Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenalan dengan Sled Pull, Latihan Andalan Atlet
ilustrasi station sled pull dalam HYROX (unsplash.com/Leona Lee)
  • Sled pull melatih kekuatan dan daya tahan secara bersamaan, terutama otot posterior chain.

  • Teknik yang benar sangat penting, karena kesalahan kecil bisa mengurangi efektivitas latihan.

  • Latihan ini fleksibel untuk berbagai level, dari pemula hingga atlet performa tinggi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sled pull menonjol sebagai latihan yang menggabungkan kesederhanaan dengan efektivitas tinggi, memberikan manfaat menyeluruh bagi tubuh tanpa tekanan berlebih pada sendi. Dengan kemampuan menyesuaikan beban dan variasi gerakan, latihan ini mendukung peningkatan kekuatan, daya tahan, serta stabilitas sekaligus, menjadikannya pilihan aman dan fleksibel bagi berbagai tingkat kebugaran.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Latihan kebugaran terus berkembang, banyak gerakan makin kompleks, tetapi beberapa metode tetap bertahan karena efektivitasnya yang sudah teruji. Salah satunya adalah sled pull, latihan sederhana yang sering terlihat di gym atau kompetisi seperti HYROX dan pelatihan atlet.

Sled pull menyimpan kompleksitas biomekanik yang tidak bisa diremehkan. Di balik gerakannya yang basic, sled pull menggabungkan kekuatan, stabilitas, dan daya tahan dalam satu gerakan yang terintegrasi. Ketika dilakukan dengan teknik yang benar, sled pull melatih tubuh secara menyeluruh tanpa memberi tekanan berlebih pada sendi, menjadikannya pilihan yang makin populer di dunia strength dan conditioning.

1. Apa itu sled pull?

Sled pull adalah latihan seseorang menarik beban (sled) pakai tali atau harness sambil berjalan mundur atau maju. Beban tersebut bisa disesuaikan, mulai dari ringan untuk latihan teknik hingga berat untuk pengembangan kekuatan maksimal.

Sled training termasuk dalam kategori resistance training horizontal, yang berfokus pada produksi gaya ke arah horizontal. Ini berbeda dengan latihan tradisional seperti squat atau deadlift yang lebih vertikal.

Keunggulan utama sled pull adalah kemampuannya untuk memberikan resistensi konstan tanpa fase eksentrik yang berat. Ini berarti risiko cedera otot akibat peregangan berlebihan relatif lebih rendah dibandingkan latihan konvensional.

2. Beda sled pull dengan sled push

Perbedaan utama antara sled pull dan sled push terletak pada arah gaya dan pola gerakan. Pada sled push, tubuh mendorong beban ke depan, sementara pada sled pull, tubuh menarik beban ke arah diri sendiri.

Dalam sled push, otot quadriceps dan otot anterior (bagian depan tubuh) lebih dominan. Sebaliknya, sled pull lebih menekankan posterior chain, termasuk hamstring, glute, dan punggung.

Penelitian menunjukkan, variasi dorong dan tarik memberikan stimulus neuromuskular yang berbeda, sehingga keduanya saling melengkapi dalam program latihan.

3. Manfaat sled pull

ilustrasi sled pull dan sled push dalam HYROX (unsplash.com/Mathieu Improvisato)

Sled pull dikenal sebagai latihan multifungsi yang memberikan berbagai manfaat. Salah satunya adalah peningkatan kekuatan otot, terutama pada bagian bawah tubuh dan core.

Selain itu, sled pull juga efektif untuk meningkatkan kapasitas kardiovaskular. Karena melibatkan gerakan berulang dengan resistensi, tubuh bekerja dalam zona kombinasi antara strength dan endurance.

Sled training dapat meningkatkan performa atletik, termasuk akselerasi dan daya dorong. Ini menjadikannya latihan favorit untuk atlet sprint dan olahraga kompetitif lainnya.

4. Otot-otot yang dilatih

Sled pull melibatkan berbagai kelompok otot secara bersamaan. Otot utama yang bekerja adalah hamstring dan gluteus, yang berperan dalam menarik dan menggerakkan tubuh.

