Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Upgrade Mi Instan, Ini 7 Pilihan Topping yang Sehat

Upgrade Mi Instan, Ini 7 Pilihan Topping yang Sehat
ilustrasi memasak mi instan (pixabay.com/tommy pixel)
Intinya Sih
  • Menambahkan topping bernutrisi dapat membantu menyeimbangkan kandungan gizi mi instan yang biasanya tinggi natrium dan rendah protein serta serat.

  • Topping seperti telur, sayuran, ikan, dan tahu dapat meningkatkan asupan protein, vitamin, mineral, dan serat.

  • Pendekatan ini membantu menjadikan mi instan lebih mendekati pola makan seimbang, meskipun tetap sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mi instan sering menjadi penyelamat saat lapar datang di waktu yang tidak terduga. Praktis, murah, dan rasanya familier bagi banyak orang. Namun, mi instan sering dikritik karena kandungan gizinya yang kurang, biasanya tinggi natrium, lemak, dan karbohidrat olahan, tetapi rendah protein, serat, serta vitamin.

Kabar baiknya, ada cara untuk membuat mi instan sedikit lebih ramah bagi tubuh, yaitu dengan menambahkan topping bernutrisi. Dengan bahan tambahan yang tepat, semangkuk mi instan bisa menjadi lebih tinggi protein, serat, vitamin, dan mineral.

Berikut beberapa rekomendasi topping yang dapat membuat mi instan lebih sehat sekaligus tetap lezat.

Table of Content

1. Telur

1. Telur

Telur merupakan salah satu topping mi instan paling populer, kebetulan juga bernutrisi.

Telur mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin B12, vitamin D, selenium, serta kolin, nutrisi penting untuk fungsi otak dan perkembangan sel. Kolin berperan penting dalam perkembangan sistem saraf dan kesehatan metabolik.

Menambahkan telur rebus, telur setengah matang, atau telur orak-arik dapat membantu meningkatkan kandungan protein dalam mi instan. Protein juga membantu membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dibanding karbohidrat sederhana.

2. Sayuran hijau

Sawi rebus.
ilustrasi sawi rebus (freepik.com/jcomp)

Sayuran seperti bayam, sawi, kangkung, dan pakcoy dapat memberikan nutrisi penting yang biasanya tidak ada dalam mi instan.

Sayuran hijau mengandung vitamin A, C, asam folat, serta zat besi. Selain itu, sayuran juga mengandung serat yang berperan penting dalam kesehatan pencernaan.

Konsumsi sayur yang cukup dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

Menambahkan segenggam sayuran ke dalam mi instan dapat meningkatkan kandungan serat dan membuat hidangan terasa lebih segar.

3. Jamur

Menumis jamur.
ilustrasi menumis jamur (unsplash.com/Andrew George)

Jamur mengandung vitamin B kompleks, antioksidan, dan mineral seperti selenium. Selain itu, jamur juga memiliki senyawa bioaktif yang dapat mendukung kesehatan sistem imun.

Penelitian menunjukkan bahwa jamur mengandung berbagai komponen yang dapat membantu meningkatkan respons imun tubuh.

Tekstur jamur yang kenyal juga memberikan sensasi makan yang lebih menarik ketika dipadukan dengan mi instan.

4. Tahu atau tempe

Sebagai sumber protein nabati, tahu dan tempe juga cocok menjadi topping mi instan.

Produk kedelai ini mengandung protein, zat besi, kalsium, serta isoflavon, yaitu senyawa tanaman yang memiliki efek antioksidan. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi produk kedelai dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung dan metabolisme.

Menambahkan tahu atau tempe juga membuat mi instan menjadi lebih mengenyangkan tanpa harus menambah banyak lemak jenuh.

5. Ayam tanpa kulit

Dada ayam suwir.
ilustrasi dada ayam suwir (freepik.com/jcomp)

Potongan ayam tanpa kulit dapat meningkatkan kandungan protein dalam mi instan secara signifikan.

Protein sangat penting untuk perbaikan jaringan tubuh, pembentukan enzim, serta fungsi sistem imun. Protein juga membantu menjaga rasa kenyang dan mendukung kesehatan metabolisme.

Ayam rebus atau ayam panggang adalah pilihan yang lebih sehat dibandingkan ayam goreng karena mengandung lebih sedikit lemak tambahan.

6. Ikan atau seafood

ilustrasi memasak ikan
ilustrasi memasak ikan (unsplash.com/Jasper Koster)

Menambahkan ikan seperti tuna, cakalang, atau udang dapat meningkatkan nilai gizi mi instan.

Ikan kaya akan protein dan asam lemak omega-3, nutrisi penting untuk kesehatan jantung dan fungsi otak. Asupan omega-3 berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular.

Selain itu, seafood juga memberikan rasa gurih alami yang dapat membuat mi instan terasa lebih lezat tanpa perlu menambahkan banyak bumbu tambahan.

7. Alpukat

Alpukat mungkin terdengar tidak biasa untuk mi instan, tetapi buah ini bisa menjadi topping yang menarik, terutama untuk mi instan kering atau mi instan pedas.

Alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal, serat, serta berbagai vitamin seperti vitamin E dan K. Lemak sehat ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

Konsumsi alpukat secara rutin dapat membantu meningkatkan profil lipid dan kesehatan kardiovaskular.

Potongan alpukat memberikan tekstur lembut sekaligus menambah nutrisi yang jarang ditemukan dalam mi instan.

Mi instan memang bukan makanan yang paling ideal jika rutin dikonsumsi rutin. Namun, dengan menambahkan topping bernutrisi, semangkuk mi instan dapat menjadi lebih seimbang secara gizi. Menambah topping di atas tidak serta-merta menyulap mi instan jadi sehat, tetapi ini membantu membuatnya lebih baik dalam konteks pola makan seimbang.

Referensi

Emma Derbyshire and Rima Obeid, “Choline, Neurological Development and Brain Function: A Systematic Review Focusing on the First 1000 Days,” Nutrients 12, no. 6 (June 10, 2020): 1731, https://doi.org/10.3390/nu12061731.

World Health Organization. “Healthy Diet.” Diakses Maret 2026.

Robert B. Beelman, Michael D. Kalaras, and John P. Richie, “Micronutrients and Bioactive Compounds in Mushrooms,” Nutrition Today 54, no. 1 (January 1, 2019): 16–22, https://doi.org/10.1097/nt.0000000000000315.

Mark Messina, “Soy And Health Update: Evaluation of the Clinical and Epidemiologic Literature,” Nutrients 8, no. 12 (November 24, 2016): 754, https://doi.org/10.3390/nu8120754.

Harvard T.H. Chan School of Public Health. “Protein.” Diakses Maret 2026.

Dariush Mozaffarian and Eric B. Rimm, “Fish Intake, Contaminants, and Human Health,” JAMA 296, no. 15 (October 17, 2006): 1885, https://doi.org/10.1001/jama.296.15.1885.

Lorena S. Pacheco et al., “Avocado Consumption and Risk of Cardiovascular Disease in US Adults,” Journal of the American Heart Association 11, no. 7 (March 30, 2022): e024014, https://doi.org/10.1161/jaha.121.024014.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More