Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Potret Warung Makan Gulapadi Surabaya (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)
  • Gulapadi, warung makan asal Jawa Barat, membuka cabang pertama di Jawa Timur di Jalan Jawa 40–42, Gubeng, Surabaya, sebagai outlet keempatnya.

  • Mengusung suasana rumahan modern, Gulapadi menyediakan area indoor ber-AC, outdoor, VIP, WiFi, musala, serta menargetkan keluarga, pekerja, dan komunitas olahraga.

  • Menu Nusantara tersedia mulai Rp17 ribuan, sementara donat kampung mulai Rp6.500; outlet dekat Stasiun Surabaya Gubeng dan buka pukul 06.00–23.00 WIB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kota Surabaya memiliki banyak pilihan tempat makan yang bisa dikunjungi untuk memanjakan perut, mulai dari warung makan sederhana hingga restoran dengan konsep modern, semuanya menarik dicicipi. Kini, ada satu pilihan baru bagi pencinta kuliner Nusantara, khususnya mereka yang mencari hidangan rumahan dengan harga terjangkau. Gulapadi namanya.

Warung makan asal Jawa Barat ini resmi membuka cabang pertamanya di Jawa Timur dengan memilih Surabaya sebagai kota tujuan ekspansi. Berlokasi di Jalan Jawa Nomor 40–42, Gubeng, Surabaya, Gulapadi menawarkan beragam hidangan Nusantara yang bisa dinikmati sepanjang hari, mulai dari menu sarapan seperti nasi uduk dan lontong kari, makanan berat seperti ayam bakar dan sop iga, hingga aneka camilan dan donat khas Gulapadi.

IDN Times pun berkesempatan mengenal lebih dekat konsep dan pilihan menu Gulapadi Surabaya pada Selasa (3/11/2026). Penasaran seperti apa ambience dan menunya? Intip ulasannya di sini!

1. Jadi cabang pertama Gulapadi di Jawa Timur

Potret Warung Makan Gulapadi Surabaya (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Gulapadi merupakan merek warung makan yang dikelola PT Kolega Grup Indonesia (KGI) dan pertama kali hadir pada 27 September 2021. Sebelum berekspansi ke Surabaya, Gulapadi telah memiliki tiga cabang di Jawa Barat, yakni Garut, Tasikmalaya, dan Bandung. Cabang di Bandung menjadi outlet terbesar mereka.

Dengan demikian, Gulapadi Surabaya menjadi outlet keempat sekaligus ekspansi pertama merek tersebut di luar Jawa Barat. Pemilihan Surabaya bukan tanpa alasan. Kota Pahlawan dinilai memiliki karakter masyarakat yang dinamis dan terbuka terhadap berbagai pilihan kuliner.

PR Corporate Kolega Grup Indonesia, Nuri Yatul Hikmah, mengatakan kehadiran Gulapadi di Surabaya menjadi langkah penting untuk memperkenalkan hidangan Nusantara bercita rasa rumahan kepada masyarakat Jawa Timur.

"Kami merasa senang bisa hadir di sini. Kami berharap menu masakan Nusantara rumahan kami bisa diterima dengan baik dan disukai berbagai kalangan," ujar Nuri kepada IDN Times, Selasa (3/11/2026).

Sesuai namanya, Gulapadi terinspirasi dari dua unsur penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, yaitu gula dan padi. Keduanya melambangkan kehangatan, kebutuhan pokok, serta kedekatan keluarga. Filosofi tersebut kemudian diterapkan melalui konsep warung makan yang ingin menghadirkan suasana seperti sedang menikmati hidangan di rumah sendiri.

2. Mengusung konsep warung makan rumahan dengan suasana modern

Potret Warung Makan Gulapadi Surabaya (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Meski mengusung konsep warung makan, desain ruang Gulapadi Surabaya memadukan sentuhan tradisional dan modern. Area makannya dirancang, agar nyaman digunakan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, pekerja, keluarga, hingga komunitas. Menurut Nuri, konsep tersebut memang sengaja dihadirkan, agar pengunjung bisa menikmati makanan dengan suasana yang lebih santai, seperti ketika sedang makan di rumah.

