4 Kesalahan Umum Menyimpan Tahu yang Bikin Cepat Rusak

- Menyimpan tahu tanpa air dapat membuatnya cepat berubah warna dan tekstur, serta lebih rentan menyerap bau dari bahan makanan lain di dalam kulkas.
- Tidak mengganti air rendaman secara rutin dapat membuat tahu cepat asam dan berlendir, sehingga kebersihan tahu lebih terjaga dengan mengganti air secara rutin.
- Menyimpan tahu di suhu ruang terlalu lama dapat membuatnya mudah asam, terutama di lingkungan yang panas dan lembap, sebaiknya langsung disimpan di dalam kulkas agar kualitasnya tetap terjaga hingga waktu memasak.
Tahu merupakan salah satu bahan makanan yang hampir selalu ada di dapur banyak rumah tangga di Indonesia. Harganya terjangkau, mudah diolah, dan cocok dipadukan dengan berbagai jenis masakan, mulai dari tumisan sederhana hingga hidangan berkuah. Namun, meski terlihat sepele, cara menyimpan tahu sering kali luput dari perhatian.
Banyak orang mengira tahu bisa disimpan begitu saja tanpa perlakuan khusus. Padahal, kesalahan kecil dalam penyimpanan bisa membuat tahu cepat asam, berlendir, bahkan tidak layak konsumsi. Supaya tidak sering membuang tahu karena keburu rusak, ada baiknya memahami beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan saat menyimpan tahu.
1. Menyimpan tahu tanpa air sama sekali

Salah satu kesalahan paling sering dilakukan adalah menyimpan tahu dalam kondisi kering tanpa air. Banyak orang langsung meletakkan tahu di dalam wadah lalu memasukkannya ke kulkas tanpa tambahan cairan. Padahal, tahu membutuhkan kelembapan agar teksturnya tetap baik dan tidak cepat mengering.
Tanpa air, permukaan tahu akan lebih cepat berubah warna dan teksturnya menjadi kasar. Selain itu, tahu juga lebih rentan menyerap bau dari bahan makanan lain di dalam kulkas. Akibatnya, rasa tahu bisa berubah dan kualitasnya menurun meski belum melewati tanggal konsumsi.
2. Tidak mengganti air rendaman secara rutin

Menyimpan tahu dengan air memang sudah benar, tetapi kesalahan berikutnya adalah membiarkan air rendaman terlalu lama tanpa diganti. Air yang dibiarkan berhari-hari akan menjadi tempat berkembangnya bakteri. Hal ini justru membuat tahu lebih cepat asam dan berlendir.
Idealnya, air rendaman tahu diganti setiap hari, terutama jika tahu disimpan lebih dari satu hari. Dengan mengganti air secara rutin, kebersihan tahu lebih terjaga dan risiko bau tidak sedap bisa diminimalkan. Cara ini sederhana, tetapi sangat berpengaruh terhadap daya tahan tahu.
3. Menyimpan tahu di suhu ruang terlalu lama

Kesalahan lain yang sering dianggap sepele adalah membiarkan tahu terlalu lama di suhu ruang. Beberapa orang terbiasa membeli tahu pagi hari dan baru mengolahnya sore atau malam tanpa menyimpannya di kulkas. Padahal, tahu termasuk bahan makanan yang mudah rusak jika dibiarkan di suhu ruang.
Pada suhu ruang, proses fermentasi pada tahu berlangsung lebih cepat. Hal ini membuat tahu mudah asam, terutama di lingkungan yang panas dan lembap. Jika tahu tidak segera diolah, sebaiknya langsung disimpan di dalam kulkas agar kualitasnya tetap terjaga hingga waktu memasak.
4. Menyimpan tahu tanpa wadah tertutup

Menyimpan tahu di kulkas tanpa wadah tertutup juga menjadi kesalahan yang cukup sering terjadi. Banyak orang hanya meletakkan tahu di mangkuk terbuka atau bahkan membiarkannya di plastik belanja. Cara ini membuat tahu mudah terkontaminasi bau dari bahan makanan lain.
Selain menyerap bau, tahu yang tidak disimpan dalam wadah tertutup juga lebih cepat terpapar udara. Kondisi ini dapat mempercepat perubahan tekstur dan rasa tahu. Menggunakan wadah tertutup membantu menjaga kebersihan, kesegaran, serta cita rasa tahu lebih lama.
Menyimpan tahu sebenarnya tidak sulit, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat. Menghindari kesalahan umum seperti menyimpan tanpa air, jarang mengganti rendaman, membiarkan di suhu ruang, dan tidak menggunakan wadah tertutup dapat membantu memperpanjang umur simpan tahu. Mulai sekarang, perhatikan cara menyimpan tahu di rumah agar tidak cepat rusak dan tetap aman dikonsumsi, sekaligus mengurangi pemborosan bahan makanan.


















