Comscore Tracker

7 Masalah Kesehatan Ini Bisa Diperbaiki dengan Latihan Kekuatan

Malas gerak malah bisa memperburuk kondisi!

Latihan kekuatan atau strength training adalah jenis latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan fisik. Jenisnya ada banyak sekali, seperti angkat beban, naik turun tangga, push-up, sit-up, dan sebagainya. Latihan ini dapat meningkatkan kekuatan dan massa otot, memperkuat sendi, serta menambah kebugaran.

Nah, selain bikin tubuh sehat dan bugar, latihan kekuatan ternyata juga bisa memperbaiki masalah kesehatan akibat kondisi medis tertentu, lo! Apa saja? Simak penjelasan di bawah ini sampai tuntas, ya!

1. Mengurangi kelelahan pada multiple sclerosis

7 Masalah Kesehatan Ini Bisa Diperbaiki dengan Latihan Kekuatanilustrasi multiple sclerosis (stemcellstransplantinstitute.com)

Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit akibat sistem kekebalan tubuh menggerogoti lapisan pelindung saraf. Kerusakan saraf akibat MS mengganggu komunikasi antara otak dan tubuh.

Pada penyakit sistem saraf pusat ini, dilansir National Multiple Sclerosis Society, sebanyak 80 persen mengalami gejala, kelelahan, masalah kontrol kandung kemih, kesulitan dalam keseimbangan, dan kesemutan pada anggota tubuh.

Untuk mengontrol gejala, pasien disarankan untuk melakukan latihan kekuatan. Menurut sebuah studi dalam jurnal Multiple Sclerosis Journal tahun 2017, dibanding grup kontrol, pasien MS yang mengikuti latihan resistansi progresif selama enam bulan melaporkan perbaikan pada otak yang dapat menghalangi perkembangan penyakit.

Pasien MS mengalami penyusutan otak yang lebih cepat daripada normal. Obat-obatan dapat melawan perkembangan penyakit, tetapi terlihat kecenderungan bahwa latihan kekuatan akan semakin meminimalkan penyusutan otak pada pasien yang sudah menerima pengobatan. Selain itu, tim peneliti juga melihat bahwa beberapa area otak yang lebih kecil mengalami peningkatan respons terhadap latihan.

2. Mengurangi ketidaknyamanan pada nyeri punggung bawah

7 Masalah Kesehatan Ini Bisa Diperbaiki dengan Latihan Kekuatanilustrasi latihan angkat beban (pexels.com/Anete Lusina)

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan sakit punggung, dan ini merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi. Faktanya, menurut American Chiropractic Association, 80 persen orang akan merasakan sakit punggung beberapa kali dalam hidupnya.

Namun, daripada menghindari aktivitas fisik, kita malah disarankan untuk menjadi lebih aktif. Dalam sebuah penelitian kecil yang diterbitkan di jurnal BMJ Open Sport & Exercise Medicine tahun 2015, penderita nyeri punggung bagian bawah yang melakukan sesi latihan beban free-weight selama 16 minggu mengalami penurunan nyeri dan kecacatan, masing-masing 72 persen dan 76 persen. 

Selain itu, mereka juga melaporkan peningkatan kualitas hidup. Para peneliti melihat bahwa gaya hidup tidak aktif pada penderita nyeri punggung bisa menyebabkan perilaku penghindaran rasa takut (fear-avoidance), utamanya takut olahraga dapat memicu atau membuat gejala buruk, yang mana ini malah bisa menjadi masalah. Bergerak aktif, termasuk angkat beban, bisa membantu pemulihan baik fisik maupun mental.

3. Meningkatkan mobilitas pada pasien dengan penyakit Parkinson

7 Masalah Kesehatan Ini Bisa Diperbaiki dengan Latihan Kekuatanilustrasi olahraga pada pasien dengan penyakit Parkinson (parkinson.org)

Pasien dengan penyakit Parkinson, yaitu gangguan pergerakan neurodegeneratif, mengalami perburukan pada kemampuan motorik, mengakibatkan tremor dan gangguan pada pergerakan tubuh.

Pasien juga bisa mengalami gejala bisa dengan mudah terlewatkan, seperti berkurangnya kemampuan indra penciuman dan masalah depresi.

Sebuah tinjauan ilmiah di Italia dilakukan untuk memeriksa 13 penelitian yang menganalisis peran latihan kekuatan dalam penyakit Parkinson. Tim peneliti menyimpulkan bahwa itu dapat membantu memperbaiki gejala fisik dan meningkatkan kualitas hidup, meski mereka mencatat bahwa masih butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah latihan kekuatan adalah aktivitas yang lebih disukai daripada jenis latihan fisik lainnya. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Clinical Interventions in Aging tahun 2017.

