ilustrasi kursi roda (pexels.com/@marcus-aurelius)
Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan RI, menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, dr. Cut Putri Arianie, MHKes, 1 dari 4 orang di dunia menderita stroke. Padahal, menurutnya penyakit berbahaya ini bisa dicegah.
Di Indonesia sendiri, stroke termasuk penyakit yang menjadi beban negara. Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan, biaya penanganan stroke semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2016 menghabiskan Rp1,43 triliun, lalu naik menjadi Rp2,18 triliun di tahun 2017, dan menjadi Rp2,56 triliun pada tahun 2018.
Melansir Prevention, berdasarkan studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Boulder Colorado dan University of Tennessee, Amerika Serikat, rutin jalan kaki mampu menurunkan tekanan darah. Efek tersebut dapat menurunkan risiko terkena stroke hingga 20-40 persen.
Selain itu, penelitian dalam jurnal The New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa perempuan yang jalan kaki setidaknya 2,5 jam per minggu memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah 30 persen, dibanding mereka yang tidak rutin berjalan kaki.