Jumlah Kalori yang Terbakar dari Lomba 17 Agustus, Wajib Tahu!

Lomba 17 Agustus melibatkan gerakan aktif seperti melompat, berlari, dan menarik, sehingga kebutuhan energi serta kalori terbakar berbeda-beda.
Panjat pinang menjadi aktivitas dengan perkiraan pembakaran tertinggi, sekitar 300—400 kalori per 30 menit.
Sementara itu, tarik tambang dan jalan cepat dengan balon membakar 100—150 kalori, balap karung 150—200, dan balap kelereng 50—70.
Perayaan 17 Agustus biasanya identik dengan berbagai lomba seru yang melibatkan banyak gerakan. Sebut saja balap karung hingga tarik tambang. Aktivitas seperti melompat, berlari, atau menarik tali selama perlombaan tersebut membuat tubuh bekerja lebih aktif dan membutuhkan energi. Semakin banyak tenaga yang dikeluarkan, makin besar pula kalori yang dapat terbakar selama perlombaan.
Lantas, berapa jumlah kalori yang terbakar dari lomba 17 Agustus? Setiap jenis lomba memiliki gerakan, durasi, dan tingkat intensitas yang berbeda sehingga jumlah kalori yang terbakar pun tidak sama. Yuk, simak perkiraannya dari berbagai lomba 17 Agustus berikut ini!
Table of Content
1. Lomba panjat pinang
Panjat pinang termasuk lomba yang membutuhkan tenaga besar karena peserta harus mengandalkan kekuatan tubuh untuk mencapai bagian atas batang. Saat memanjat, otot tangan, kaki, punggung, dan perut bekerja secara bersamaan untuk menopang dan mengangkat tubuh. Aktivitas ini juga membutuhkan keseimbangan serta koordinasi yang baik, terutama ketika peserta harus bergantian mencari posisi untuk naik.
Dengan intensitas yang cukup tinggi, panjat pinang dapat membakar sekitar 300—400 kalori dalam waktu 30 menit. Namun, jumlah tersebut bukan angka pasti karena kalori yang digunakan setiap orang dapat berbeda berdasarkan berat badan, durasi, dan seberapa aktif tubuh bergerak selama perlombaan.
2. Lomba tarik tambang

ilustrasi lomba tarik tambang (unsplash.com/Firas Wardhana) Saat mengikuti tarik tambang, peserta harus mengerahkan tenaga secara bersamaan untuk mempertahankan posisi dan menarik tali ke arah timnya. Gerakan ini membuat otot tangan, bahu, punggung, kaki, dan bagian tengah tubuh ikut bekerja. Selain kekuatan, tubuh juga perlu menjaga keseimbangan agar tidak mudah kehilangan pijakan.
Dalam pertandingan yang berlangsung sekitar 10—15 menit, tarik tambang dapat membakar kurang lebih 100—150 kalori. Semakin besar tenaga yang dikeluarkan dan makin tinggi intensitas pertandingan, semakin banyak pula energi yang digunakan tubuh.
3. Lomba jalan cepat dengan balon
Permainan ini mengharuskan peserta bergerak menuju garis finis dengan langkah cepat sambil mempertahankan posisi balon agar tidak jatuh. Tantangan tersebut membuat peserta harus mengatur langkah dan posisi tubuh secara bersamaan, sehingga keseimbangan, koordinasi, serta otot kaki ikut terlatih.
Jika dilakukan selama 10—15 menit, jalan cepat dengan balon dapat membakar sekitar 100—150 kalori. Jumlah ini dapat berbeda pada setiap peserta karena dipengaruhi oleh kecepatan berjalan, durasi permainan, dan intensitas gerakan selama lomba.
4. Lomba balap karung

ilustrasi balap karung (commons.m.wikimedia.org/Irhanz) Melompat menggunakan karung membuat tubuh terus melakukan gerakan berulang sampai mencapai garis finis. Aktivitas tersebut terutama melibatkan otot paha dan betis, sekaligus menuntut tubuh untuk menjaga keseimbangan saat berpindah tempat.
Mengingat harus melompat dengan cepat, lomba ini juga dapat membuat detak jantung meningkat. Selama sekitar 15—20 menit, balap karung diperkirakan membakar 150—200 kalori, lho.
5. Lomba balap kelereng
Meski tidak membutuhkan banyak gerakan seperti berlari atau melompat, balap kelereng tetap membuat tubuh aktif. Peserta harus berjalan dengan hati-hati sambil menjaga kelereng agar tetap berada di atas sendok. Kondisi ini membutuhkan keseimbangan, koordinasi, kontrol gerakan, dan konsentrasi yang baik.
Dibandingkan lomba lain yang lebih intens, jumlah kalori yang terbakar dari balap kelereng memang lebih sedikit. Dalam waktu sekitar 15 menit, aktivitas ini diperkirakan membakar 50—70 kalori, bergantung pada durasi dan gerakan peserta.
6. Lomba lari estafet

ilustrasi lari (pexels.com/Andrea Piacquadio) Lari estafet mengandalkan kecepatan setiap anggota tim untuk menyelesaikan bagian lintasannya. Aktivitas berlari dalam perlombaan ini dapat meningkatkan kerja jantung dan paru-paru sekaligus melatih daya tahan tubuh. Pada variasi tertentu, seperti estafet bakiak, peserta juga perlu menyesuaikan langkah dengan anggota tim sehingga koordinasi menjadi semakin penting.
Dalam durasi sekitar 10—15 menit, lari estafet dapat membakar sekitar 150–250 kalori. Jumlah kalori yang digunakan dipengaruhi oleh kecepatan lari, jarak tempuh, kondisi fisik, serta tingkat intensitas selama perlombaan.
7. Lomba sepak bola sarung
Mengenakan sarung saat bermain sepak bola membuat pergerakan menjadi lebih terbatas. Peserta tetap harus berlari mengejar bola, mengoper, menendang, dan menjaga keseimbangan meski ruang geraknya tidak sebebas permainan biasa.
Kombinasi gerakan tersebut membuat otot kaki bekerja cukup aktif. Nah, untuk pertandingan sekitar 20 menit, sepak bola sarung dapat membakar sekitar 200—300 kalori.
Itulah perkiraan jumlah kalori yang terbakar dari lomba 17 Agustus, mulai dari lomba yang ringan hingga yang cukup menguras tenaga. Jadi, lomba mana yang paling ingin kamu coba?





















