Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang perempuan makan buah-buahan.
ilustrasi makan buah (freepik.com/jcomp)

Intinya sih...

  • Karbohidrat, lemak, dan protein penting untuk energi dan pemulihan otot. Mikronutrien seperti kalsium, vitamin D, zat besi, dan antioksidan juga diperlukan.

  • Waktu terbaik untuk makan makanan lengkap adalah sekitar 2 hingga 3 jam sebelum mulai berlari.

  • Konsumsi camilan yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein dalam 1 jam pertama setelah lari untuk mengisi kembali simpanan glikogen, mendukung pemulihan, serta membangun kembali otot yang tegang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi banyak orang, lari kelihatannya sederhana: pakai sepatu, keluar rumah, lalu berlari sejauh mungkin. Namun, performa di lintasan tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering latihan, tetapi juga oleh apa yang masuk ke tubuh setiap hari. Entah itu lari santai keliling komplek sampai persiapan maraton, pola makan berperan besar dalam menentukan apakah tubuh kuat sampai finish atau justru kehabisan energi di tengah jalan. 

Sayangnya, masih banyak pelari yang fokus ke jadwal latihan, tetapi lupa mengatur asupan. Ada yang takut makan karbohidrat karena mau mengurangi berat badan, ada juga yang asal ngemil tanpa mempertimbangkan kandungan gizinya. Padahal, diet terbaik untuk pelari adalah soal menyesuaikan makanan dengan kebutuhan tubuh. Kalau asupan tepat, lari terasa lebih ringan, pemulihan lebih cepat, dan performa akhirnya ikut naik.

1. Dasar-dasar nutrisi untuk pelari

Tiga makronutrien penting untuk diet secara keseluruhan adalah:

  • Karbohidrat: Karbohidrat adalah sumber energi utama tubuh dan sangat penting untuk lari jarak jauh. Tubuh memecah karbohidrat dari makanan menjadi bentuk paling sederhana, yaitu gula glukosa. Glukosa dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi sel, yang disebut adenosin trifosfat (ATP). Selama berlari atau berolahraga, tubuh dapat mengirim glukosa ke sel otot sebagai sumber energi langsung. Glukosa tambahan dalam aliran darah dikirim ke hati dan sel otot untuk disimpan sebagai glikogen.

  • Lemak: Lemak yang tersimpan di dalam tubuh adalah sumber bahan bakar yang sangat baik, terutama selama lari jarak jauh. Secara umum, kamu harus mendapatkan antara 20–30 persen dari total kalori harian dari lemak tak jenuh. Asupan lemak yang terlalu rendah dikaitkan dengan kekurangan vitamin larut lemak dan asam lemak esensial. Selama latihan ketahanan jangka panjang, tubuh menggunakan cadangan lemaknya sebagai sumber energi utama.

  • Protein: Aktivitas seperti berlari atau berolahraga sebenarnya merusak otot. Dalam hal ini, kamu perlu mengisi ulang protein untuk membangun kembali otot. Tanpa protein yang cukup, kamu akan mengalami penyusutan otot, peningkatan risiko cedera, dan kinerja yang lebih buruk.

2. Mikronutrien

Selain makronutrien, kamu juga perlu mendapatkan mikronutrien untuk meningkatkan performa lari dan pemulihan otot. Ini dia mikronutrien yang penting untuk pelari:

  • Kalsium: Nutrisi utama yang berperan penting dalam kesehatan tulang dan kontraksi otot.

  • Vitamin D: Penting untuk kesehatan tulang karena mendukung penyerapan kalsium dan fosfor. Vitamin ini juga dapat berkontribusi pada metabolisme dan fungsi otot. 

  • Zat besi: Sangat penting untuk perkembangan sel darah merah, yang mengantarkan oksigen ke sel otot yang bekerja. 

  • Antioksidan: Membantu mengurangi kerusakan sel yang disebabkan oleh oksidasi akibat olahraga intensif. 

  • Nutrisi lainnya: Banyak atlet mungkin menggunakan suplemen atau mengonsumsi makanan untuk meningkatkan kinerja, seperti bit, kafein, beta-alanin, dan karnosin.

3. Apa yang harus dimakan sebelum berlari dan kapan?

ilustrasi berbagai jenis makanan sumber karbohidrat (freepik.com/freepik)

Waktu terbaik untuk makan makanan lengkap adalah sekitar 2 hingga 3 jam sebelum mulai berlari. Konsumsilah sumber karbohidrat yang baik yang dipadukan dengan protein, dan pastikan makanan tersebut berfokus pada sumber karbohidrat yang sehat.

Setengah jam sebelum berlari, kamu bisa makan camilan tinggi karbohidrat untuk memastikan tubuh memiliki cadangan glukosa yang cukup.

Tepat sebelum berlari, sebaiknya konsumsi karbohidrat yang mudah dicerna untuk menghindari gangguan pencernaan, seperti kram atau diare.

Berikut beberapa makanan yang cocok dikonsumsi sebelum berlari:

  • Pisang.

  • Biskuit, pretzel, atau sereal.

  • Roti putih.

  • Kentang.

4. Apa yang harus dimakan setelah berlari?

Kadang-kadang orang tidak merasa lapar setelah berlari. Namun, penting untuk mengonsumsi camilan atau makanan ringan yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein dalam satu jam pertama setelah berlari untuk mengisi kembali simpanan glikogen dan mendukung pemulihan serta membangun kembali otot yang tegang.

Makanan yang cocok dikonsumsi setelah berlari, meliputi:

  • Selai kacang dan pisang.

  • Roti panggang dan telur.

  • Sandwich dengan daging.

  • Pasta dengan daging atau protein nabati.

  • Burger.

  • Protein shake atau smoothie.

5. Tips diet lainnya untuk pelari

Jika ingin meningkatkan performa lari, berikut tips diet yang mungkin membantu:

  • Pastikan kamu makan cukup: Jika kamu terus-menerus merasa lapar atau kekurangan energi, ini mungkin pertanda kamu perlu meningkatkan asupan kalori.

  • Hidrasi: Tetap terhidrasi sangat penting untuk performa optimal. Pastikan kamu minum sedikit air selama berlari untuk mencegah dehidrasi. Namun, hindari minum terlalu banyak sekaligus.

  • Isi kembali elektrolit: Setelah 60 menit latihan intensif, kamu mungkin perlu mengisi kembali elektrolit, terutama natrium dan kalium.

  • Batasi serat dan FODMAP sebelum berlari: Makanan tinggi serat dan FODMAP dapat meningkatkan gangguan perut selama berlari. 

  • Dengarkan tubuh: Kamu mungkin perlu melakukan penyesuaian berdasarkan perasaan dan tujuan pribadi. Pertimbangkan untuk bekerja sama dengan ahli gizi olahraga untuk membuat rencana yang dipersonalisasi.

Makanan yang kamu konsumsi memainkan peran utama dalam performa lari. Tergantung pada tujuan pribadi dan performa, jarak lari, dan tingkat pengalaman, kamu perlu mengonsumsi makanan yang tepat untuk membantumu berlari sebaik mungkin. Karena setiap pelari memiliki kondisi yang berbeda, kamu mungkin perlu melakukan uji coba untuk melihat makanan dan faktor diet lainnya mana yang paling cocok untukmu.

Referensi

Healthline. Diakses pada Januari 2026. "What’s the Best Diet for Runners? Nutrition Tips and More."

Johns Hopkins Medicine. Diakses pada Januari 2026. "Runner's Diet."

Editorial Team