Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Tips Menikmati Kopi tanpa Membuat Jantung Berdebar, Bebas Cemas!

7 Tips Menikmati Kopi tanpa Membuat Jantung Berdebar, Bebas Cemas!
Ilustrasi jantung berdebar setelah minum kopi (freepik.com/Drazen Zigic)

Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman, melainkan teman setia untuk memulai hari, menemani pekerjaan, atau sekadar menikmati waktu santai. Namun di balik aromanya yang menggoda, kopi juga kerap dianggap sebagai penyebab jantung berdebar, gelisah, bahkan sulit tidur.

Kondisi ini sebenarnya bukan sepenuhnya salah kopi, melainkan cara kita dalam mengonsumsinya yang kurang tepat. Dan untuk menghindarinya, di bawah ini ada 7 tips yang bisa kamu terapkan agar kamu masih bisa menikmati kopi tanpa efek samping yang mengganggu.

1. Jangan minum kopi saat perut kosong

Seseorang mengenakan pakaian merah bermotif sedang memegang cangkir kopi di atas meja dengan piring kecil berisi biskuit dan sendok.
Ilustrasi minum kopi (pexels.com/Mikhail Nilov)

Kesalahan paling umum yang sering dilakukan adalah meminum kopi sesaat setelah bangun tidur saat perut masih kosong. Ketika tidak ada makanan di lambung, kafein akan diserap jauh lebih cepat ke dalam aliran darah, yang secara otomatis akan meningkatkan intensitas dari efek sampingnya.

Pastikan kamu sudah mengonsumsi makanan kecil, minimal sepotong roti atau pisang, sebelum minum secangkir kopi. Kehadiran makanan ini akan memperlambat penyerapan kafein sehingga energi yang dihasilkan terasa lebih stabil dan tidak mengejutkan sistem saraf tubuh.

2. Perhatikan waktu emas meminum kopi

Seorang wanita berambut panjang mengenakan gaun bermotif bunga sedang menikmati secangkir kopi di pagi hari di dekat jendela kafe.
Ilustrasi minum kopi di pagi hari (pexels.com/Los Muertos Crew)

Waktu meminum kopi sangat berpengaruh pada bagaimana tubuh bereaksi. Hindari meminum kopi tepat saat kadar kortisol atau hormon stres alami sedang tinggi-tingginya, yaitu sekitar jam 8 hingga 9 pagi. Memaksa tubuh menerima kafein saat kortisol sedang tinggi justru akan meningkatkan level kecemasan dan bisa membuat jantung menjadi berdebar.

Waktu terbaik untuk minum kopi adalah saat kadar kortisol mulai menurun, yaitu antara pukul 10 pagi hingga menjelang siang hari. Selain itu, pastikan untuk berhenti mengonsumsi kafein setidaknya 6 jam sebelum tidur agar tidak mengganggu pola dan waktu istirahat.

3. Jangan lupa untuk minum air putih

Seorang pria mengenakan sweter biru sedang meminum segelas air putih di dalam ruangan dengan latar dinding bergaris.
Ilustrasi pria minum air putih (freepik.com/freepik)

Kafein bersifat diuretik ringan yang dapat membuat tubuh kehilangan cairan dengan lebih cepat. Dehidrasi bisa memperparah rasa tidak nyaman dan deg-degan. Sebaiknya, selalu minum 1-2 gelas air putih setelah minum kopi untuk membuat tubuh selalu terhidrasi.

Dengan menyeimbangkan konsumsi kopi dengan air putih, kamu dapat membantu menjaga kondisi tubuh agar tetap stabil dan mengurangi efek samping kafein yang membuat tubuh menjadi cemas dan jantung berdebar.

4. Pilih jenis kopi dan teknik seduh yang ringan

Kopi bubuk dalam wadah kayu diletakkan di atas nampan logam berhiaskan biji kopi di sekelilingnya.
Ilustrasi kopi bubuk (pixabay.com/congerdesign)

Tidak semua kopi diciptakan sama. Jika kamu sering merasa deg-degan, hindari biji kopi jenis robusta yang memiliki kadar kafein hampir dua kali lipat dibandingkan arabika. Pilihlah biji kopi arabika yang cenderung lebih lembut dan memiliki profil rasa lebih asam namun rendah kafein.

