Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Menjaga Kesehatan agar Gak Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan

5 Cara Menjaga Kesehatan agar Gak Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan
ilustrasi perempuan stretching (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Menjelang akhir Ramadan, tubuh mudah lelah karena perubahan pola tidur dan makan, sehingga penting menjaga keseimbangan energi serta memperhatikan kebutuhan tubuh.
  • Disarankan memilih makanan bergizi saat sahur, cukup minum air setelah berbuka, dan menghindari makan berlebihan agar metabolisme tetap stabil.
  • Aktivitas fisik ringan serta tidur berkualitas membantu menjaga daya tahan tubuh dan kebugaran hingga akhir bulan puasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan, energi tubuh biasanya mulai terasa menurun. Jadwal tidur berubah, aktivitas tetap padat, sementara tubuh terus beradaptasi dengan pola makan yang berbeda. Tidak heran kalau di fase ini banyak orang mulai gampang lelah atau bahkan jatuh sakit. Padahal, menjaga kesehatan Ramadan justru makin penting di minggu-minggu terakhir.

Di fase ini, tubuh sebenarnya sedang bekerja keras menyesuaikan ritme puasa. Sistem imun bisa melemah kalau kamu tidak menjaga pola makan dan istirahat dengan baik. Karena itu, penting untuk lebih sadar dengan kebutuhan tubuh sendiri. Yuk, simak beberapa cara sederhana agar kamu tetap kuat menjalani puasa sehat sampai akhir Ramadan.

1. Jangan asal makan saat sahur

ilustrasi tumis tempe kecap
ilustrasi tumis tempe kecap (freepik.com/jcomp)

Sahur sering dianggap sekadar formalitas agar kuat puasa seharian. Padahal, makanan yang kamu pilih saat sahur sangat menentukan energi tubuh. Jika sahur hanya berisi gorengan atau makanan instan, tubuh akan cepat kehilangan tenaga. Akibatnya, kamu mudah lemas sebelum waktu berbuka tiba.

Cobalah memilih makanan yang lebih seimbang. Karbohidrat kompleks, protein, dan serat bisa membantu tubuh melepas energi secara perlahan. Misalnya nasi merah, telur, tempe, atau sayur sederhana. Pola makan seperti ini membantu menjaga sistem imun selama puasa sehat.

2. Perbanyak minum air setelah berbuka

ilustrasi berbuka puasa
ilustrasi berbuka puasa (pexels.com/Thirdman)

Dehidrasi adalah masalah yang sering muncul di akhir Ramadan. Banyak orang terlalu fokus pada makanan saat berbuka, tapi lupa memenuhi kebutuhan cairan. Akibatnya, tubuh terasa lelah, pusing, atau sulit berkonsentrasi keesokan harinya. Ini bisa memengaruhi kesehatan Ramadan secara keseluruhan.

Coba biasakan minum air secara bertahap setelah berbuka. Kamu bisa menggunakan pola sederhana seperti dua gelas saat berbuka, dua gelas setelah makan, dan dua gelas sebelum tidur. Cara ini membantu tubuh tetap terhidrasi tanpa membuat perut terasa penuh. Tubuh yang cukup cairan juga lebih siap menjaga daya tahan.

3. Jangan "balas dendam” saat buka puasa

ilustrasi laki-laki berbuka puasa
ilustrasi laki-laki berbuka puasa (freepik.com/freepik)

Setelah seharian menahan lapar, keinginan makan banyak saat berbuka memang sulit ditahan. Namun makan berlebihan justru bisa membuat tubuh kaget. Perut terasa penuh, energi malah turun, dan tubuh jadi cepat lelah. Kebiasaan ini sering membuat puasa sehat terasa berat.

Cobalah berbuka secara perlahan. Awali dengan makanan ringan seperti kurma atau sup hangat. Setelah itu, beri jeda sebelum makan utama agar tubuh menyesuaikan diri. Cara sederhana ini membantu menjaga metabolisme tetap stabil.

4. Tetap olahraga meski sedang puasa

ilustrasi perempuan stretching (freepik.com/freepik)
ilustrasi perempuan stretching (freepik.com/freepik)

Banyak orang mengurangi aktivitas fisik selama Ramadan. Padahal, tubuh tetap butuh bergerak agar metabolisme berjalan baik. Tidak perlu olahraga berat, cukup aktivitas ringan yang membuat tubuh tetap aktif. Jalan santai atau peregangan sudah cukup membantu.

Waktu terbaik biasanya setelah berbuka atau menjelang malam. Saat energi mulai kembali, tubuh bisa bergerak dengan lebih nyaman. Aktivitas ringan juga membantu menjaga kebugaran selama Ramadan. Sistem imun pun tetap terjaga sampai akhir bulan puasa.

5. Jaga kualitas tidur di malam hari

ilustrasi perempuan tidur (freepik.com/freepik)
ilustrasi perempuan tidur (freepik.com/freepik)

Salah satu tantangan selama Ramadan adalah pola tidur yang berubah. Sahur membuat waktu tidur terpotong, sementara malam sering diisi berbagai aktivitas. Jika dibiarkan, kurang tidur bisa membuat tubuh cepat drop. Kondisi ini tentu memengaruhi kesehatan Ramadan.

Cobalah mengatur waktu tidur lebih disiplin. Hindari terlalu lama bermain gadget sebelum tidur. Kamu juga bisa menyempatkan tidur singkat di siang hari jika memungkinkan. Tubuh yang cukup istirahat akan lebih siap menjalani puasa sehat.

Menjaga kesehatan di 10 hari terakhir Ramadan sebenarnya bukan hal rumit. Kuncinya ada pada pola makan, istirahat, dan kebiasaan kecil yang konsisten dilakukan setiap hari. Jika tubuh terjaga, ibadah juga bisa dijalani dengan lebih nyaman. Yuk rawat tubuhmu agar tetap kuat sampai hari kemenangan tiba.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More