Comscore Tracker

Bikin Menyesal, 5 Hal Ini Tidak Boleh Kamu Lakukan saat Sedang Marah

Lebih baik menyendiri dulu saat sedang marah

Menyimpan amarah bukan hanya membuat suasana hati menjadi buruk, tetapi juga dapat membahayakan kemampuanmu dalam melakukan tugas sehari-hari. Tak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang di sekitarmu.

Oleh sebab itu, kamu tidak boleh gegabah dan sembarangan bertindak saat sedang dalam keadaan marah. Tenangkan diri dulu, berikut ini adalah hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat kamu sedang marah.

1. Mengemudi

Bikin Menyesal, 5 Hal Ini Tidak Boleh Kamu Lakukan saat Sedang Marahpexels.com/Andrea Piacquadio

Menurut American Psychological Association, mengemudi dalam keadaan marah terbukti lebih berisiko dan meningkatkan risiko kecelakaan. Ketika sedang merasakan emosi negatif tersebut, seseorang jadi lebih siap untuk bertarung. Jadi, ini bukan saat yang tepat untuk berkendara.

Selain itu, amarah memberi visi terowongan, sehingga individu cenderung menatap lurus ke depan dan mungkin tidak melihat pejalan kaki atau mobil lain yang hendak menyeberang atau berada di sisi jalan.

2. Tidur

Bikin Menyesal, 5 Hal Ini Tidak Boleh Kamu Lakukan saat Sedang Marahpexels.com/Ivan Oboleninov

Jangan pernah pergi tidur dengan keadaan marah. Sebab, menurut sebuah penelitian dalam Journal of Neuroscience, tidur meningkatkan ingatan, terutama ingatan emosional, sehingga tidur dalam kondisi marah dapat memperkuat atau mempertahankan emosi negatif.

Tidur membantu kamu memproses dan mengonsolidasikan informasi yang kamu peroleh saat terbangun. Jadi, pergi tidur setelah pertengkaran kemungkinan akan menyebabkan pengalaman itu terkonsolidasi lebih efektif daripada jika kamu terus terjaga selama beberapa jam setelah pertengkaran.

Baca Juga: Marah-marah Terus Bisa Mendatangkan Penyakit, Ini 7 Cara Mengelolanya!

3. Makan

Bikin Menyesal, 5 Hal Ini Tidak Boleh Kamu Lakukan saat Sedang Marahfreepik.com/drobotdean

Menenangkan amarah dengan makanan dapat menjadi bumerang, menurut Conquer Your Stress With Mind/Body Techniques. Kenapa?

Umumnya, saat sedang marah, kita sering memilih makanan yang tidak sehat. Hampir tidak ada orang yang memilih sayur atau buah-buahan saat sedang marah. Sebaliknya, semua orang pasti memilih makanan yang menyenangkan mulut atau comfort food, seperti makanan tinggi gula, tinggi lemak, dan kaya akan karbohidrat.

Ditambah, keadaan emosi yang meningkat memicu respons fight-or-flight, di mana tubuh menganggapnya dalam bahaya. Dalam keadaan seperti itu, pencernaan berada dalam mode darurat dan tidak berfungsi secara optimal, yang dapat menyebabkan diare atau sembelit.

4. Berdebat

Bikin Menyesal, 5 Hal Ini Tidak Boleh Kamu Lakukan saat Sedang Marahpexels.com/Polina Zimmerman

Melansir laman Boldsky, bertengkar hanya akan meningkatkan amarah dan membuat kamu mengatakan hal-hal yang tidak dapat kamu kendalikan.

Selanjutnya, ketika amarah telah reda, kamu akan menyesal, tetapi penyesalan itu tidak ada gunanya. Jadi, lebih baik menyendiri dan menenangkan pikiran daripada berdebat yang hanya membuat rasa marah makin membara.

5. Mengabaikan tekanan darah

Bikin Menyesal, 5 Hal Ini Tidak Boleh Kamu Lakukan saat Sedang Marahunsplash.com/Marcelo Leal

Menurut penelitian dari European Heart Journal, risiko serangan jantung dan stroke meningkat dalam dua jam setelah ledakan amarah, terutama di antara mantan penderita serangan jantung. Risiko serangan jantung meningkat hampir lima kali lipat dan risiko stroke meningkat tiga kali lipat. Seram, ya?

Jadi, bagi orang-orang yang rentan terhadap tekanan darah tinggi, mereka wajib memeriksakan tekanan darah setelah marah. Orang yang marah harus tahu bagaimana tekanan darahnya merespons. Jika naik, mereka perlu berusaha lebih keras untuk mengelola amarahnya.

Supaya tidak menyesal nantinya, pastikan kamu tidak melakukan hal-hal di atas saat sedang marah, ya.

Baca Juga: Berbahaya, Ini 5 Alasan Kamu Tidak Boleh Tidur dalam Keadaan Marah

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

Lifelong learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya