ilustrasi buah stroberi frozen (unsplash.com/Monika Grabkowska)
Beberapa penelitian membandingkan kandungan zat gizi pada produk segar dan beku. Salah satu yang sering dikutip adalah penelitian Bouzari, Holstege, dan Barrett yang membandingkan retensi vitamin pada delapan jenis buah dan sayuran. Studi tersebut menemukan bahwa vitamin C tidak berbeda bermakna pada lima dari delapan komoditas, dan pada tiga komoditas lain justru lebih tinggi pada sampel beku dibanding sampel segar.
Studi lain oleh Li dan rekan membandingkan produk segar, produk segar yang disimpan di kulkas selama lima hari, dan produk beku. Penelitian ini menganalisis beberapa komoditas, termasuk bluberi dan stroberi, serta menilai vitamin C, beta-karoten, dan folat. Hasilnya, pada mayoritas perbandingan, tidak ada perbedaan signifikan dalam kandungan vitamin yang dinilai. Ketika ada perbedaan bermakna, produk beku lebih sering mengungguli produk segar yang sudah disimpan dibanding sebaliknya.
Temuan seperti ini penting karena kebiasaan konsumen tidak selalu langsung makan buah pada hari pembelian. Banyak orang membeli buah segar untuk stok beberapa hari. Dalam skenario seperti ini, perbandingannya bukan lagi buah beku vs buah segar yang baru dipetik, melainkan buah beku vs buah segar yang sudah disimpan.
Namun, perlu dicatat juga bahwa hasil penelitian bisa berbeda tergantung jenis buah, jenis zat gizi, metode pembekuan, durasi penyimpanan, suhu freezer, dan cara pencairan.