Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Umbi Lokal Indonesia yang Bikin Kenyang dan Kaya Nutrisi
ilustrasi umbi-umbian lokal (commons.wikimedia.org/ EmaMukar)
  • Ganyong dan garut merupakan umbi lokal sumber karbohidrat yang dapat direbus atau diolah menjadi tepung maupun pati untuk aneka makanan.
  • Porang banyak dimanfaatkan sebagai tepung dan produk berbasis glukomanan, tetapi harus diproses tepat karena umbi mentahnya mengandung kristal kalsium oksalat.
  • Uwi dan gembili menyediakan karbohidrat, serat, serta mineral; keduanya dapat direbus, dikukus, atau dijadikan tepung sebagai bagian diversifikasi pangan lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau ngomongin umbi-umbian Indonesia, pikiran kamu mungkin langsung tertuju pada singkong, talas, ubi jalar, atau kentang. Padahal, masih banyak umbi lokal lain yang jarang muncul di menu sehari-hari. Beberapa bahkan tumbuh sebagai pangan lokal di daerah tertentu dan punya cara pengolahan yang cukup khas.

Menariknya, umbi-umbi ini punya karakter yang beda-beda. Ada yang teksturnya pulen, ada yang lebih berserat, ada pula yang bisa diolah menjadi tepung atau camilan. Buat kamu yang sedang ingin mengenal pangan lokal yang gak terlalu mainstream, lima umbi lokal Indonesia yang bikin kenyang dan kaya nutrisi berikut ini bisa dicoba.

1. Ganyong

ilustrasi ganyong (istockphoto.com/ HoaiPT)

Ganyong (Canna edulis) merupakan tanaman umbi yang sudah lama dimanfaatkan sebagai sumber pangan di Indonesia. Bagian yang dikonsumsi adalah rimpangnya yang mengandung karbohidrat cukup tinggi. Ganyong bisa direbus atau diolah lebih lanjut menjadi tepung dan pati, sehingga pemanfaatannya gak sebatas dimakan sebagai umbi utuh.

Dari sisi kandungan, ganyong menyediakan karbohidrat sebagai sumber energi dan juga mengandung serat serta sejumlah mineral. Teksturnya cenderung lembut setelah dimasak. Karena karakter patinya cukup baik, ganyong juga menarik untuk dikembangkan sebagai salah satu bahan pangan lokal alternatif yang bisa digunakan dalam berbagai olahan.

2. Garut

ilustrasi garut (commons.wikimedia.org/ KannanVM)

Garut atau arrowroot (Maranta arundinacea) merupakan tanaman penghasil umbi yang cukup menarik. Bagian rimpangnya dapat diolah menjadi pati garut atau tepung garut. Di Indonesia, tepung ini sudah lama digunakan untuk membuat makanan seperti kue, bubur, dan berbagai jajanan tradisional.

Pati garut terutama dikenal sebagai sumber karbohidrat, sementara bentuk umbinya juga mengandung serat dan sejumlah zat gizi lainnya. Tekstur olahan dari pati garut biasanya lembut dan mudah dicerna. Buat kamu yang sedang mencari bahan lokal selain tepung terigu untuk bereksperimen di dapur, garut bisa menjadi pilihan yang cukup menarik.

3. Porang

ilustrasi porang (istockphoto.com/ airdone)

Porang (Amorphophallus muelleri) belakangan cukup sering dibahas karena kandungan glukomanannya. Umbi ini gak biasanya dimakan langsung seperti ubi rebus, tetapi lebih banyak diolah menjadi tepung porang atau bahan pangan berbasis glukomanan. Senyawa tersebut merupakan jenis serat pangan yang punya kemampuan menyerap air dan membentuk tekstur kenyal.

Pemanfaatan porang juga sudah berkembang menjadi berbagai produk pangan, termasuk mi dan bahan pengental. Kandungan seratnya membuat porang menarik dari sisi pangan fungsional. Namun, umbi porang mentah mengandung kristal kalsium oksalat dan perlu melalui proses pengolahan yang tepat sebelum digunakan sebagai bahan pangan. Jadi, kamu sebaiknya memilih porang yang memang sudah diproses untuk konsumsi.

4. Uwi

ilustrasi uwi (commons.wikimedia.org/ Obsidian Soul)

Uwi (Dioscorea alata) termasuk kelompok tanaman Dioscorea yang telah lama dikenal sebagai pangan lokal. Bentuk dan warna daging umbinya bisa berbeda tergantung pada varietas. Ada uwi dengan daging berwarna putih, kekuningan, bahkan ungu, sehingga tampilannya cukup menarik ketika sudah diolah.

Uwi terutama menjadi sumber karbohidrat dan juga menyumbang serat serta berbagai mikronutrien. Cara menikmatinya pun sederhana, misalnya direbus atau dikukus, lalu disantap sebagai makanan selingan. Beberapa varietas juga bisa diolah menjadi tepung sehingga penggunaannya lebih fleksibel untuk makanan modern.

5. Gembili

ilustrasi gembili (commons.wikimedia.org/ Yercaud-elango)

Gembili (Dioscorea esculenta) merupakan umbi lokal dari kelompok Dioscorea yang keberadaannya kini mulai jarang dibicarakan. Bentuknya relatif kecil dibandingkan dengan beberapa jenis umbi lain, tetapi kandungan karbohidratnya membuat gembili dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Umbi ini dapat direbus, dikukus, atau diolah menjadi tepung. Gembili juga mengandung serat dan sejumlah mineral, sehingga menarik sebagai bagian dari diversifikasi pangan. Rasanya cenderung gurih dan teksturnya lembut setelah dimasak. Buat kamu yang ingin mencoba pangan lokal yang jarang muncul di supermarket modern, gembili justru punya daya tarik tersendiri.

Indonesia punya banyak sumber pangan yang selama ini mungkin cuma dikenal di daerah tertentu. Beberapa memang sudah mulai masuk ke industri pangan, sementara lainnya masih menunggu lebih banyak orang untuk mengenalnya kembali.

Kalau kamu sedang mencari bahan makanan yang terasa lebih unik untuk dicoba, lima umbi lokal Indonesia yang bikin kenyang dan kaya nutrisi di atas bisa jadi titik awal. Siapa tahu, dari satu bahan yang jarang kamu dengar, kamu malah menemukan favorit baru untuk stok di dapur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article