Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Anak Muda Belum Perlu Cek Kolesterol, Mitos atau Fakta?

3 min read
Anak Muda Belum Perlu Cek Kolesterol, Mitos atau Fakta?
ilustrasi anak muda (magnific.com/lookstudio)
  • Anggapan bahwa anak muda belum perlu cek kolesterol adalah mitos; kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala.

  • Disarankan melakukan pemeriksaan kolesterol sekitar setiap lima tahun mulai usia 19 tahun bagi kebanyakan orang dewasa, dengan penyesuaian berdasarkan risiko.

  • Riwayat keluarga dan paparan LDL sejak muda penting diperhatikan, meskipun tubuh terasa sehat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Usia muda sering dianggap identik dengan tubuh yang sehat. Ketika aktivitas sehari-hari berjalan tanpa masalah, masih rutin olahraga, dan tidak ada gejala yang mengganggu, pemeriksaan kolesterol dianggap tidak mendesak. Padahal, kadar kolesterol yang tinggi biasanya tidak menimbulkan keluhan sehingga bisa luput dari perhatian.

Anggapan bahwa pemeriksaan kolesterol cuma diperlukan saat usia lanjut tidak tepat. Deteksi sejak usia muda dapat membantu menemukan kadar kolesterol yang tinggi sebelum menimbulkan masalah. Namun, frekuensi pemeriksaannya tidak sama untuk semua orang. Usia, hasil tes sebelumnya, serta faktor risiko yang dimiliki perlu dipertimbangkan dalam menentukan kapan pemeriksaan perlu dilakukan kembali.

  1. 1. Kolesterol tinggi tidak menunggu usia lanjut

    Kolesterol tinggi dapat muncul sejak masa kanak-kanak. Selain kebiasaan makan dan aktivitas fisik, faktor keturunan juga berperan. Salah satunya adalah familial hypercholesterolemia atau hiperkolesterolemia familial, kondisi bawaan yang membuat tubuh sulit membersihkan LDL dari darah.

    LDL sering disebut kolesterol jahat karena dapat berkontribusi pada penumpukan plak di pembuluh darah. Karena peningkatannya biasanya tidak bergejala, pemeriksaan darah diperlukan untuk mengetahui kadarnya.

  2. 2. Paparan sejak muda ikut berpengaruh

    Studi dalam JAMA Cardiology pada tahun 2021 menganalisis 18.288 peserta dari empat studi kohort di Amerika Serikat. Peneliti menilai perkiraan paparan LDL sepanjang usia dewasa muda hingga paruh baya, kemudian melihat kejadian penyakit kardiovaskular berikutnya.

    Paparan LDL kumulatif yang lebih tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner, bahkan setelah kadar LDL pada usia paruh baya dan faktor risiko lain diperhitungkan. Artinya, riwayat kadar kolesterol selama bertahun-tahun dapat memberi informasi yang tidak tertangkap oleh satu hasil pemeriksaan saja.

    Walaupun penelitian ini bersifat observasional, tetapi temuannya mendukung pentingnya memperhatikan kolesterol lebih awal.

  3. 3. Kapan sebaiknya mulai diperiksa?

    Ilustrasi seseorang membaca hasil tes kolesterol pada lembar laporan kesehatan untuk memahami kondisi tubuhnya.
    ilustrasi membaca hasil tes kolesterol (magnific.com/rawpixel.com)

    American Heart Association menyarankan pemeriksaan kolesterol sekitar setiap lima tahun mulai usia 19 tahun bagi kebanyakan orang dewasa. Pemeriksaan juga direkomendasikan pada usia 9–11 tahun bagi anak yang belum pernah menjalani skrining.

    Pemeriksaan lebih sering dapat diperlukan pada orang dengan diabetes, penyakit jantung, atau riwayat keluarga kolesterol tinggi. Riwayat merokok dan tekanan darah tinggi juga perlu disampaikan karena memengaruhi penilaian risiko keseluruhan.

    Jika orang tua atau saudara kandung mengalami serangan jantung pada usia muda atau memiliki hiperkolesterolemia familial, jangan menunggu jadwal pemeriksaan rutin untuk membicarakannya dengan dokter.

  4. 4. Hasil tinggi tidak otomatis berarti harus minum obat

    Pemeriksaan profil lipid menilai kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Dokter menafsirkan hasilnya bersama kondisi kesehatan dan riwayat keluarga.

    Perbaikan pola makan, aktivitas fisik, dan menghindari rokok tetap penting. Sebagian orang memerlukan obat, terutama jika risikonya tinggi atau memiliki kelainan bawaan. Pada hiperkolesterolemia familial, pola makan dan olahraga saja sering kali belum cukup.

    Jika sudah memasuki usia dewasa dan belum pernah cek kolesterol, pemeriksaan kesehatan berikutnya dapat menjadi kesempatan untuk membahasnya. Tidak perlu menunggu tubuh memberi keluhan untuk mengetahui kadar kolesterol.

    Referensi

    Centers for Disease Control and Prevention, “Testing for Cholesterol,” diakses September 2026.

    American Heart Association, “What Your Cholesterol Levels Mean,” diakses September 2026.

    American Heart Association, “Understanding Cholesterol and Lipids: Your Complete Guide to LDL, HDL, Triglycerides and Lipoprotein(a),” diakses September 2026.

    Yiyi Zhang et al., “Association Between Cumulative Low-Density Lipoprotein Cholesterol Exposure During Young Adulthood and Middle Age and Risk of Cardiovascular Events,” JAMA Cardiology 6, no. 12 (2021): 1406–13, https://doi.org/10.1001/jamacardio.2021.3508.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More