Comscore Tracker

Cara Menyimpan Obat yang Benar, Bukan di Dalam Kulkas!

Penyimpanan yang salah bikin khasiat obat menurun

Biasanya di rumah kita menyimpan obat-obatan, baik obat persediaan, untuk pertolongan pertama, atau obat yang dikonsumsi sehari-hari untuk kondisi medis tertentu. Namun, sayangnya banyak yang kurang memperhatikan anjuran penyimpanan obat yang biasanya ada di kemasan obat. Padahal, penyimpanan obat dengan benar penting untuk menjamin keamanan dan kerja obat.

Cara Menyimpan Obat yang Benar, Bukan di Dalam Kulkas!ilustrasi tempat penyimpanan obat-obatan (pans.ns.ca)

Penyimpanan obat telah diatur dalam Farmakope Indonesia. Ada banyak kategori suhu penyimpanan obat, tetapi suhu penyimpanan yang umum digunakan di rumah, yaitu:

  • Suhu dingin atau kulkas: 2-8 derajat Celcius
  • Suhu kamar atau ruang: 15-30 derajat Celcius

Mengutip Direktorat Pelayanan Kefarmasian Kemenkes, penyimpanan obat yang baik secara umum yaitu:

  • Tidak melepas etiket obat
  • Membaca dan mengikuti aturan penyimpanan obat
  • Menjauhkan obat dari jangkauan anak-anak
  • Menyimpan obat dalam kemasan asli dan wadah tertutup rapat
  • Tidak menyimpan obat di dalam mobil dalam jangka lama
  • Memperhatikan tanda-tanda kerusakan obat dalam penyimpanan

Menurut keterangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM), tanda-tanda kerusakan pada obat yaitu perubahan organoleptik, seperti bentuk, warna, rasa, dan bau. Misalnya, kapsul yang meleleh atau obat sirop yang berubah rasa dan warnanya. Selain itu, kerusakan juga bisa dalam bentuk kemasan yang robek, retak, penyok, atau label obat yang tak terbaca. 

Penyimpanan obat yang kurang tepat akan mengakibatkan obat cepat rusak dan khasiatnya menurun. Obat yang rusak juga mengakibatkan obat kedaluwarsa sebelum waktunya, bahkan bisa membahayakan.

Penting untuk kita ketahui bersama, inilah rekomendasi cara menyimpan obat yang benar dirangkum dari Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

1. Penyimpanan tablet dan kapsul

Cara Menyimpan Obat yang Benar, Bukan di Dalam Kulkas!ilustrasi obat tablet (pexels.com/Pixabay)

Sediaan obat tablet atau kapsul sebagian besar disimpan di suhu ruang, kecuali bila ada instruksi khusus. Jangan menyimpan tablet dan kapsul di tempat yang panas yang terkena cahaya matahari dan tempat yang lembap, karena ini bisa membuat obat menjadi rusak.

Obat sediaan tablet atau kapsul juga tidak disarankan disimpan di lemari es karena akan memengaruhi stabilitas bahan obat dan mengakibatkan komponen obat rusak. Jika komponen obat sampai rusak, maka obat tidak bekerja secara optimal.

Menyimpan obat tablet dan kapsul dalam kemasan aslinya dapat mempertahankan stabilitas obat.

2. Penyimpanan obat sirop

Cara Menyimpan Obat yang Benar, Bukan di Dalam Kulkas!ilustrasi obat sirop (pixabay.com/frolicsomepl)

Sediaan lain yang harus disimpan dalam suhu ruangan adalah obat sirop, kecuali bila ada instruksi khusus yang tertulis di kemasan. Walaupun sudah dibuka, sediaan obat sirop tidak boleh disimpan di lemari es, karena komponen obat di dalamnya akan beku dan rusak.

Kerusakan dapat terjadi meskipun obat belum kedaluwarsa karena suhu penyimpanan yang tidak sesuai. Jika rusak, maka khasiat obat menjadi berkurang bahkan bisa berbahaya untuk kesehatan.

Baca Juga: Cara Membuang Obat dengan Benar, Jangan Sembarangan!

3. Penyimpanan obat tetes mata 

Cara Menyimpan Obat yang Benar, Bukan di Dalam Kulkas!ilustrasi obat tetes mata (unsplash.com/ Towfiqu barbhuiya)

Di mana kamu biasa menyimpan obat tetes mata yang sudah dibuka? Jika kamu menyimpannya di lemari es, segera ubah kebiasaanmu!

Faktanya, obat tetes mata umumnya disimpan dalam suhu ruangan, atau kamu bisa menyesuaikan dengan keterangan penyimpanan yang disarankan di kemasan tetes mata.

Obat tetes mata setelah kemasan dibuka hanya boleh digunakan selama 1 bulan. Untuk obat tetes mata minidose, sediaan tetes mata dengan ukuran kecil, setelah dibuka hanya boleh digunakan selama 3x24 jam. Jadi, setelah kemasan dibuka, tetes mata tidak lagi mengikuti tanggal kedaluwarsa.

Jika tetap digunakan melebihi jangka waktu tersebut, dikhawatirkan efektivitasnya menurun dan obat akan ditumbuhi mikroba, mengingat sediaan tetes mata adalah sediaan yang steril.

4. Penyimpanan salep 

Cara Menyimpan Obat yang Benar, Bukan di Dalam Kulkas!ilustrasi obat salep (netdoctor.co.uk)

Salep umumnya disimpan pada dalam suhu ruang, kecuali ada instruksi lain yang tertera di kemasannya. Bila kamu menyimpannya di dalam kulkas, dikhawatirkan komponen obat di dalam salep akan rusak.

Menyimpan salep dengan benar akan membuat khasiat salep tetap efektif. Bila kamu ragu dengan sediaan yang kamu beli disimpan di mana, kamu bisa menanyakannya ke apoteker.

5. Penyimpanan obat suppository dan ovula

Cara Menyimpan Obat yang Benar, Bukan di Dalam Kulkas!ilustrasi obat sediaan suppository (projectcbd.org)

Sediaan suppository dan ovula harus disimpan dalam suhu dingin. Jadi, kamu bisa menyimpannya di lemari es, tetapi bukan di freezer. Suhu dingin akan menjaga obat tetap padat.

Kalau kamu menyimpannya di suhu kamar, obat bisa menjadi tidak stabil. Selain itu, sediaan suppository dan ovula bisa meleleh pada suhu ruang, sehingga akan sulit saat akan digunakan.

Itulah beberapa rekomendasi cara menyimpan obat yang benar. Penyimpanan obat yang tepat akan membuat obat bekerja secara maksimal. Sebelum menggunakan obat, pastikan kamu membaca instruksi pada kemasan obat dan perhatikan panduan penyimpanannya. Kalau kamu ragu atau ada yang tidak dimengerti, jangan ragu untuk bertanya kepada apoteker.

Baca Juga: 7 Obat-obatan yang Perlu Disimpan di Rumah, Selalu Sediakan ya!

Dewi Purwati Photo Verified Writer Dewi Purwati

Health enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R F
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya