Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pull-Up Melatih Otot Apa? Ini Jawaban Lengkapnya

ilustrasi pull-up
ilustrasi pull-up (unsplash.com/Anastase Maragos)
Intinya sih...
  • Pull-up terutama melatih otot punggung untuk menarik tubuh ke atas.
  • Otot lengan membantu proses tarikan agar gerakan terasa lebih kuat.
  • Otot bahu menjaga kestabilan tubuh selama gerakan berlangsung.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pull-up kerap dianggap latihan sederhana karena hanya membutuhkan satu palang. Namun, justru di situlah letak tantangannya. Banyak orang bisa menggenggam besi, tetapi belum tentu mampu mengangkat tubuhnya sendiri secara penuh. Rasa penasaran soal pull-up melatih otot apa biasanya muncul setelah beberapa kali mencoba, terutama ketika bagian tubuh tertentu terasa pegal.

Gerakan menarik tubuh ke atas itu sebenarnya memaksa tubuh bekerja secara bersamaan. Ada otot yang bertugas menarik, ada yang menahan, dan ada yang menjaga keseimbangan agar tubuh tidak kehilangan kontrol. Berikut penjelasan lengkapnya!

1. Otot punggung berperan sebagai penggerak utama tubuh

ilustrasi pull-up
ilustrasi pull-up (unsplash.com/Richard R)

Pull-up dikenal luas sebagai latihan yang sangat efektif bagi punggung karena sebagian besar beban ditopang area ini. Gerakan menarik tubuh ke atas memaksa otot punggung lebar atau latissimus dorsi berkontraksi kuat untuk mengangkat berat badan. Aktivasi tersebut menciptakan tarikan ke bawah pada lengan sekaligus membantu tubuh mendekati palang secara stabil.

Selain latissimus dorsi, punggung bagian atas, seperti trapezius dan rhomboid, ikut bekerja menjaga posisi bahu tetap terkendali. Kombinasi otot-otot ini berperan mempertahankan postur punggung agar tidak membulat berlebihan saat tubuh bergerak naik. Itulah alasan pull-up sering dikaitkan dengan pembentukan siluet punggung berbentuk V yang tegas.

2. Otot lengan membantu proses tarik secara terkontrol

ilustrasi pull-up
ilustrasi pull-up (unsplash.com/Lawrence Crayton)

Peran lengan pada pull-up sering dianggap sekadar pendukung, padahal kontribusinya cukup besar dalam menentukan kelancaran gerakan. Saat tangan mencengkeram palang, otot biseps atau biceps brachii langsung terlibat untuk membantu proses fleksi siku. Kontraksi biseps ini membuat tarikan terasa lebih stabil dan mencegah gerakan patah di tengah jalan.

Bagian bawah biseps, yaitu brachialis, juga ikut aktif, terutama ketika posisi siku mulai menekuk maksimal. Aktivasi ini membuat lengan terasa lebih padat seiring latihan rutin. Keterlibatan otot lengan pada pull-up menjadikannya latihan fungsional karena kekuatan tarik tersebut berguna dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari mengangkat barang hingga menopang tubuh.

3. Otot bahu menjaga stabilitas sendi selama gerakan

ilustrasi pull-up
ilustrasi pull-up (pexels.com/cottonbro studio)

Bahu memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan dan keamanan sendi saat pull-up dilakukan berulang kali. Otot deltoid bagian belakang bekerja membantu punggung mengarahkan lengan ke posisi yang tepat selama tarikan berlangsung. Tanpa peran bahu, gerakan pull-up berisiko membebani sendi secara tidak merata.

Stabilitas bahu juga dipengaruhi otot-otot kecil penyangga sendi yang bekerja secara refleks. Kerja sama antara bahu dan punggung menciptakan gerakan yang lebih halus sekaligus mengurangi potensi cedera. Pull-up yang dilakukan benar justru membantu memperkuat area bahu agar lebih siap menghadapi beban latihan lain.

4. Otot inti menahan tubuh tetap seimbang di udara

ilustrasi pull-up
ilustrasi pull-up (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Walau fokus visual tertuju pada lengan dan punggung, peran otot inti tidak bisa diabaikan. Saat tubuh tergantung di palang, otot perut dan oblique otomatis berkontraksi untuk menjaga posisi badan tetap lurus. Kontraksi ini mencegah tubuh berayun berlebihan yang dapat mengganggu efektivitas latihan.

Keterlibatan inti menjadikan pull-up sebagai latihan menyeluruh bagi tubuh bagian atas. Otot inti berfungsi sebagai penghubung antara tubuh atas dan bawah sehingga gerakan terasa lebih terkontrol. Konsistensi latihan ini dapat membantu meningkatkan kekuatan stabilisasi tubuh secara keseluruhan.

5. Otot lengan bawah memperkuat daya cengkeram

ilustrasi pull-up
ilustrasi pull-up (pexels.com/RDNE Stock project)

Aspek lain yang sering luput diperhatikan ialah kerja otot lengan bawah selama pull-up. Saat tangan mencengkeram palang, otot-otot fleksor di lengan bawah bekerja keras mempertahankan grip agar tidak mudah lepas. Kekuatan cengkeraman ini menentukan durasi dan jumlah repetisi yang mampu dilakukan.

Latihan pull-up secara rutin terbukti membantu meningkatkan grip strength tanpa latihan tambahan. Peningkatan daya cengkeram bermanfaat tidak hanya dalam olahraga, tetapi juga aktivitas harian, seperti membawa barang berat. Inilah salah satu alasan pull-up dianggap latihan fungsional yang relevan bagi banyak orang.

Pemahaman tentang pull-up melatih otot apa membantu kamu melihat latihan ini sebagai gerakan komprehensif, bukan sekadar menarik tubuh ke atas palang semata. Banyaknya otot yang terlibat menjadikan pull-up efisien untuk membangun kekuatan tubuh bagian atas secara seimbang. Sudah siapkah kamu menjadikan pull-up sebagai latihan rutin berikutnya?

Referensi:
"Which Muscles You Actually Use When You Do Pullups". Men's Health. Diakses Januari 2026.
"How to Start Doing Pull-ups, According to Experts". Nike. Diakses Januari 2026.
"Muscles Worked in Pull Ups and Chin Ups". RubberBanditz. Diakses Januari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Health

See More

4 Manfaat Pure Matcha, Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Tubuh

29 Jan 2026, 17:00 WIBHealth