Comscore Tracker

Selain Bahagia, Ini 5 Manfaat Berbuat Baik kepada Orang bagi Kesehatan

Bisa bantu menurunkan stres

Membantu orang lain di saat mereka kesusahan adalah perbuatan mulia. Namun, siapa sangka membantu sesama bukan cuma bermanfaat bagi orang yang menerima bantuan, tetapi juga orang yang menolong.

Studi membuktikan bahwa membantu orang lain dapat meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan pada si pemberi bantuan, lho!

Mungkin bisa sedikit memotivasimu untuk lebih sering mengulurkan bantuan tanpa diminta, berikut ini adalah beberapa manfaat kesehatan yang bisa kamu rasakan ketika membantu orang lain.

1. Membantu menurunkan stres 

Selain Bahagia, Ini 5 Manfaat Berbuat Baik kepada Orang bagi Kesehatanpexels.com/Victoria Borodinova

Membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan apa pun disebutkan dapat merangsang pusat penghargaan (reward) di otak. Saat kamu mengulurkan tangan untuk membantu orang lain, otak akan memberikan penghargaan dengan mengeluarkan zat yang menimbulkan rasa senang. Rasa senang yang kamu terima ini bisa membantu meminimalkan stres dan memperbaiki gejala depresi.

Tak hanya itu, sebuah studi dalam jurnal Psychological Bulletin tahun 2014 menyebut bahwa dengan memberi pertolongan, itu bisa mengurangi risiko terkena gangguan kognitif. Selain itu, seseorang juga dikatakan bisa hidup lebih lama.

Menurut para ahli, salah satu alasannya adalah karena kebaikan berkontribusi pada rasa kebersamaan dan kepemilikan. Penelitian telah membuktikan bahwa hal tersebut adalah kontributor utama untuk hidup sehat dan panjang umur.

2. Menurunkan tekanan darah 

Selain Bahagia, Ini 5 Manfaat Berbuat Baik kepada Orang bagi Kesehatanfreepik.com/rawpixel.com

Melakukan donasi atau memberi sumbangan juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung.

Sebuah studi dalam jurnal Health Psychology tahun 2015 menemukan bahwa mereka yang menghabiskan 40 dolar AS untuk orang lain, bukan untuk diri mereka sendiri, memiliki tekanan darah yang lebih rendah dan kesehatan jantung yang lebih baik.

Penemuan tersebut menunjukkan bahwa berdonasi atau memberi sumbangan bisa membantu meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Ini tentunya membuka peluang bagi orang dewasa yang berisiko untuk bisa berperilaku prososial untuk meningkatkan kesehatan fisik, terutama bagi kesehatan jantungnya.

Baca Juga: Gak Disangka, Ini 5 Manfaat Mengangkat Kaki ke Dinding Sambil Tiduran!

3. Mengurangi rasa nyeri 

Selain Bahagia, Ini 5 Manfaat Berbuat Baik kepada Orang bagi KesehatanRelawan membersihkan sampah. freepik.com/teksomolika

Melansir CNN Health, memberi disebutkan dapat mengurangi rasa sakit atau nyeri yang mungkin sedang dialami. Makin sering kita membantu orang lain, maka akan makin sedikit rasa sakit yang dirasakan. Ini karena bagian otak yang bereaksi terhadap rangsangan yang menyakitkan langsung dinonaktifkan saat kamu membantu orang lain dengan ikhlas.

Hal tersebut juga sesuai dengan temuan studi dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America tahun 2020, yang melaporkan bahwa orang yang menyumbangkan uangnya untuk anak yatim jadi kurang peka terhadap sengatan listrik yang dialaminya saat penelitian dilakukan, dibandingkan dengan mereka yang tidak memberikan sumbangan.

Pada partisipan yang memberikan sumbangan, mereka dilaporkan mengalami aktivasi otak pada area kortikal yang berhubungan dengan nyeri seperti dACC dan korteks insula bilateral, yang bisa menyebabkan nyeri menjadi berkurang pada saat sengatan listrik dilakukan.

4. Membuat diri menjadi lebih bahagia 

Selain Bahagia, Ini 5 Manfaat Berbuat Baik kepada Orang bagi Kesehatanfreepik.com/jcomp

Di Inggris, ada penelitian yang menemukan bahwa bersikap baik dapat meningkatkan kebahagiaan hanya dalam waktu 3 hari. Dalam penelitian tersebut, responden dibagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama harus melakukan kebaikan setiap hari, kelompok kedua mencoba aktivitas baru, dan kelompok ketiga tidak melakukan apa pun. Kelompok yang melakukan kebaikan setiap hari dan melakukan hal-hal baru mengalami peningkatan kebahagiaan yang signifikan.

Orang yang setiap hari berbuat baik dan mampu melakukan hal-hal baru akan merasakan kegembiraan yang lebih besar, dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan apa pun.

Seorang peneliti kebahagiaan, Sonja Lyubomirsky dan Kennon Sheldon, menemukan bahwa orang yang melakukan berbagai tindakan kebaikan sepanjang minggu menunjukkan peningkatan kebahagiaan yang lebih besar daripada mereka yang melakukan aktivitas yang sama berulang kali, melansir dari CNN Health.

5. Membantu meringankan penyakit tertentu 

Selain Bahagia, Ini 5 Manfaat Berbuat Baik kepada Orang bagi Kesehatanfreepik.com/peoplecreations

Peradangan yang terjadi dalam tubuh biasanya dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit kronis, diabetes, obesitas, dan migrain. Untuk seseorang yang memiliki penyakit tertentu, menjadi sukarelawan mungkin dapat bermanfaat untuk mengurangi peradangan yang terjadi dalam tubuh.

Menurut sebuah penelitian terhadap partisipan usia 57-85 tahun, melakukan kegiatan sukarela menunjukkan hubungan terkuat dengan tingkat peradangan yang lebih rendah. Selain itu, ketika berbuat kebaikan, hormon oksitosin dilepaskan, yang mana secara langsung dapat memengaruhi keseimbangan kimiawi jantung.

Kata David Hamilton, PhD, oksitosin membuat pelepasan zat kimia yang disebut oksida nitrat dalam pembuluh darah. Hormon oksitosin mampu melebarkan pembuluh darah. Dengan adanya oksitosin ini, tubuh dapat mengurangi tekanan darah. Oleh karena itu, oksitosin dikenal sebagai hormon "pelindung jantung" dengan cara menurunkan tekanan darah, mengutip happiness.com.

Bagaimana, setelah membaca tentang beragam manfaat kesehatan di atas tadi, kamu pastinya makin bersemangat untuk berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari, dong?

Baca Juga: Lagi Populer, 12 Manfaat Clover Honey untuk Kesehatan

Nurul Hidayati Photo Writer Nurul Hidayati

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya