Didihkan air, lalu tambahkan soda kue, cuka, dan garam.
Kupas dan potong kentang menjadi irisan memanjang. Rebus selama 1–3 menit hingga hampir matang, lalu tiriskan, dinginkan, dan keringkan permukaannya.
Lumuri kentang secara merata dengan tepung pati kentang. Tata di atas loyang dan bekukan semalaman.
Panaskan minyak hingga suhu 157 derajat Celsius. Goreng kentang beku selama 2–3 menit hingga gelembung minyak berkurang. Angkat dan tiriskan.
Setelah steak matang dan sedang diistirahatkan, panaskan kembali minyak hingga 177 derajat Celsius. Goreng kentang selama sekitar 1 menit hingga berwarna keemasan dan renyah. Angkat, segera bumbui dengan garam, dan aduk rata.
Untuk pilihan kentang goreng 2, panaskan minyak hingga suhu 177 derajat Celsius. Pertahankan suhu panas minyak sembari menunggu steak dan saus siap.
Goreng kentang beku selama 2–3 menit hingga berwarna keemasan dan renyah. Angkat, tiriskan, dan segera bumbui dengan garam. Jangan terlalu banyak menggunakan garam, karena kentang beku biasanya sudah dibumbui sebelumnya.
Keluarkan steak dari lemari es dan diamkan selama sekitar 30 menit. Sayat tipis bagian lapisan lemak tanpa memotong dagingnya, lalu keringkan permukaannya dengan tisu dapur.
Panaskan wajan hingga sangat panas dan tambahkan minyak. Bumbui steak dengan garam dan merica, lalu masak (searing) selama 2–3 menit hingga terbentuk lapisan kecokelatan.
Balik steak dan masak selama sekitar 1 menit. Miringkan steak untuk memasak bagian lapisan lemaknya hingga berwarna keemasan.
Kecilkan api dan tambahkan bawang putih, thyme, dan mentega. Siram-siramkan mentega panas ke atas steak hingga mencapai tingkat kematangan yang diinginkan. Untuk tingkat kematangan medium-rare, targetkan suhu internal sekitar 57 derajat Celsius.
Angkat steak, tuangkan sisa mentega dari wajan ke atasnya, dan diamkan selama minimal 5 menit.
Untuk saus pilihan 1, lelehkan ¼ bagian mentega, lalu tambahkan bawang merah (shallot) dan bawang putih. Masak dengan api kecil hingga layu, tanpa membiarkannya berubah warna menjadi kecokelatan.
Lelehkan sisa mentega. Masukkan campuran bahan yang sudah ditumis ke dalam blender bersama caper, mustard dijon, shirodashi, kecap inggris, cuka, sage, basil, kuning telur, ikan teri (anchovy), serta sebagian tarragon dan peterseli.
Blender hingga halus sambil menuangkan mentega cair secara perlahan sampai saus mengental dan berubah warna menjadi hijau muda.
Tuang ke dalam mangkuk, lalu masukkan sisa tarragon, peterseli, dan kucai, aduk rata. Sesuaikan rasa dengan menambahkan garam, merica, dan sedikit cuka.
Untuk pilihan saus 2, lelehkan mentega, lalu sangrai lada hitam selama sekitar 30 detik hingga harum. Tambahkan bawang merah (shallot) dan bawang putih, bumbui dengan garam, lalu masak hingga layu/lunak.
Besarkan api dan tuangkan brandy, cognac, atau wiski secara hati-hati. Masak hingga sebagian besar cairan menyusut.
Tambahkan kaldu sapi dan masak hingga volumenya berkurang menjadi setengahnya. Masukkan krim dan masak hingga saus sedikit mengental.
Matikan api, tambahkan mentega dingin, dan aduk hingga saus menjadi creamy (kental dan lembut). Tambahkan kecap inggris dan sesuaikan rasanya.
Setelah daging steak selesai diistirahatkan, letakkan kentang goreng panas di atas piring. Iris tipis daging steak melintang serat dan tata di samping kentang goreng.
Siram steak dengan saus pilihan, lalu taburi dengan kucai dan garam kasar (flaky salt). Sajikan segera selagi panas dan renyah.