Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Chikuro Viral di Malaysia?
Potret menu Chiro di Chikuro (instagram.com/chikuro.id)

Dunia kuliner Malaysia belakangan dihebohkan dengan viralnya salah satu brand kuliner asal Indonesia, yakni Chikuro. Di berbagai media sosial, orang-orang dari Negeri Jiran membagikan konten "berburu" dan menikmati Chikuro. Mereka rela datang jauh-jauh ke Jakarta atau kota-kota lain di Indonesia untuk menikmati camilan yang terbuat dari daging ayam tersebut.

Bahkan, tak sedikit para personal shopper atau jastiper yang membelinya dan membawanya langsung naik pesawat. Salah satunya pemilik akun Tiktok @emma_delicious_bakery. Dalam beberapa video yang diunggah sejak awal April 2026, Emma menceritakan ia bisa menjual 500 buah Chikuro hanya dalam waktu dua jam saja. Para pelanggannya pun menanti dengan setia makanan ini di gerainya yang terletak di Kuala Lumpur.

"Yang masih belum dapatkan Chikuro tu, korang jangan risau! Malam ini tim kita daripada Indonesia akan datang mendarat bawa 500 pieces lagi untuk korang tahu," ujar Emma dalam video yang diunggah pada Sabtu (18/4/2026).

Viralnya Chikuro di Malaysia sebenarnya bukan tanpa alasan, mengingat masyarakat setempat memang sangat menggemari berbagai makanan dari Indonesia. Kira-kira apa saja yang membuat Chikuro ini viral banget di Malaysia, ya? Simak penjelasannya di bawah ini, yuk!

1. Konsep long filled crispy chicken belum ada di Malaysia

Potret menu di Chikuro (instagram.com/chikuro.surabaya)

Daya tarik utama yang membuat Chikuro begitu menonjol adalah konsepnya, yakni Japanese long-filled roll snack atau long filled crispy chicken. Panjang Chikuro sekitar 18–25 cm dengan tekstur renyah di luar dan isian creamy di dalam. Konsep ini belum ada di Malaysia, sehingga mereka penasaran dan ingin segera mencicipinya.

Selain itu, Chikuro menawarkan pengalaman baru dalam menikmati daging ayam tanpa harus merasa "berantakan". Pembeli tak perlu memisahkan daging dan tulangnya sendiri atau memegang jajanan langsung dengan tangan. Bentuknya yang unik dan eye-catching secara visual ini pun menjadikannya objek yang sangat menarik untuk difoto dan diunggah ke media sosial.

Tekstur dari Chikuro juga dirancang dengan sangat detail, yakni menggunakan lapisan luar yang sangat renyah di luar, tetapi tetap lembut di dalam. Sensasi "kriuk" saat pertama kali digigit inilah yang memberikan kepuasan tersendiri bagi para pembeli menciptakan kontras tekstur yang sempurna ketika bertemu dengan isian krim di dalamnya.

2. Isian krim yang melimpah dan lumer

Satu hal yang paling sering muncul dalam video viral di TikTok mengenai Chikuro adalah momen saat staf gerai menyuntikkan isian krim ke dalam gulungan ayam hingga hampir meluap dan ketika pembuat video menyantapnya. Fenomena "lava filling" ini sangat disukai warganet di Malaysia yang memang memiliki kecenderungan menyukai kudapan dengan rasa kaya dan memanjakan lidah.

Pilihan rasa yang ditawarkan pun sangat beragam, antara lain Royal Garlic Cream Cheese, BBQ Cream Cheese, dan Kurimiji Mentai. Taburannya berupa Signature Japanese Truffle, Sweet BBQ, Japanese Nori, dan Sour Cream Onion. Sementara itu, tingkat kepedasannya bisa ditentukan sendiri sesuai selera. Setiap rasa isian dan taburan dirancang dengan pas, agar pelanggan tidak merasa enek.

Seorang pengguna Thread asal Malaysia dengan nama @syedot.asmr pun membuat kesimpulan mengapa Chikuro viral di Negeri Jiran setelah ia mencicipinya.

"Aku baru faham kenapa Chikuro viral. Chikuro ni lagi sedap dari Uncle Bob or Shihlin, ayam gunting upgraded version! sebab dalam tu ada filling meleleh. Garlic & Mentai paling sedap! kalau dapat makan fresh lepas masak perghhh lagi rangup ya!" tulisnya di Thread pada Selasa (21/4/2026).

3. Konten-konten ASMR yang masif

Kesuksesan Chikuro di Malaysia tidak lepas dari peranan algoritma media sosial, khususnya TikTok dan Instagram. Banyak influencer makanan dan pembuat konten kuliner di Malaysia yang membuat video bertema ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) saat menyantap berbagai rasa dan varian Chikuro. Suara renyah beradu dengan lembutnya isian krim menciptakan rasa penasaran di kalangan penonton.

Hal inilah yang mendorong mereka untuk ikut berburu jajanan tersebut demi merasakan pengalaman yang sama. Apalagi konten-konten tersebut dibuat secara masif dan "berlomba-lomba." Para jastiper Malaysia pun memiliki tim yang disebar di berbagai gerai Chikuro di Jakarta dan mereka pun membuat konten yang membuat makanan ini semakin viral.

4. Harga yang terjangkau

Di Indonesia, Chikuro dijual dengan harga mulai dari Rp29.500-Rp37.000 (belum termasuk pajak), tergantung panjangnya. Para jastiper Malaysia menjualnya dengan kisaran harga RM 18-RM 20 atau sekitar Rp79 ribu-Rp88 ribu per buahnya. Ada yang membebaskan pembeli memesan atau pre order terlebih terlebih dahulu, ada pula yang ready stock.

Harga tersebut cukup terjangkau bagi orang Malaysia, mengingat mereka tak perlu jauh-jauh terbang ke Jakarta atau kota lain di Indonesia untuk mencicipi Chikuro. Serunya lagi, jastiper yang memiliki gerai juga menyediakan microwave untuk menghangatkan Chikuro sebelum diberikan kepada pembeli. Sajian ini memang cocok disantap dalam keadaan hangat.

Fenomena viralnya Chikuro di Malaysia membuktikan bahwa kombinasi antara inovasi bentuk, kualitas rasa yang konsisten, dan pemanfaatan media sosial yang tepat dapat mengubah jajanan lokal menjadi go international.

Nah, kamu sendiri sudah mencicipinya, belum? Bagikan pendapatmu di kolom komentar, ya!

Editorial Team