"Ini sebenarnya lebih ke mengobati rindu rumah. Karena konsepnya warung makan, kami ingin customer yang datang merasa seperti sedang makan di rumah. Makanya dari segi peralatan makan, piring yang digunakan juga benar-benar seperti piring rumahan, bukan piring restoran," tuturnya.

Meski demikian, suasana outlet tetap dikemas lebih modern melalui penataan ruang dan ambience yang nyaman. Gulapadi juga menyediakan beberapa area yang bisa dipilih sesuai kebutuhan pengunjung.

Terdapat area outdoor yang cukup luas dan terbuka untuk komunitas yang ingin mengadakan kegiatan atau aktivasi. Sementara itu, area indoor dilengkapi AC dan bebas asap rokok, sehingga cocok bagi pengunjung yang ingin bekerja dari kafe atau work from cafe (WFC). Tersedia juga ruang VIP berkapasitas hingga delapan orang, serta toilet dan musala.

Setiap area juga dilengkapi fasilitas WiFi gratis. Dengan begitu, pengunjung bisa menikmati makanan sekaligus mengerjakan aktivitas lainnya tanpa harus berpindah tempat.

Menariknya, Gulapadi juga memiliki kedekatan dengan komunitas olahraga, khususnya komunitas lari. Di sejumlah gerainya, Gulapadi kerap menyediakan minuman dan makanan ringan sebagai refreshment bagi pengunjung yang baru selesai berolahraga, seperti potongan semangka dan infused water.

Hal tersebut juga akan diterapkan di outlet Surabaya. Dengan area yang cukup luas, Gulapadi ingin menjadi salah satu tempat singgah bagi komunitas olahraga setelah melakukan aktivitas pada pagi hari.

3. Menu Nusantara dengan harga mulai Rp17 ribuan

Potret Warung Makan Gulapadi Surabaya (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Salah satu daya tarik Gulapadi Surabaya adalah pilihan menu yang cukup beragam dengan harga yang relatif terjangkau. Pengunjung bisa menemukan hidangan untuk sarapan, makan siang, hingga makan malam.

Untuk menu sarapan, tersedia nasi uduk ayam dengan harga Rp17 ribu, nasi tahu telur Rp18 ribu, serta nasi ayam suwir Rp20 ribu. Ada pula pilihan lontong kari ayam dan lontong kari sapi yang bisa menjadi alternatif bagi pencinta makanan berkuah.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati hidangan lebih mengenyangkan, Gulapadi menyediakan beberapa menu, seperti ayam bakar, nasi goreng, mi dokdok, sop iga, hingga iga mercon. Kisaran harganya mulai dari Rp28 ribu hingga Rp50 ribuan.

Pilihan nasi gorengnya juga cukup menarik untuk dicoba, salah satunya Nasi Goreng Cumi Sambal Ijo. Selain itu, terdapat menu seperti Ayam Sasun, Iga Bakar Cobek, Mercon Ayam, Mercon Usus Kulit, Mercon Sapi, dan Mercon Jando.

Tak hanya makanan berat, Gulapadi juga menawarkan aneka camilan tradisional, gorengan, roti bakar, dan aneka nasi berbumbu. Salah satu camilan yang bisa dicoba adalah Cipuk Banjar, yang menambah variasi pilihan makanan ringan di tempat ini.

Soal minuman, tersedia pilihan teh, susu murni, kopi, minuman rempah, jus, hingga aneka es. Beberapa di antaranya seperti Es Semangka, Es Pisang Hijau, Es Campur Durian, Es Kopi Susu, Es Teh Hijau, serta Teh Tarik yang bisa dipesan dalam kondisi panas maupun dingin. Es semangka menjadi salah satu yang paling kami rekomendasikan, karena rasanya menyegarkan dan cocok dinikmati di tengah teriknya cuaca Surabaya.

Menariknya, pihak Gulapadi juga melakukan sejumlah penyesuaian rasa untuk menyambut pelanggan di Surabaya. Hal tersebut dilakukan agar beberapa hidangan bisa lebih dekat dengan karakter selera masyarakat setempat.

Nuri mencontohkan salah satu penyesuaian terlihat dari pilihan cocolan untuk bala-bala. Jika biasanya bala-bala dinikmati dengan cocolan tertentu, Gulapadi juga menghadirkan petis sebagai pelengkap yang lebih akrab dengan lidah masyarakat Jawa Timur.

