Sled pull relatif aman untuk berbagai kalangan, mulai dari pemula hingga atlet profesional, karena beban dapat disesuaikan.
Latihan ini juga sering digunakan dalam rehabilitasi karena minim tekanan eksentrik. Namun, tetap perlu pengawasan, terutama bagi individu dengan cedera tertentu.
Orang dengan masalah punggung serius atau kondisi kardiovaskular tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan profesional medis sebelum mencoba latihan ini.
Sled pull adalah contoh latihan sederhana namun mampu melatih kekuatan, daya tahan, dan stabilitas secara bersamaan. Dengan teknik yang tepat, sled pull bisa menjadi bagian penting dari rutinitas latihan, baik untuk kebugaran umum maupun performa atletik.
Referensi
Timothy J. Suchomel, Sophia Nimphius, and Michael H. Stone, “The Importance of Muscular Strength in Athletic Performance,” Sports Medicine 46, no. 10 (February 2, 2016): 1419–49, https://doi.org/10.1007/s40279-016-0486-0.
Naoki Kawamori, Robert Newton, and Ken Nosaka, “Effects of Weighted Sled Towing on Ground Reaction Force During the Acceleration Phase of Sprint Running,” Journal of Sports Sciences 32, no. 12 (February 28, 2014): 1139–45, https://doi.org/10.1080/02640414.2014.886129.
Andrew J Harrison and Gillian Bourke, “The Effect of Resisted Sprint Training on Speed and Strength Performance in Male Rugby Players,” The Journal of Strength and Conditioning Research 23, no. 1 (January 1, 2009): 275–83, https://doi.org/10.1519/jsc.0b013e318196b81f.
National Strength and Conditioning Association (NSCA). "Essentials of Strength Training and Conditioning." Diakses Maret 2026.