Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Tips Merebus Kimpul agar Tidak Berlendir dan Tetap Empuk
ilustrasi kimpul (magnific.com/jcomp)
  • Pilih kimpul yang segar, padat, dan bebas busuk agar tidak mudah hancur atau terasa licin setelah direbus.
  • Kupas, cuci di air mengalir, lalu rendam dan bilas kembali untuk mengurangi getah yang dapat membuat kimpul berlendir.
  • Gunakan air hingga seluruh potongan terendam, hindari terlalu sering mengaduk, dan cek bagian tengah dengan garpu sebelum segera diangkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kimpul memang enak diolah menjadi berbagai masakan, tetapi proses merebusnya kadang bikin geregetan. Bukannya mendapatkan tekstur yang empuk, kimpul justru bisa terasa licin, berlendir, bahkan membuat hasil akhirnya kurang menggugah selera. Padahal, dengan cara merebus yang tepat, kimpul bisa matang merata dengan tekstur empuk tanpa sensasi lendir yang mengganggu.

Masalahnya, masih banyak yang sekadar memasukkan kimpul ke dalam air mendidih tanpa memperhatikan tahap persiapannya, padahal ada beberapa hal sederhana yang bisa memengaruhi hasil akhirnya, lho. Mulai dari cara mengupas, membersihkan, merendam, sampai menentukan durasi perebusan perlu diperhatikan agar kimpul matang merata tanpa meninggalkan lendir berlebih. Kalau kamu sering mendapati kimpul terasa licin atau kurang empuk setelah direbus, yuk, simak beberapa tips berikut! Tips merebus kimpul agar tidak berlendir dan tetap empuk ini bisa membantumu mengolah alternatif karbo tersebut agar hasilnya makin nikmat.

1. Pilih kimpul yang masih segar dan kondisinya bagus

ilustrasi kimpul (magnific.com/jcomp)

Kimpul yang akan direbus sering kali langsung dipilih berdasarkan ukuran, padahal kondisi umbinya juga ikut menentukan hasil akhirnya. Umbi yang sudah terlalu tua, lembek, atau mengalami kerusakan di beberapa bagiannya bisa membuat teksturnya kurang enak setelah dimakan. Kalau tetap dipakai, kimpul dapat menjadi mudah hancur dan memberikan rasa licin yang dapat mengurangi selera makan.

Sebelum mulai memasak, periksalah permukaannya dengan saksama dan pilihlah kimpul yang terlihat padat serta bebas dari bagian yang busuk. Meskipun terlihat sepele, langkah sederhana ini dapat meningkatkan kenikmatan saat menyantap hasil rebusan. Oleh karena itu, jangan terburu-buru meletakkan semua kimpul ke dalam panci sebelum memastikan kualitas bahan yang akan digunakan.

2. Kupas dan cuci kimpul dengan benar

ilustrasi mencuci bahan masakan (freepik.com/zinkevych)

Mengupas kimpul sering kali terasa merepotkan karena permukaannya yang licin dan mengeluarkan getah ketika bersentuhan dengan air. Hal ini membuat sebagian orang cenderung hanya membilasnya sekadarnya dan langsung memasak kimpul tanpa pembersihan yang tuntas. Padahal, sisa getah dan kotoran yang masih melekat dapat memengaruhi kondisi permukaan umbi saat dimasak.

Setelah dikupas, bilas potongan kimpul di bawah air mengalir hingga permukaannya terasa lebih bersih dan tidak terlalu licin. Kalau ingin lebih mudah, gunakan sarung tangan saat mengupas agar tangan tidak bersentuhan langsung dengan getah. Proses awal yang bersih ini bisa menjadi langkah penting sebelum kimpul masuk ke tahap perebusan.

3. Rendam kimpul sebelum direbus

ilustrasi kimpul (magnific.com/jcomp)

Kalau biasanya kimpul langsung masuk panci setelah dikupas, kali ini coba sisihkan waktu sebentar untuk merendamnya terlebih dahulu. Melakukan perendaman ini bisa membantu menghilangkan sisa-sisa getah yang mungkin masih menempel pada potongan kimpul. Tanpa melewati langkah ini, ada kemungkinan kimpul akan terasa lebih licin dan kurang enak ketika sudah dimasak, terutama jika getah belum sepenuhnya bersih.

