Kombinasi tepung ketan dan bahan sederhana lainnya menghasilkan gigitan yang elastis mirip mochi, tetapi tetap lembut saat dinikmati. Jika ingin menghadirkan camilan ala donat Jepang tanpa harus keluar rumah, resep donat pon de ring berikut layak masuk ke daftar makanan yang wajib dicoba.
Resep Donat Pon de Ring yang Teksturnya Kenyal Mirip Mochi!

Donat pon de ring khas Jepang dikenal karena bentuknya yang unik, yakni menyerupai rangkaian bola kecil yang saling menempel serta memiliki tekstur kenyal yang berbeda dari donat biasa. Sensasi empuk sekaligus chewy inilah yang membuat banyak pencinta camilan manis penasaran untuk membuatnya sendiri di rumah.
Bahan Donat Pon de Ring

Bahan utama:
120 gram tepung ketan putih
40 gram tepung terigu protein sedang
25 gram gula pasir
1/2 sendok teh baking powder
1 butir telur ukuran sedang
80 ml susu cair
15 gram mentega, lelehkan
minyak secukupnya untuk menggoreng
Bahan glaze:
100 gram gula halus
2—3 sendok makan susu cair
beberapa tetes perasan lemon, opsional
Cara Membuat

Campurkan tepung ketan, tepung terigu, gula pasir, dan baking powder ke dalam wadah, lalu aduk hingga semua bahan kering tercampur merata.
Tuangkan telur dan susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan mulai menyatu.
Masukkan mentega leleh, lalu uleni ringan hingga adonan terasa lembut, lentur, dan tidak mudah pecah saat dibentuk.
Ambil sedikit adonan, lalu bentuk menjadi bola-bola kecil dengan ukuran seragam agar tingkat kematangannya merata.
Susun delapan bola kecil membentuk lingkaran hingga menyerupai bunga, lalu rekatkan perlahan menggunakan tekanan ringan pada bagian sampingnya.
Ulangi proses tersebut sampai seluruh adonan habis dan letakkan di atas potongan kertas roti agar bentuknya tetap rapi saat dipindahkan.
Panaskan minyak dengan api kecil hingga sedang, lalu masukkan donat secara perlahan bersama alas kertas rotinya.
Setelah beberapa saat, lepaskan kertas roti ketika adonan sudah cukup kokoh dan tidak mudah berubah bentuk.
Goreng hingga seluruh permukaan berwarna kuning keemasan sambil sesekali dibalik agar matang merata. Angkat donat, lalu tiriskan hingga sisa minyak berkurang.
Untuk membuat glaze, aduk gula halus dan susu cair hingga menghasilkan lapisan yang licin dan tidak terlalu encer.
Tambahkan sedikit perasan lemon jika ingin rasa manis yang lebih seimbang.
Celupkan atau siram permukaan donat dengan glaze, lalu diamkan beberapa menit hingga lapisannya mengeras.
Sajikan donat pon de ring dengan minuman favoritmu.
Tips Membuat Donat Pon de Ring

Tepung ketan yang sudah lama disimpan terkadang menyerap kelembapan udara sehingga hasil donat menjadi lebih padat. Jika memungkinkan, gunakan tepung yang masih segar agar teksturnya tetap kenyal dan ringan.
Ukuran setiap bola adonan sebaiknya benar-benar seragam karena perbedaan ukuran yang terlalu jauh dapat membuat sebagian bola matang lebih cepat sementara bagian lainnya masih kurang matang.
Jangan menggunakan api besar saat menggoreng karena bagian luar donat bisa cepat berwarna cokelat, sementara bagian dalamnya belum mengembang sempurna, sehingga tekstur kenyal khas Pon de Ring tidak terbentuk maksimal.
Jika adonan terasa mudah retak ketika dibulatkan, tambahkan sedikit susu cair, sekitar satu sendok teh setiap kali penambahan, sampai adonan kembali lentur dan mudah dibentuk.
Glaze yang terlalu cair akan sulit menempel dan mudah menetes dari permukaan donat. Sebaliknya, glaze yang terlalu kental dapat menghasilkan lapisan yang kasar dan tidak rata.
Diamkan donat hingga benar-benar hangat sebelum diberi glaze karena suhu yang masih terlalu panas dapat membuat lapisan gula meleleh dan kehilangan tampilan mengilapnya.
Saat menyusun bola-bola adonan menjadi bentuk cincin, tekan secukupnya pada titik pertemuan setiap bola agar menyatu kuat dan tidak terlepas ketika masuk ke minyak panas.
Untuk mendapatkan sensasi yang lebih mirip donat Jepang, gunakan susu cair full cream karena kandungan lemaknya membantu menghasilkan tekstur yang lebih lembut dan rasa yang lebih kaya.
Donat pon de ring khas Jepang menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan dengan donat pada umumnya berkat teksturnya yang kenyal dan sedikit elastis saat digigit. Bentuknya yang unik juga membuat camilan ini terlihat menarik untuk disajikan saat berkumpul bersama keluarga maupun teman.


