4. Mengurangi pengeroposan tulang pada penyakit osteopenia

7 Masalah Kesehatan Ini Bisa Diperbaiki dengan Latihan Kekuatanilustrasi tulang yang mengalami osteopenia (healthjade.net)

Osteopenia adalah kondisi rendahnya tingkat kepadatan tulang, sehingga tulang menjadi lebih lemah dari kondisi normal. Bisa dibilang bahwa osteopenia ini adalah tahap sebelum osteoporosis. Rendahnya kepadatan tulang inilah yang membuat seseorang dengan osteopenia akan lebih rentan mengalami osteoporosis.

Untuk tulang kuat sepanjang hidup, para ahli merekomendasikan untuk melatihan latihan menahan beban, dari mulai joging hingga melompat untuk menciptakan adaptasi pada tulang yang membuatnya lebih kuat. Selain itu, latihan kekuatan juga dianjurkan.

Perempuan yang terdiagnosis osteopenia diinstruksikan untuk menjalani program latihan, termasuk latihan ketahanan dengan menggunakan beban (free-weight) dan pita elastis. Setelah ditindaklanjuti selama 16 tahun, dilaporkan bahwa untuk meningkatkan kepadatan mineral tulang, mereka harus berolahraga setidaknya dua kali seminggu (sekitar 2 jam). Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Bone tahun 2016.

5. Meningkatkan kebugaran pasien dengan penyakit jantung

7 Masalah Kesehatan Ini Bisa Diperbaiki dengan Latihan KekuatanIlustrasi olahraga fisik (pexels.com/Pixabay)

American Heart Association merekomendasikan 30 menit olahraga intensitas moderat atau sedang lima kali seminggu. Pada orang yang terdiagnosis penyakit jantung, sangat penting untuk tetap rutin berolahraga. 

Sebuah penelitian dalam European Journal of Preventive Cardiology tahun 2017 meninjau 34 studi dan menyimpulkan bahwa latihan ketahanan atau kekuatan dapat meningkatkan kebugaran aerobik sama seperti latihan aerobik, sekaligus meningkatkan kekuatan tubuh atas dan bawah. Kebiasaan sehat yang baik untuk jantung termasuk mengungkapkan rasa syukur dan tidur teratur.

6. Meminimalkan masalah kecemasan

7 Masalah Kesehatan Ini Bisa Diperbaiki dengan Latihan KekuatanIlustrasi sulit tidur (pexels.com/DariaSannikova)

Olahraga tak hanya dapat meredakan stres, tetapi juga memiliki efek terukur pada orang-orang dengan gangguan kecemasan.

Sebuah penelitian dalam jurnal Frontiers in Psychology tahun 2014 mnemukan bahwa melakukan latihan ketahanan maksimal satu kali repetisi (mengangkat beban paling berat semampunya satu kali repetisi) adalah latihan yang paling efektif untuk mengurangi perasaan cemas baik melakukannya satu sesi dan latihan rutin jangka panjang.

Meski penyebabnya tidak diketahui, tetapi dikatakan bahwa latihan kekuatan dapat menurunkan kadar hormon stres kortisol, yang memberi tahu sistem stres untuk mereda.

7. Memperbaiki pengaturan gula darah pada pasien diabetes tipe 2

7 Masalah Kesehatan Ini Bisa Diperbaiki dengan Latihan KekuatanIlustrasi cek darah (pexels.com/PhotoMIXCompany)

Dalam pencegahan dan pengendalian diabetes tipe 2, rutin olahraga adalah kunci penting. Bagaimanapun, olahraga dapat membantu otot menyerap glukosa dan menggunakannya sebagai energi.

Sementara olahraga kardio membantu tubuh dalam mengatur insulin, latihan kekuatan membuat tubuh lebih sensitif terhadap insulin, menurut keterangan dari American Diabetes Association.

Selain itu, olahraga juga membantu membangun otot, dan lebih banyak massa otot tak cuma membakar lebih banyak kalori, tetapi juga dapat memperbaiki kontrol glukosa, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition & Metabolism.

Baik latihan ketahanan maupun aerobik bisa menjadi rutinitas olahragamu.

Itulah beberapa masalah kesehatan yang bisa diperbaiki kondisinya maupun gejalanya lewat melakukan latihan kekuatan secara rutin. Optimalkan dengan pola makan sehat, tidur cukup, penuhi kebutuhan cairan, minum obat sesuai indikasi dan resep dokter, serta kelola stres dengan baik, ya!

Basri W Pakpahan Photo Verified Writer Basri W Pakpahan

Menulis untuk Memperbaiki Diri

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya