Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Perbedaan Hakau dan Siomay yang Sering Dianggap Sama

ilustrasi siomay
ilustrasi siomay (freepik.com/mrsiraphol)
Intinya sih...
  • Isian utama hakau adalah udang, sementara siomay menggunakan daging ayam, ikan, atau campuran daging dengan sedikit udang.
  • Kulit hakau transparan dan kenyal karena terbuat dari campuran tepung tapioka dan pati gandum, sedangkan siomay memakai kulit dari tepung terigu yang lebih padat.
  • Hakau dibentuk setengah lingkaran dengan lipatan rapi di bagian atas, sementara siomay memiliki bentuk yang lebih terbuka di bagian atas dan sering diberi topping tambahan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Buat pencinta dimsum, hakau dan siomay sering dianggap makanan yang sama karena bentuknya mirip dan sama-sama dikukus. Padahal, dua sajian ini punya karakter yang cukup berbeda kalau diperhatikan lebih detail. Kesamaan tampilannya sering bikin orang keliru saat memesan atau menyebut namanya. Dari sinilah pentingnya memahami perbedaan hakau dan siomay agar pengalaman kulinermu makin kaya.

Sebagai bagian dari jenis-jenis dimsum yang populer, hakau dan siomay punya sejarah, bahan, dan cita rasa khas masing-masing. Mengetahui perbedaannya bukan cuma soal pengetahuan, tapi juga soal menghargai tradisi kuliner Tiongkok. Selain itu, kamu jadi bisa lebih sadar dengan apa yang kamu makan. Yuk, simak lima perbedaan utama antara hakau dan siomay yang sering bikin salah kaprah!

1. Isian utama yang digunakan berbeda

ilustrasi hakau udang
ilustrasi hakau udang (freepik.com/lifeforstock)

Perbedaan paling mendasar terletak pada bahan isiannya. Hakau identik dengan udang sebagai bahan utama, biasanya dicincang kasar agar teksturnya masih terasa. Sementara itu, siomay lebih sering menggunakan daging ayam, ikan, atau campuran daging dengan sedikit udang. Komposisi ini bikin karakter rasanya langsung berbeda sejak gigitan pertama.

Hakau menawarkan rasa laut yang lebih kuat dan segar. Di sisi lain, siomay punya cita rasa yang lebih gurih dan ringan. Inilah alasan kenapa hakau sering jadi favorit pencinta udang. Sedangkan siomay lebih fleksibel untuk berbagai lidah.

2. Kulit pembungkus punya tekstur khas

ilustrasi hakau
ilustrasi hakau (pixabay.com/jonathanvalencia5)

Kalau kamu pernah bertanya apa itu hakau, salah satu ciri khasnya ada pada kulitnya. Hakau menggunakan kulit dari campuran tepung tapioka dan pati gandum yang membuatnya transparan. Teksturnya kenyal, lembut, dan sedikit elastis saat digigit. Penampilan bening ini jadi daya tarik utama hakau.

Berbeda dengan itu, siomay memakai kulit dari tepung terigu. Warnanya cenderung kuning pucat dan tidak transparan. Teksturnya lebih padat dan lembut tanpa efek kenyal berlebih. Dari sini saja, visual keduanya sudah bisa dibedakan dengan jelas.

3. Bentuk dan lipatan yang tidak sama

ilustrasi siomay
ilustrasi siomay (pixabay.com/AKTGI)

Hakau biasanya dibentuk setengah lingkaran dengan lipatan rapi di bagian atas. Lipatan ini bukan sekadar estetika, tapi juga menunjukkan teknik pembuatannya yang cukup rumit. Jumlah lipatan hakau bahkan sering dijadikan standar kualitas oleh koki dimsum. Semakin rapi, semakin tinggi nilainya.

Siomay punya bentuk yang lebih terbuka di bagian atas. Isian terlihat jelas dan sering diberi topping tambahan. Bentuk ini terkesan lebih sederhana dan praktis. Meski begitu, tampilannya justru terasa lebih familiar bagi banyak orang.

4. Rasa dan aroma yang dihasilkan

ilustrasi siomay
ilustrasi siomay (pexels.com/Jamie Saw)

Hakau menonjolkan rasa udang yang ringan, manis alami, dan segar. Bumbu yang digunakan relatif minimal agar tidak menutupi karakter bahan utama. Aromanya pun halus dan tidak terlalu kuat. Ini membuat hakau terasa elegan saat disantap.

Sebaliknya, siomay cenderung punya rasa yang lebih kaya. Penggunaan daging, bumbu, dan kadang minyak wijen memberi aroma yang lebih kuat. Sensasi gurihnya lebih dominan dan mengenyangkan. Perbedaan ini membuat keduanya cocok untuk suasana makan yang berbeda.

5. Fungsi dan penyajian dalam hidangan dimsum

ilustrasi hakau
ilustrasi hakau (pexels.com/Mikhail Nilov)

Dalam tradisi dimsum, hakau sering disajikan sebagai menu premium. Teksturnya yang lembut dan proses pembuatannya yang detail membuatnya terasa spesial. Hakau biasanya disantap saat masih panas untuk menjaga kualitas kulitnya. Penyajiannya pun cenderung lebih sederhana tanpa saus berat.

Siomay lebih fleksibel dan sering jadi menu pembuka yang aman. Bisa dinikmati dengan saus sambal, kecap, atau minyak cabai. Karena rasanya lebih kuat, siomay mudah diterima oleh banyak orang. Inilah kenapa siomay sering jadi pilihan pertama saat makan dimsum.

Memahami perbedaan hakau dan siomay bisa membuat pengalaman makanmu jadi lebih bermakna. Kamu gak cuma menikmati rasanya, tapi juga mengenal cerita di balik setiap hidangan. Dari bahan, tekstur, hingga cara penyajian, keduanya punya keunikan masing-masing. Yuk, mulai sekarang nikmati dimsum dengan lebih sadar dan gak lagi tertukar antara hakau dan siomay!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Ayam Goreng Pandan Pedas, Lauk Andalan Bikin Candu!

11 Jan 2026, 06:20 WIBFood