Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Efektifkah Micro Workout untuk Diet dan Kebugaran? Ini Faktanya!
ilustrasi peregangan (pexels.com/Ivan S)
  • Micro workout adalah latihan ringan hingga sedang berdurasi 1–5 menit yang dilakukan berulang di sela aktivitas, tanpa memerlukan waktu, alat, atau fasilitas khusus.
  • Studi pada pekerja kantor kurang aktif menunjukkan latihan mikro 3 menit tiap jam selama 12 minggu menurunkan lingkar pinggang dan tekanan darah sistolik, serta meningkatkan HDL, energi, dan produktivitas.
  • Penelitian pada individu obesitas menemukan olahraga terputus-putus sepanjang hari meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan lapar; pilihan latihannya mencakup kardio, squat, lunges, push-up, serta angkat beban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seiring tuntutan kehidupan yang semakin sibuk, kita sering kali tidak memiliki banyak waktu untuk berolahraga secara rutin. Untungnya, akhir-akhir ini, muncul gagasan tentang olahraga singkat hanya beberapa menit saja di sela-sela kesibukan, yang bisa membantu meningkatkan kebugaran sehari-hari. Istilah ini dikenal dengan micro workout!

Micro workout sangat sederhana. Kamu bisa berolahraga sembari bekerja, belajar, atau pun menjalankan aktivitas lainnya tanpa perlu menyisihkan banyak waktu untuk latihan fisik. Misalnya, melakukan HIIT beberapa menit di tengah menyusun laporan kerja, melakukan squat dua hingga tiga menit sembari menghafalkan presentasi, melakukan kardio 5 menit saat istirahat kerja, dan lain sebagainya.

Namun, efektifkah micro workout untuk mendapatkan manfaat kebugaran dan membantu diet? Artikel di bawah ini akan mengulasnya lebih lanjut. Yuk, simak sampai tuntas!

1. Mengenal micro workout

ilustrasi micro workout (pexels.com/Gustavo Fring)

Micro workout, atau juga dikenal dengan micro exercise, adalah olahraga singkat tetapi intens selama beberapa menit di tengah kepadatan aktivitas. Berbeda dengan olahraga pada umumnya, micro workout tidak membutuhkan intervensi waktu, peralatan, dan fasilitas khusus untuk berolahraga. Akan tetapi, ini hanya melibatkan olahraga intensitas ringan hingga sedang selama beberapa detik hingga menit, biasanya 1–5 menit di antara waktu sibuk. Yaps, ini seperti selingan olahraga di tengah aktivitas rutin sehingga terkadang juga disebut dengan exercise snacking atau camilan olahraga.

Jika pada umumnya olahraga direkomendasikan untuk dilakukan setidaknya 150-300 menit per minggu dengan intensitas sedang—atau setara dengan sekitar 20-40 menit latihan per hari, dalam micro workout kamu bisa melakukan di bawah waktu tersebut, sesuai dengan keluangan waktu yang kamu miliki. Akan tetapi, sama seperti snacking, micro workout dilakukan beberapa kali di sepanjang hari yang aktif. Idenya adalah untuk mendorong tubuh tetap aktif meski jadwal aktivitas sangat padat.

Beberapa manfaat yang diharapkan adalah:

  • Dapat meningkat kepatuhan berolahraga

  • Meningkatkan kesehatan secara keseluruhan

  • Meningkatkan kesehatan otak dan suasana hati

  • Menurunkan stres kerja

  • Menurunkan tekanan darah

  • Menurunkan berat badan

  • Meningkatkan kebugaran

2. Efektifkah micro workout untuk mendapatkan manfaat kebugaran dan diet?

ilustrasi micro workout (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Dalam beberapa penelitian yang tersedia, latihan fisik singkat yang dilakukan sepanjang hari dapat menghasilkan dampak yang besar bagi tubuh, daripada tidak sama sekali. Dalam studi yang dimuat dalam BMC Public Health tahun 2026, dilakukan uji coba terhadap 86 pekerja kantor yang kurang aktif berusia 25-55 tahun selama 12 minggu. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pertama yang melakukan istirahat kerja dengan latihan mikro selama 3 menit setiap jam selama hari kerja dan kelompok lainnya (kontrol) mempertahankan perilaku kurang aktif seperti biasanya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang melakukan aktivitas fisik singkat atau micro workout selama jam kerja mengalami penurunan lingkar pinggang, tekanan darah sistolik, dan peningkatan kolesterol “baik” HDL. Selain itu, peserta yang melakukan micro workout juga melaporkan peningkatan energi serta produktivitas kerja yang lebih tinggi dari kelompok yang tidak melakukan aktivitas fisik singkat. Kesimpulannya adalah micro workout secara signifikan dapat meningkatkan berbagai penanda kesehatan metabolik.

Penelitian lain juga melaporkan hal serupa. Dalam studi yang dimuat dalam jurnal Obesity tahun 2013, dilakukan uji coba terhadap 11 individu obesitas. Peserta dibagi dalam tiga kelompok, yaitu kelompok kontrol yang mempertahankan perilaku tidak aktif, kelompok yang melakukan olahraga terus-menerus, dan kelompok yang melakukan olahraga secara terputus-putus sepanjang hari.

Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang melakukan olahraga secara terputus-putus sepanjang hari mengalami peningkatan rasa kenyang dan penurunan rasa lapar lebih besar dari kelompok lainnya. Di mana ini menunjukkan bahwa micro workout juga dapat membantu mengendalikan nafsu makan yang bermanfaat untuk diet. Jadi, efektifkah micro workout untuk  membantu diet dan kebugaran? Bisa dibilang, micro workout juga efektif untuk membantu mendukung kebugaran dan diet karena membantu meningkatkan perilaku lebih aktif sepanjang hari.

3. Rekomendasi micro workout yang bisa kamu coba

ilustrasi micro workout (pexels.com/Kampus Production)

Latihan fisik singkat telah dilaporkan dapat memberikan manfaat yang signifikan untuk mendukung kebugaran dan kesehatan secara keseluruhan. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk menjadi malas bergerak di sela aktivitas yang padat. Nah, jika kamu ingin mencoba micro workout, ada beberapa latihan yang bisa kamu coba. Berikut daftarnya.

Latihan kardio

Kamu bisa mencoba melakukan latihan kardio dasar hingga lanjutan, seperti memulainya dengan berlari di tempat, kemudian menaikkan intensitas dengan lari di tempat sambil mengangkat lutut tinggi-tinggi, hingga mencoba variasi lain yang lebih berat seperti mengambil posisi lunges dan melompat. Beberapa pilihan lainnya seperti:

  • Pylo jack: lompatan kaki lebar-lebar ke posisi jongkok rendah, lalu lompatkan kembali kaki ke posisi rapat sambil memutar lengan.

  • Burpee: jongkok hingga tangan menyentuh lantai. Lompat atau melangkah mundur ke posisi plank.

  • Puddle jumpers: ambil langkah besar ke kanan sambil merentangkan kedua tangan lebar-lebar. Lanjutkan ke sisi lain dan teruskan secepat, serendah, dan selebar mungkin.

Latihan tubuh bagian bawah

Latihan ini akan melatih tubuh bagian bawah seperti otot bokong, pinggul, dan paha. Beberapa pilihannya termasuk:

  • Squat berdenyut: sambil memegang beban berat, jongkoklah serendah mungkin. Tahan posisi tersebut, dan perlahan-lahan naikkan tubuh beberapa inci.

  • 1,5 lunges: ambil posisi lunge sambil memegang beban berat. Turunkan tubuh ke posisi lunge, lalu dorong tubuh hingga setengah jalan ke atas. Turunkan kembali ke posisi lunge, lalu dorong tubuh sepenuhnya ke atas. Ulangi sebanyak yang kamu bisa.

  • Squat dengan pertukaran beban: berdiri dengan kaki terbuka lebar. Pegang beban di tangan kanan dan tekuk lutut hingga membentuk posisi squat. Lutut harus tetap sejajar dengan jari kaki. Letakkan beban di lantai dan berdiri. Pada squat berikutnya, angkat beban dengan tangan yang lain. Lanjutkan squat dan bergantian tangan.

Latihan dada

Latihan dada dapat membantu melatih salah satu otot terbesar di tubuh, yaitu otot dada. Kamu bisa melakukan beberapa set push up untuk melakukannya dalam beberapa detik atau menit latihan singkat.

Latihan bahu

Beberapa latihan bahu yang bisa dilakukan untuk latihan singkat termasuk:

  • Angkat beban di atas kepala: ambil posisi berdiri dan bawa beban di kedua tangan. Tekuk lengan 90 derajat dan posisikan beban di samping telinga. Angkat beban ke atas kepala, lalu turunkan kembali. Ulangi beberapa kali.

  • Angkat beban ke depan: pegang beban di depan paha dan angkat lurus ke atas setinggi bahu. Pastikan lengan tetap lurus dan sejajar dengan lantai.

  • Angkat beban ke samping tubuh: pegang beban di sisi tubuh, angkat beban ke samping hingga setinggi bahu.

Micro workout adalah salah satu pendekatan latihan yang membantu mengatasi perilaku kurang gerak di kehidupan yang super sibuk ini. Menurut penelitian, meski dilakukan secara singkat, micro workout juga bisa memberi dampak yang besar bagi tubuh. Daripada melewatkannya, yuk, mulai mencobanya dari sekarang.

Referensi

“Micro-exercise breaks every hour: a feasible strategy to improve metabolic health in sedentary office workers”. National Library of Medicine. Diakses Oktober 2026.

“Satiety, but not total PYY, Is increased with continuous and intermittent”. Willey Online Library. Diakses Oktober 2026.

“Are 5-Minute Daily Workout Routines Really Beneficial?”. Healthline. Diakses Oktober 2026.

“8 Mini Workouts That Work Your Whole Body”. Verywell Fit. Diakses Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article