4. Donat kampung jadi salah satu menu andalan Gulapadi

Potret menu Gulapadi Surabaya (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Selain makanan Nusantara, Gulapadi juga dikenal melalui donat kampung yang menjadi salah satu menu ikoniknya. Donat ini memiliki tekstur lembut dengan berbagai pilihan topping dan harga yang relatif terjangkau.

Di outlet Surabaya, donat kampung Gulapadi dibanderol mulai Rp6.500 per buah. Nuri menjelaskan bahwa donat kampung Gulapadi memiliki karakter tersendiri karena dibuat dengan proses produksi yang memungkinkan donat disajikan dalam kondisi segar.

"Base-nya sebenarnya donat kampung. Mungkin donat ini menjadi viral dan disukai banyak orang karena teksturnya benar-benar lembut. Kami juga punya pabrik donat sendiri sehingga ketika disajikan, donat bisa langsung berasal dari proses produksi dalam kondisi fresh from oven," jelas Nuri.

Selain donat kampung, tersedia pula donat istimewa berbahan labu dengan pilihan topping yang lebih beragam, baik manis maupun gurih. Pilihan ini bisa menjadi alternatif bagi pelanggan yang ingin menikmati donat dengan karakter lebih premium. Sebelum hadir di Surabaya, Gulapadi telah mengembangkan lini toko donat di beberapa lokasi. Di antaranya toko donat di Garut, Singaparna, serta outlet di Bandung dan Summarecon Bandung.

5. Menikmati aneka menu rumahan dan donat dengan suasana yang yaman

Potret Warung Makan Gulapadi Surabaya (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Begitu memasuki Gulapadi Surabaya, kami disambut hangat oleh staf-staf yang ramah. Area restoran terbagi menjadi beberapa bagian, mulai dari area produksi aneka gorengan, area donat, hingga kasir. Interiornya juga memiliki sentuhan Nusantara melalui penggunaan ornamen bernuansa hijau tua dan terakota yang memberikan kesan hangat.

Tak butuh waktu lama, satu per satu makanan yang kami pesan pun tiba. Kami mencoba beberapa menu, seperti mi dokdok, nasi goreng kambing, iga bakar cobek, dan ayam goreng asin.

Secara keseluruhan, hidangan yang kami coba terasa begitu nikmat. Salah satu yang paling menarik adalah ayam goreng asin dengan aroma bawang putih yang cukup dominan dan menggugah selera. Iga bakar cobek dan nasi goreng kambing juga patut dicoba karena bumbunya terasa medok, tetapi tidak berlebihan hingga menutupi rasa bahan utamanya.

Selain itu, donat Gulapadi juga layak masuk dalam daftar menu yang perlu dicicipi. Teksturnya empuk dan lembut saat digigit. Wajib coba!

6. Lokasinya dekat Stasiun Surabaya Gubeng

Potret Warung Makan Gulapadi Surabaya (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Lokasi Gulapadi Surabaya terbilang strategis, karena berada di kawasan Gubeng dan hanya berjarak sekitar tiga menit dari Stasiun Surabaya Gubeng. Jaraknya yang dekat stasiun ini membuatnya menjadi pilihan bagi wisatawan yang baru tiba di Surabaya maupun mereka yang hendak melakukan perjalanan ke luar kota. Pengunjung bisa mampir untuk sarapan sebelum memulai aktivitas atau membeli camilan dan donat sebagai oleh-oleh sebelum berangkat.

Jam operasionalnya pun cukup panjang, yakni mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WIB. Dengan waktu buka tersebut, pengunjung bisa datang untuk sarapan pagi, makan siang, menikmati camilan pada sore hari, hingga makan malam.

Pada periode 11–15 November 2026, komunitas bisa mendapatkan potongan harga sebesar 20 persen dengan ketentuan minimum pemesanan. Setelah periode tersebut, tersedia diskon sebesar 10 persen sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam rangkaian pembukaan outlet, Gulapadi juga menyiapkan voucher khusus grand opening berupa 200 donat gratis dengan syarat dan ketentuan berlaku. Gimana, sudah tahu mau pesan apa saat mampir ke sini?

Curated For You

Editorial Team

Related Article