Selain jenis biji kopi, teknik menyeduh kopi seperti cold brew juga bisa menjadi alternatif yang menarik. Proses perendaman kopi dengan air dingin dalam waktu yang lama ini akan membuat kandungan kafein dalam kopi menjadi turun. Teknik ini juga akan membuat tingkat keasaman dari kopi menjadi lebih rendah dan sering kali terasa lebih "ramah" bagi mereka yang sensitif terhadap efek kafein dari kopi.

5. Batasi jumlah konsumsi kopi harian

Seorang pria mengenakan kaus putih sedang menikmati secangkir kopi sambil berdiri di dekat jendela dapur dengan cahaya alami.
Ilustrasi pria sedang minum secangkir kopi (pexels.com/MART PRODUCTION)

Rasa berdebar sehabis minum kopi sering kali bukan disebabkan oleh satu cangkir kopi saja, melainkan akumulasi kafein dari beberapa cangkir dalam satu hari. Tanpa disadari, kopi pagi, kopi siang, dan kopi sore bisa membuat asupan kafein melampaui batas toleransi tubuh.

Idealnya, konsumsi kopi dibatasi sekitar 1–2 cangkir per hari. Jika kamu terbiasa minum lebih dari itu, pengurangan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh tidak mengalami efek samping seperti sakit kepala atau lemas akibat penurunan kafein secara drastis.

6. Minum kopi secara perlahan dan tidak terburu-buru

Seorang perempuan memegang secangkir kopi hangat dengan busa di atasnya sambil duduk santai mengenakan sweater dan kaus kaki.
Ilustrasi menikmati secangkir kopi (pexels.com/Chait Goli)

Cara minum kopi juga berpengaruh pada reaksi tubuh. Menenggak kopi dengan cepat akan membuat kafein masuk ke dalam tubuh dalam waktu singkat, sehingga efeknya akan terasa lebih kuat. Hal ini dapat memicu jantung berdebar, tangan gemetar, atau rasa gelisah.

Menikmati kopi secara perlahan tidak hanya lebih menyenangkan, tetapi juga dapat membantu tubuh menyerap kafein secara bertahap. Dengan begitu, efek stimulan dari kopi akan terasa lebih stabil dan tidak “mengejutkan” sistem saraf.

7. Kenali batas toleransi tubuh

Seorang wanita berambut pirang memegang cangkir putih berisi kopi hangat sambil menikmati aromanya di suasana santai.
Ilustrasi wanita yang sedang menikmati secangkir kopi (pexels.com/Karola G)

Tips terkahir dan yang paling penting adalah menyadari bahwa setiap orang memiliki ambang batas toleransi kafein yang berbeda-beda. Jika kamu merasa satu gelas besar kopi terlalu kuat, jangan ragu untuk menguranginya menjadi setengah porsi atau beralih ke jenis kopi dengan kandungan kafein yang rendah atau decaf.

Tidak ada standar yang sama untuk semua orang, sehingga mengenali sinyal tubuh adalah kunci utama. Jika kamu mulai merasa gelisah, jantung berdebar, atau sulit fokus, itu merupakan tanda bahwa tubuh sudah mencapai batas toleransinya. Mendengarkan sinyal dari tubuh adalah cara terbaik untuk menikmati kopi tanpa mengorbankan kenyamanan fisik.

Minum kopi tidak harus selalu identik dengan rasa deg-degan atau cemas. Sebagian besar efek tersebut muncul karena kebiasaan mengonsumsi kopi yang kurang tepat. Dengan memperhatikan waktu, jumlah, jenis kopi, serta kondisi tubuh, kopi dapat dinikmati dengan lebih aman dan nyaman tanpa takut membuat jantung berdebar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Related Articles

See More

7 Kesalahan Mencukur Rambut Kemaluan, Umum Dilakukan

27 Apr 2026, 21:41 WIBHealth