ilustrasi tongseng (vecteezy.com/Rima Arfianasari)
Meski kandungan gizinya baik, konsumsi daging kambing tetap tidak boleh berlebihan. Tubuh tetap membutuhkan keseimbangan antara protein hewani, serat, vitamin, dan mineral dari sumber makanan lain. Porsi yang terlalu besar justru dapat membuat asupan lemak dan kalori meningkat, terutama jika diolah memakai kuah bersantan atau jeroan. Karena itu, cara makan yang seimbang tetap menjadi hal utama.
Orang dengan kondisi kesehatan tertentu juga perlu lebih bijak saat mengonsumsi daging merah, termasuk daging kambing. Mengimbanginya dengan sayur, buah, dan air putih membantu tubuh memproses makanan dengan lebih baik. Selain itu, memilih bagian daging yang tidak terlalu berlemak dapat membantu menjaga asupan tetap lebih ringan. Jika dikonsumsi secara wajar, daging kambing sebenarnya bisa menjadi sumber zat besi yang cukup bermanfaat untuk tubuh.
Daging kambing tidak selalu seburuk anggapan banyak orang, terutama jika dilihat dari kandungan zat besinya yang cukup tinggi. Dengan pengolahan dan porsi yang tepat, daging ini bisa menjadi salah satu sumber nutrisi penting untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian. Setelah mengetahui fakta tersebut, masih menganggap daging kambing kalah bergizi dibanding daging sapi?