Selain itu, otot punggung seperti latissimus dorsi dan trapezius juga aktif, terutama saat menarik tali. Core berperan sebagai stabilisator untuk menjaga postur tetap seimbang.

Otot tambahan seperti betis dan lengan juga ikut bekerja, menjadikan sled pull sebagai latihan full-body yang efisien.

5. Cara melakukannya dengan benar

Pertama, pasang tali atau harness pada sled dan pegang dengan kedua tangan atau kenakan di tubuh. Pastikan posisi tubuh sedikit condong ke belakang untuk menciptakan sudut tarikan yang optimal.

Kedua, mulai berjalan dengan langkah kecil dan stabil. Jaga agar punggung tetap netral dan core aktif untuk mencegah cedera.

Ketiga, tarik sled secara konsisten tanpa gerakan mendadak. Fokus pada kontrol dan ritme, bukan hanya kecepatan atau beban.

6. Variasi

ilustrasi variasi latihan sled pull (pexels.com/Matthew Hintz)

Sled pull memiliki beberapa variasi yang bisa disesuaikan dengan tujuan latihan. Salah satunya adalah backward sled pull, yang lebih menargetkan quadriceps.

Ada juga heavy sled pull untuk fokus pada kekuatan maksimal, serta light sled pull untuk endurance dan conditioning.

Variasi lain termasuk single-arm pull atau rope pull yang lebih menantang stabilitas dan koordinasi tubuh.

7. Kesalahan umum

Salah satu kesalahan paling umum adalah postur tubuh yang terlalu membungkuk. Ini dapat meningkatkan risiko cedera punggung. Solusinya adalah menjaga posisi punggung tetap netral.

Kesalahan lain adalah langkah yang terlalu besar, yang justru mengurangi efisiensi gerakan. Langkah kecil dan konsisten lebih efektif dalam mempertahankan kontrol.

Banyak juga yang terlalu fokus pada beban, bukan teknik. Padahal, teknik yang benar adalah kunci utama untuk mendapatkan manfaat maksimal dari latihan ini.

8. Siapa yang boleh dan tidak disarankan melakukannya

Sled pull relatif aman untuk berbagai kalangan, mulai dari pemula hingga atlet profesional, karena beban dapat disesuaikan.

Latihan ini juga sering digunakan dalam rehabilitasi karena minim tekanan eksentrik. Namun, tetap perlu pengawasan, terutama bagi individu dengan cedera tertentu.

Orang dengan masalah punggung serius atau kondisi kardiovaskular tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan profesional medis sebelum mencoba latihan ini.

Sled pull adalah contoh latihan sederhana namun mampu melatih kekuatan, daya tahan, dan stabilitas secara bersamaan. Dengan teknik yang tepat, sled pull bisa menjadi bagian penting dari rutinitas latihan, baik untuk kebugaran umum maupun performa atletik.

Referensi

Timothy J. Suchomel, Sophia Nimphius, and Michael H. Stone, “The Importance of Muscular Strength in Athletic Performance,” Sports Medicine 46, no. 10 (February 2, 2016): 1419–49, https://doi.org/10.1007/s40279-016-0486-0.

Naoki Kawamori, Robert Newton, and Ken Nosaka, “Effects of Weighted Sled Towing on Ground Reaction Force During the Acceleration Phase of Sprint Running,” Journal of Sports Sciences 32, no. 12 (February 28, 2014): 1139–45, https://doi.org/10.1080/02640414.2014.886129.

Andrew J Harrison and Gillian Bourke, “The Effect of Resisted Sprint Training on Speed and Strength Performance in Male Rugby Players,” The Journal of Strength and Conditioning Research 23, no. 1 (January 1, 2009): 275–83, https://doi.org/10.1519/jsc.0b013e318196b81f.

National Strength and Conditioning Association (NSCA). "Essentials of Strength Training and Conditioning." Diakses Maret 2026.

Editorial Team