocok untuk menggoreng dan memanggang karena memiliki titik asap yang cukup tinggi. Minyak nabati canola ini dipercaya mampu menjaga kesehatan kulit, menjaga kelembapan kulit, mengurangi kerutan dan mempercepat penyembuhan luka.
Kandungan lemak tak jenuh tunggal dalam minyak ini cukup tinggi, kaya vitamin E dan rendah lemak jenuh. Canola juga mengandung omega-3 yang baik untuk jantung. Di pasaran, harga minyak canola berada di kisaran Rp60.000–Rp90.000 per liter.
6. Minyak Wijen (Sesame Oil)

Minyak wijen berwarna coklat keemasan dan memiliki aroma khas yang kuat. Biasanya digunakan sebagai penambah rasa dalam masakan Asia, bukan untuk menggoreng dalam suhu tinggi karena titik asapnya rendah. Minyak wijen ini kaya manfaat untuk menjaga kesehatan jantung, mengurangi peradangan, meredakan stress dan depresi, serta mencegah kerusakan kulit akibat sinar matahari.
Kandungan dalam minyak wijen meliputi sesamin, sesamolin (antioksidan alami), dan lemak tak jenuh. Karena penggunaannya lebih sebagai flavor enhancer, dijual dalam kemasan kecil dengan harga sekitar Rp30.000–Rp50.000 per 250 ml.
7. Minyak Alpukat (Avocado Oil)

Minyak alpukat memiliki warna hijau pucat dan rasa lembut. Cocok digunakan untuk menumis, menggoreng, maupun sebagai dressing karena memiliki titik asap tinggi dan rasa netral. Minyak alpukat ini jarang ditemui dan kurang populer di Indonesia. Namun, minyak alpukat ini punya banyak manfaat lho.
Beberapa diantaranya, mampu mengurangi gejala radang sendi, menjaga kesehatan mata, mengurangi tanda penuaan, dan mengurangi jerawat. Kandungan lemak tak jenuh tunggalnya sangat tinggi, terutama asam oleat, dan juga mengandung vitamin E dan antioksidan. Harga minyak alpukat cukup mahal, sekitar Rp120.000–Rp180.000 per 250 ml karena produksinya masih terbatas.
8. Minyak Kedelai (Soybean Oil)

Minyak kedelai adalah minyak nabati yang diekstraksi dari biji kedelai. Warna minyak ini biasanya kuning pucat dengan aroma dan rasa yang netral, sehingga cocok untuk berbagai keperluan memasak seperti menumis, menggoreng, hingga bahan campuran saus dan margarin. Titik asapnya cukup tinggi, yakni sekitar 230°C, sehingga stabil untuk memasak pada suhu tinggi.
Minyak kedelai mengandung asam lemak tak jenuh ganda, terutama omega-6 dan omega-3 dalam proporsi yang seimbang. Selain itu, juga terdapat vitamin E dan antioksidan yang baik untuk kesehatan jantung. Karena bahan bakunya banyak dan proses produksinya efisien, harga minyak kedelai tergolong terjangkau, berkisar Rp25.000–Rp40.000 per liter, tergantung merek dan kualitas.
9. Minyak Biji Bunga Matahari (Sunflower Oil)

Minyak biji bunga matahari berasal dari ekstraksi biji bunga matahari. Ciri khasnya adalah warna kuning cerah hingga keemasan, dengan rasa yang ringan dan aroma hampir netral. Minyak ini memiliki titik asap sekitar 225°C, menjadikannya cocok untuk menggoreng, memanggang, maupun sebagai bahan salad dressing.
Dikenal sebagai minyak sehat, sunflower oil kaya akan vitamin E dan asam lemak tak jenuh ganda (terutama omega-6). Kandungan fitonutrien dan antioksidannya mendukung kesehatan kulit dan jantung. Di pasaran Indonesia, minyak bunga matahari masih tergolong premium dengan harga sekitar Rp60.000–Rp90.000 per liter, tergantung impor dan kemasan.
Titik asap (smoke point) dari minyak goreng adalah suhu maksimum di mana minyak mulai mengeluarkan asap saat dipanaskan. Pada suhu ini, komponen minyak mulai rusak, menghasilkan asap, bau tengik, dan senyawa berbahaya (seperti akrolein dan radikal bebas). Jika minyak dipanaskan melebihi titik asapnya, kandungannya bisa berubah jadi racun atau karsinogenik.
Makanan bisa beraroma gosong atau pahit jika minyak sudah melewati titik asap. Minyak dengan titik asap tinggi cocok untuk menggoreng dan deep frying. Minyak dengan titik asap rendah lebih cocok untuk tumisan ringan atau dressing. Jadi, penting memilih minyak sesuai metode memasak agar rasa, nutrisi, dan keamanan makanan tetap terjaga.