Jawabannya umumnya belum tentu. Respons tubuh terhadap olahraga bisa berbeda-beda. Ada orang yang mengalami peningkatan kebugaran cukup pesat, sementara yang lain memperoleh hasil lebih lambat.
Kalau ingin mencobanya, kamu tidak butuh alat khusus. Berikut langkah mencoba Japanese walking:
Lakukan pemanasan dengan berjalan santai sekitar 5–10 menit.
Berjalan cepat selama 3 menit hingga napas mulai terasa lebih berat.
Turunkan kecepatan dan berjalan santai selama 3 menit.
Ulangi siklus tersebut sebanyak lima kali.
Akhiri dengan pendinginan beberapa menit.
Jadi, secara umum Japanese walking lebih efektif dibandingkan jalan santai, terutama untuk meningkatkan kebugaran jantung, memperkuat otot kaki, membantu mengontrol tekanan darah, dan membakar lebih banyak kalori. Ini berkat adanya pergantian antara intensitas tinggi dan rendah yang membuat tubuh bekerja lebih optimal.
Akan tetapi, olahraga terbaik tetaplah olahraga yang bisa dilakukan secara konsisten. Jika Japanese walking terasa terlalu berat, jalan santai setiap hari tetap memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan bergerak yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
Referensi
AOL. Diakses pada Juni 2026. "Is ‘Japanese Walking’ As Eeffective As Everyone Claims? We Asked An Exercise Physiologist to Weigh In."
CBC. Diakses pada Juni 2026. "'Japanese Walking' A Fun Way For Some To Boost Their Health."
Nemoto, K., Gen-No, H., Masuki, S., Okazaki, K., & Nose, H. (2007). "Effects of High-Intensity Interval Walking training on physical fitness and blood pressure in Middle-Aged and Older people." Mayo Clinic Proceedings, 82(7), 803–811. https://doi.org/10.4065/82.7.803
The Conversation. Diakses pada Juni 2026. "Japanese Walking: The Benefits of This Fitness Trend."
Time. Diakses pada Juni 2026. "What Experts Think About the Japanese Walking Trend."