"Exposure to Dehydration during Hajj". Ministry Of Health. Diakses pada April 2026.
Taylor, Kory, and Alok K. Tripathi. “Adult Dehydration.” StatPearls - NCBI Bookshelf, March 5, 2025.
Berapa Banyak Air yang Harus Diminum saat Haji? Ini Hitungannya

- Jemaah haji disarankan minum air setiap 15–20 menit dalam jumlah kecil agar tubuh tetap terhidrasi tanpa risiko kelebihan cairan.
- Faktor seperti suhu tinggi, aktivitas berat, penyakit tertentu, dan konsumsi kafein berlebih dapat meningkatkan risiko dehidrasi selama ibadah haji.
- Tanda dehidrasi meliputi rasa haus berlebihan, urine pekat, serta mulut dan mata kering; penting segera minum dan istirahat bila gejala muncul.
Ibadah haji merupakan aktivitas fisik yang cukup berat, terutama karena dilakukan di tengah cuaca panas ekstrem di Arab Saudi. Jemaah harus berjalan jauh, berdesakan, dan beraktivitas hampir sepanjang hari, sehingga tubuh berisiko mengalami dehidrasi jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup.
Sayangnya, banyak jemaah yang baru menyadari pentingnya minum air setelah muncul keluhan seperti lemas, pusing, atau bahkan tanda dehidrasi. Padahal, kebutuhan cairan saat haji bisa berbeda dibandingkan aktivitas sehari-hari, mengingat suhu yang tinggi dan intensitas kegiatan yang meningkat.
Lantas, sebenarnya berapa banyak air yang perlu diminum saat menjalankan ibadah haji agar tubuh tetap terhidrasi dan ibadah bisa berjalan lancar?
Table of Content
1. Minum air setiap 15–20 menit
Kunci utama mencegah dehidrasi saat haji adalah menjaga asupan cairan secara konsisten sepanjang hari. Jemaah dianjurkan untuk minum cukup air sebelum keluar menjalankan ibadah, terutama saat waktu siang hari ketika suhu sangat tinggi.
Penting untuk tidak menunggu hingga merasa haus. Rasa haus justru menandakan tubuh sudah mulai mengalami kekurangan cairan. Saat beraktivitas di tengah cuaca panas, disarankan untuk minum sekitar satu gelas air setiap 15–20 menit agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Namun, konsumsi air juga tidak boleh berlebihan. Asupan cairan sebaiknya tidak melebihi sekitar 1,5 liter per jam, karena dapat menimbulkan kondisi medis serius. Cara terbaik adalah minum dalam jumlah sedikit tetapi sering, dibanding minum banyak sekaligus dalam jarak waktu yang lama.
Selain air putih, jemaah juga bisa mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya air, seperti semangka dan mentimun, untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama menjalankan ibadah haji.
2. Kenali faktor yang meningkatkan risiko dehidrasi

Selain kurang minum, ada beberapa kondisi yang dapat membuat jemaah haji lebih rentan mengalami dehidrasi. Salah satunya adalah kondisi medis seperti diabetes, yang bisa menyebabkan frekuensi buang air kecil lebih tinggi sehingga cairan tubuh lebih cepat hilang.
Paparan sinar matahari dalam waktu lama dan suhu tinggi di Arab Saudi juga menjadi faktor utama. Ditambah lagi, aktivitas fisik yang berat selama rangkaian ibadah dapat memicu keringat berlebih, yang mempercepat kehilangan cairan.
Kondisi lain seperti diare atau muntah juga dapat memperparah dehidrasi. Selain itu, penggunaan obat diuretik, yang meningkatkan produksi urine, perlu diwaspadai karena dapat mengurangi kadar cairan dalam tubuh.
Tak kalah penting, konsumsi minuman berkafein secara berlebihan juga bisa mempercepat kehilangan cairan. Oleh karena itu, jemaah disarankan untuk membatasi asupan kafein dan lebih mengutamakan air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi selama ibadah haji.
3. Waspadai tanda-tanda dehidrasi sejak dini
Dehidrasi biasanya tidak langsung disadari, padahal tubuh sebenarnya sudah memberikan sinyal. Mengenali gejala sejak awal sangat penting agar kondisi tidak berkembang lebih parah.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain rasa haus yang berlebihan, tubuh terasa lelah atau pusing, serta urine berwarna kuning pekat. Selain itu, mulut, bibir, dan mata yang terasa kering juga bisa menjadi indikasi tubuh kekurangan cairan.
Frekuensi buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya juga patut diperhatikan. Jika gejala-gejala ini mulai muncul, segera minum dan istirahat cukup agar kondisi tidak memburuk.
Menjaga kecukupan cairan selama ibadah haji sangat penting dalam menjaga kesehatan di tengah aktivitas padat dan cuaca ekstrem di Arab Saudi. Dengan minum secara teratur, mengenali faktor risiko, dan mewaspadai gejala dehidrasi, jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih aman, lancar, dan optimal.
Referensi




![[QUIZ] Seberapa Tajam Matamu? Cek dengan Tebak Karakter BoBoiBoy](https://image.idntimes.com/post/20250823/1000030993_6afdc5b8-320f-427d-9b13-3c23b6e3be83.png)

![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Kamu Sudah Siap Lari 10K atau Belum](https://image.idntimes.com/post/20260404/upload_f8a7d95ca0e1f24e62d509a5a9b77266_7a19fbb3-29d8-4864-a113-1df8414d094f.jpg)








![[QUIZ] Dari Jenis Rasa Lapar yang Sering Kamu Alami, Ini Pola Metabolismemu](https://image.idntimes.com/post/20250219/salinan-dari-blue-cute-dog-quotes-desktop-wallpaper-11-f966ff7a7b2fe3f18673439831ee292b-5138268e3be9de90e9dfdf73ffc3760f.jpg)


