Istirahat beberapa hari bahkan sampai seminggu dari gym bukan berarti kemunduran. Dalam kehidupan nyata, sakit, pekerjaan menumpuk, burnout, atau sekadar butuh napas sering kali memaksa seseorang berhenti berolahraga sementara. Banyak orang langsung khawatir takut ototnya hilang, berat badan naik, atau tingkat fitness-nya drop.
Padahal, tubuh manusia jauh lebih adaptif daripada yang sering dibayangkan. Penelitian tentang detraining menunjukkan bahwa perubahan fisiologis akibat berhenti olahraga tidak terjadi secepat itu, terutama jika jedanya cuma sekitar satu minggu.
Memahami apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh saat kamu tidak berolahraga selama seminggu bisa membantu mengurangi rasa bersalah yang tidak perlu, dan justru membuatmu kembali berlatih dengan lebih cerdas.
