Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Haruskah Makan Buah sebelum Makan Opor?

Haruskah Makan Buah sebelum Makan Opor?
ilustrasi buah potong (vecteezy.com/ NATTASAK BURANASRI)
Intinya Sih
  • Makan buah sebelum opor bisa membantu pencernaan dan membuat lambung lebih siap menerima makanan berat.

  • Urutan ini juga dapat membantu menjaga kestabilan gula darah setelah makan.

  • Namun, tidak semua orang cocok karena bisa menyebabkan kembung, jadi perlu menyesuaikan dengan kondisi tubuh.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lebaran selalu identik dengan hidangan bersantan, seperti opor yang terasa gurih dan mengenyangkan. Namun, muncul pertanyaan sederhana soal urutan makan, termasuk haruskah makan buah sebelum makan opor agar tubuh tetap nyaman. Hal ini sering dianggap sepele, padahal urutan konsumsi makanan bisa memengaruhi pencernaan, kadar gula darah, hingga rasa kenyang setelah makan.

Tidak sedikit yang merasa cepat enek setelah makan opor, sementara yang lain tetap nyaman meski makan tanpa jeda. Perbedaan ini berkaitan dengan cara tubuh mengolah jenis makanan yang masuk secara bersamaan. Berikut penjelasan yang bisa membantu memahami pilihan terbaik tanpa perlu mengikuti kebiasaan orang lain.

1. Buah membantu menyiapkan lambung sebelum makanan bersantan

ilustrasi buah potong
ilustrasi buah potong (vecteezy.com/Bigc Studio)

Makan buah sebelum opor dapat membantu lambung bekerja lebih ringan karena buah mudah dicerna dan mengandung air serta serat. Serat tersebut mendorong pergerakan usus lebih awal sehingga makanan berat tidak langsung menumpuk di lambung. Kondisi ini membuat proses pencernaan terasa lebih bertahap dan tidak terlalu membebani sistem cerna.

Selain itu, beberapa buah mengandung enzim alami, seperti papain pada pepaya yang membantu memecah protein. Lemak dari santan juga tidak langsung terasa berat karena tubuh sudah lebih siap menerima makanan berikutnya. Meski begitu, efek ini tetap bergantung pada kondisi lambung masing-masing. Jika lambung sensitif, tetap perlu memperhatikan jenis buah yang dikonsumsi.

2. Urutan makan memengaruhi lonjakan gula darah setelah Lebaran

ilustrasi opor ayam
ilustrasi opor ayam (commons.wikimedia.org/Pitchrigi)

Mengonsumsi buah sebelum makanan utama dapat membantu memperlambat penyerapan gula dari nasi dan opor. Serat dalam buah berperan menahan laju masuknya glukosa ke dalam darah sehingga tidak terjadi lonjakan tajam. Hal ini membuat tubuh tidak cepat merasa lemas setelah makan dalam porsi besar.

Situasi ini penting saat Lebaran karena menu cenderung tinggi karbohidrat dan lemak. Dengan urutan makan yang tepat, energi bisa lebih stabil setelah makan. Namun, jumlah buah tetap perlu dijaga agar tidak berlebihan. Konsumsi berlebihan justru bisa menambah asupan gula secara keseluruhan.

3. Kombinasi buah dan opor bisa memicu kembung pada sebagian orang

ilustrasi opor ayam
ilustrasi opor ayam (commons.wikimedia.org/Sakurai Midori)

Tidak semua orang cocok makan buah sebelum opor karena kombinasi ini bisa menyebabkan rasa penuh di perut. Buah yang cepat dicerna dapat tertahan lebih lama ketika bertemu makanan bersantan yang lebih lambat diproses. Akibatnya, muncul rasa begah setelah makan.

Proses ini bisa memicu pembentukan gas dalam jumlah kecil di saluran cerna. Sensasi tidak nyaman biasanya muncul beberapa saat setelah makan selesai. Jika kondisi ini sering terjadi, memberi jeda sebelum makan opor bisa menjadi pilihan. Jeda sekitar 30–60 menit cukup membantu mengurangi risiko tersebut.

4. Jenis buah menentukan kenyamanan pencernaan saat makan opor

ilustrasi buah potong
ilustrasi buah potong (vecteezy.com/Bigc Studio)

Pemilihan buah sangat berpengaruh terhadap kenyamanan setelah makan opor. Buah dengan kadar air tinggi, seperti semangka, terasa lebih ringan di lambung. Sebaliknya, buah yang terlalu asam dapat memicu rasa tidak nyaman pada lambung tertentu.

Buah seperti pisang dan pepaya sering menjadi pilihan karena punya tekstur lembut. Kandungan seratnya juga membantu tanpa memberi beban berlebih pada lambung. Dengan memilih buah yang tepat, risiko gangguan pencernaan bisa ditekan. Hal ini membuat tubuh tetap nyaman meski mengonsumsi makanan bersantan.

5. Kebutuhan tubuh jadi penentu, bukan sekadar kebiasaan

ilustrasi buah potong
ilustrasi buah potong (vecteezy.com/Anyzoy Studio)

Tidak ada aturan pasti yang mewajibkan makan buah sebelum opor. Setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap urutan makan. Sebagian merasa biasa saja, sementara yang lain justru merasa tidak nyaman.

Hal yang perlu diperhatikan ialah reaksi tubuh setelah makan. Jika tubuh terasa lebih nyaman, kebiasaan tersebut bisa dipertahankan. Jika muncul keluhan, urutan makan bisa disesuaikan. Mendengarkan sinyal tubuh menjadi langkah paling aman dalam menentukan pilihan.

Lebaran tetap bisa dinikmati tanpa mengabaikan kenyamanan tubuh, termasuk soal haruskah makan buah sebelum makan opor. Pilihan terbaik selalu bergantung pada kondisi tubuh masing-masing dan cara tubuh merespons makanan. Dari pengalamanmu sendiri, urutan mana yang membuat tubuh terasa lebih nyaman?

Referensi
"5 Myths About the Best Time to Eat Fruit (and the Truth)". Healthline. Diakses Maret 2026.
"Debunking 9 Myths About Eating Fruits". Mount Elizabeth Hospital. Diakses Maret 2026.
"Effect of Sequence of Fruit Intake in a Meal on Satiety". International Journal of Environmental Research and Public Health. Diakses Maret 2026
"Should You Eat Fruit Before or After a Meal?". Vinmec. Diakses Maret 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Health

See More