Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Resep Hojicha Chiffon Cake yang Lembut dan Harum
ilustrasi hojicha chiffon cake (instagram.com/onfirebelly)

Hojicha merupakan jenis teh hijau yang diproses dengan cara dipanggang. Sama seperti teh pada umumnya, hojicha disajikan dengan cara diseduh dengan menggunakan air panas. Sedangkan hojicha bubuk lebih sering dicampur dengan susu dan disajikan sebagai latte.

Namun, pernahkah kamu membayangkan hojicha diolah menjadi cake? Sama seperti matcha, hojicha juga bisa dikreasikan untuk berbagai dessert. Salah satunya adalah resep hojicha chiffon cake yang lembut. Kira-kira bakal seperti apa rasanya? Yuk, cobain resepnya di bawah ini!

Bahan Hojicha Chiffon Cake

ilustrasi bahan-bahan hojicha chiffon cake (unsplash.com/Annie Spratt)

  1. 50 gram tepung terigu protein sedang

  2. 10 gram hojicha powder

  3. 44 ml susu cair

  4. 33 ml corn oil, bisa diganti dengan minyak sayur atau canola oil

  5. 3 butir kuning telur

  6. 3 butir putih telur

  7. 40 gram gula pasir

  8. 1/2 sendok teh air perasan jeruk lemon

Cara Membuat

ilustrasi hojicha chiffon cake yang sudah matang (instagram.com/cathyss.kitchen)

  1. Siapkan di wadah berukuran kecil, lalu masukkan hojicha powder dan larutkan dengan 44 ml susu cair. Aduk menggunakan sendok atau spatula sampai hojicha powder-nya larut dalam susu. Sisihkan. Di wadah lain berukuran besar, tuangkan corn oil.

  2. Jika kamu tidak memiliki corn oil, bisa diganti dengan minyak sayur atau canola oil. Tambahkan tepung terigu protein sedang ke dalam wadah, lalu aduk hingga tercampur rata. Tuangkan larutan hojicha yang sudah kita buat sebelumnya ke dalam wadah.

  3. Aduk semua bahan dengan balloon whisk hingga tercampur rata. Terakhir, tambahkan kuning telur sebanyak 3 butir ke dalam wadah. Aduk-aduk lagi dengan balloon whisk sampai semua bahan menyatu, lalu sisihkan. 

  4. Di wadah lain berukuran besar, campur putih telur dan sedikit air perasan jeruk lemon. Mixer putih telur dengan kecepatan sedang hingga adonannya mulai berbusa. Tuangkan gula pasir sedikit demi sedikit sambil terus dimikser hingga adonannya berubah warna menjadi putih pucat dan mengembang.

  5. Ambil seperempat adonan putih telur dan masukkan ke dalam wadah berisi adonan hojicha. Menggunakan spatula, campur adonan dengan teknik aduk balik atau folding. Pastikan kamu mengaduknya pelan-pelan agar gelembung udara pada adonan gak pecah.

  6. Tuang kembali campuran adonan ke dalam wadah berisi adonan putih telur dan aduk lagi dengan teknik folding yang sama hingga keduanya menyatu.

  7. Masukkan adonan yang sudah jadi ke dalam loyang chiffon berdiameter 15 sentimeter yang bisa dibongkar pasang. Hentak-hentak pelan adonan untuk memastikan gak ada gelembung udara yang terperangkap.

  8. Masukkan loyang berisi adonan ke dalam oven yang sudah dipanaskan sebelumnya dan panggang dengan suhu 150 derajat Celsius selama 55-60 menit.

  9. Setelah chiffon cake-nya matang, segera keluarkan loyang dari oven. Balik loyang yang berisi chiffon dan diamkan dalam posisi terbalik sampai suhu cake benar-benar dingin.

  10. Jika suhu chiffon cake sudah dingin, balik loyang ke posisi normal. Sisir pinggirannya dengan menggunakan pisau atau spatula, lalu keluarkan cake dari loyang. Pindahkan hojicha chiffon cake yang udah jadi ke piring.

  11. Sajikan hojicha chiffon cake dengan minuman favoritmu.

Kesalahan yang Harus Dihindari saat Membuat Hojicha Chiffon Cake

ilustrasi sepotong hojicha chiffon cake (unsplash.com/Thomas Kinto)

  1. Putih telur merupakan bahan paling penting dalam membuat chiffon cake. Ini karena putih telurlah yang akan membuat cake mengembang. Meski begitu, hindari menggunakan putih telur yang dingin atau yang baru dikeluarkan dari kulkas karena membuat adonan sulit mengembang. Sebagai gantinya, gunakan putih telur bersuhu ruangan.

  2. Salah satu ciri khas chiffon cake adalah teksturnya yang ringan. Tekstur ini didapatkan dari campuran putih telur dan gula pasir yang dimikser hingga mengembang. Meski begitu, pastikan kamu gak mengaduk adonan putih telur terlalu lama atau terlalu sebentar. Adonan putih telur yang diaduk terlalu sebentar akan membuat chiffon cake sulit mengembang. Jika pun berhasil mengembang, chiffon cake-nya kemungkinan besar akan ambruk setelah matang. Sedangkan adonan putih telur yang diaduk terlalu kaku akan menghasilkan tekstur cake yang kering.

  3. Mengaduk adonan chiffon gak boleh sembarangan. Adonan harus diaduk pelan-pelan menggunakan teknik folding sampai semuanya tercampur rata. Mengaduk adonan terlalu kencang akan memecahkan gelembung udara. Alhasil, ketika dipanggang, adonan chiffon gak akan mengembang secara maksimal.

  4. Kedengarannya memang aneh, tapi mengoleskan mentega ke permukaan loyang justru akan membuat chiffon cake jadi lengket dan runtuh setelah dikeluarkan dari oven. Sebaliknya, adonan chiffon memang perlu dibiarkan menempel ke permukaan loyang agar bisa mengembang dengan sempurna. Setelah matang dan suhunya dingin, kamu bisa menyisir pinggiran loyang dengan pisau agar chiffon cake bisa dikeluarkan.

  5. Saat dikeluarkan dari oven, gravitasi akan menekan permukaan chiffon cake ke bawah dan membuat teksturnya padat. Untuk menghindari ini, kamu perlu membalik loyang berisi cake segera setelah dikeluarkan dari oven. Diamkan cake dalam posisi terbalik hingga suhunya dingin. Dengan begitu, chiffon cake gak akan ambruk dan ukurannya tetap sama.

Gak dipungkiri, resep hojicha chiffon cake memang cukup rumit, terutama bagi pemula yang masih dalam tahap belajar. Ada beberapa teknik yang perlu diterapkan untuk menjaga agar adonan mengembang dan gak ambruk setelah dikeluarkan dari oven. Jadi, apa kamu berani mencoba resep cake satu ini di rumah?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article