Kamu bisa merendam potongan kimpul ke dalam air bersih selama beberapa saat, lalu bilas kembali sebelum proses perebusan. Cara ini cukup mudah dilaksanakan sambil mempersiapkan panci atau bahan lainnya, jadi tidak terlalu menambah beban pekerjaan di dapur. Dengan persiapan ini, kimpul akan lebih siap untuk diproses sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih bersih dan lezat.

4. Gunakan air yang cukup saat merebus

ilustrasi panci untuk merebus (freepik.com/valeria_aksakova)

Kadang karena ingin cepat matang, kimpul dimasukkan ke dalam panci dengan air yang terlalu sedikit sehingga sebagian permukaannya tidak terendam sempurna. Efeknya, kematangan kimpul menjadi tak merata dan bagian yang kurang matang akan terasa lebih keras saat disantap. Kalau ini terjadi, kamu mungkin perlu waktu memasak yang lebih lama, sedangkan bagian lainnya bisa menjadi terlalu lembek.

Maka dari itu, sebaiknya pastikan ada cukup air untuk merendam seluruh potongan kimpul agar panas dapat diserap secara lebih merata. Setelah air mendidih, sesuaikan api dengan baik dan biarkan kimpul matang perlahan hingga bagian dalamnya benar-benar empuk. Dengan cara ini, kamu tidak perlu terus-menerus mengaduk atau menambah waktu memasak hanya karena ada bagian kimpul yang masih keras.

5. Jangan terlalu sering mengaduk kimpul

ilustrasi memasak dengan api sedang cenderung kecil (freepik.com/freepik)

Ketika merebus bahan, sering kali ada dorongan untuk mengaduk, terutama saat khawatir potongan kimpul menempel di dasar panci. Namun, kalau kimpul yang mulai lunak diaduk terlalu sering, permukaannya dapat dengan mudah rusak dan potongan bisa hancur. Tekstur yang pecah saat direbus juga dapat membuat air rebusan menjadi keruh dan hasil akhirnya kurang menarik.

Oleh karena itu, cukup sesekali periksa kimpul tanpa perlu mengaduk terus-menerus, terutama saat teksturnya mulai lunak. Kamu bisa menggunakan garpu atau tusuk untuk menusuk bagian tengahnya sebagai cara untuk memastikan kematangannya tanpa harus membolak-balik seluruh isi panci. Lebih sabar pada tahap ini dapat membantu kimpul tetap utuh dan menghasilkan tekstur yang lebih nikmat.

6. Pastikan kimpul benar-benar matang sebelum diangkat

ilustrasi merebus (freepik.com/freepik)

Kimpul yang terlihat empuk di luar belum tentu matang sepenuhnya di dalam, jadi jangan hanya mengandalkan penampilan saat mengeceknya. Jika terdapat bagian tengah yang masih keras, teksturnya pastinya kurang nyaman saat dimakan dan proses memasaknya belum selesai. Sebaliknya, merebusnya terlalu lama dapat membuat kimpul menjadi terlalu lembek dan gampang hancur saat dipindahkan.

Untuk memeriksa kematangan, tusuk bagian paling tebal dengan garpu dan lihat apakah garpu tersebut dengan mudah menembus bagian tengah. Jika sudah terasa empuk tetapi bentuknya tetap kokoh, segera angkat dan tiriskan agar tidak terus matang akibat sisa panas. Maka, kunci terakhir adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara matang sempurna dan tekstur yang tetap enak digigit.

Merebus kimpul agar tidak berlendir dan tetap empuk gak cukup dengan memasukkannya ke dalam air mendidih, lho! Mulai dari memilih umbi yang segar, membersihkannya dengan tepat, hingga memastikan tingkat kematangannya perlu diperhatikan agar hasilnya lebih nikmat. Nah, dengan tips sederhana ini, kimpul rebus yang empuk, lembut, dan nyaman disantap pun bukan lagi sekadar harapan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article