Pada sebagian orang, berat badan sulit turun bukan karena kurang usaha, tetapi karena ada kondisi medis tertentu. Misalnya hipotiroidisme, sindrom ovarium polikistik atau PCOS, resistansi insulin, depresi, hingga sleep apnea.
Beberapa jenis obat juga dapat memengaruhi berat badan, termasuk antidepresan, steroid, obat diabetes tertentu, dan pil KB tertentu. Kondisi ini bisa membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak, lebih sulit merasa kenyang, atau mengalami penurunan metabolisme.
Jika kamu sudah menjaga makan, rutin olahraga, tetapi berat badan tidak berubah selama berbulan-bulan, sebaiknya temui dokter untuk mengetahui apakah ada faktor medis yang mendasarinya.
Olahraga tetap penting meski berat badan tidak banyak berubah. Aktivitas fisik membantu memperbaiki gula darah, tekanan darah, kesehatan jantung, kualitas tidur, kekuatan otot, dan kesehatan mental. Banyak manfaat ini sudah bisa dirasakan bahkan sebelum berat badan turun banyak.
Jika berat badan belum turun meski rajin olahraga, bukan berarti kamu gagal atau usaha kamu sia-sia. Bisa jadi tubuh sedang membangun otot, menahan cairan, atau beradaptasi terhadap perubahan yang sedang terjadi. Fokus pada progres yang lebih luas, seperti stamina, kekuatan, lingkar tubuh, kualitas tidur, dan energi harian, dapat lebih membantu daripada cuma fokus pada angka timbangan.
Referensi
Gurpreet Sarwan, Sharon F. Daley, and Anis Rehman, “Management of Weight Loss Plateau,” StatPearls - NCBI Bookshelf, December 11, 2024, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK576400/.
D. M. Thomas et al., “Why Do Individuals Not Lose More Weight From an Exercise Intervention at a Defined Dose? An Energy Balance Analysis,” Obesity Reviews 13, no. 10 (June 11, 2012): 835–47, https://doi.org/10.1111/j.1467-789x.2012.01012.x.
“14 Common Reasons You’re Not Losing Weight.” Healthline. Diakses April 2026.
“5 Reasons You May Not Be Losing Weight Even in a Calorie Deficit, According to Dietitians.” EatingWell. Diakses April 2026.