Deadlift tak hanya soal mengangkat beban dari lantai ke atas. Gerakannya melibatkan banyak otot secara bersamaan. Berikut otot-otot utama yang bekerja saat kamu melakukan deadlift:
Glutes adalah otot yang membentuk bokongmu. Otot ini salah satu penggerak utama deadlift karena bertanggung jawab untuk ekstensi pinggul yang menjadi tenaga pendorong saat menarik beban ke atas.
Hamstrings bekerja beriringan dengan glutes untuk menekuk dan meluruskan pinggul selama deadlift. Saat menurunkan beban ke lantai, otot-otot ini akan terasa meregang sehingga membantu mengontrol gerakan dengan stabil.
Otot ini menjaga punggung tetap lurus saat deadlift. Dengan spinal erectors yang bekerja, tulang belakang tetap netral dan aman dari tekanan berlebih sehingga bisa memastikan tenaga tetap fokus pada glutes dan hamstrings, bukan punggung bawah.
Seluruh otot inti, termasuk rectus abdominis, transverse abdominis, dan obliques, ikut bekerja untuk menstabilkan tulang belakang. Mulai dari saat beban diangkat hingga kembali ke lantai, core berperan menjaga postur dan keseimbangan tubuh.
Latissimus dorsi, atau lats, membantu menstabilkan tulang belakang dan menjaga agar beban tetap dekat dengan tubuh. Selain itu, lats juga menjaga postur tetap tegak, membuat deadlift jadi latihan punggung sekunder yang efektif.
Otot trapezius membantu menstabilkan bahu selama deadlift. Walau tampak kecil perannya, traps penting untuk menjaga bahu tetap kuat dan posisi tubuh tetap stabil saat mengangkat beban berat.
Forearms sangat penting untuk kekuatan genggaman. Otot ini membantu memegang bar, dumbbell, atau kettlebell tanpa kehilangan kontrol. Jika tujuanmu juga ingin membangun otot lengan bawah, sebaiknya gunakan grip standar (overhand) sebanyak mungkin