Comscore Tracker

Gak Cuma Kopi, 5 Hal Ini Juga Bikin Kamu Sulit Tidur

Insomnia kronis bisa berdampak buruk bagi kesehatan

Insomnia sering menjadi masalah banyak orang di malam hari. Yup, insomnia atau sulit tidur merupakan salah satu jenis gangguan tidur yang membuat individu sulit tertidur, tidur tidak nyenyak, atau gabungan keduanya. Alhasil, orang dengan insomnia sering merasa lelah ketika bangun tidur. 

Jangan pernah sepelekan insomnia, ya. Jika berlangsung lama, gangguan tidur ini dapat menyebabkan penyakit kesehatan kronis lainnya, lo. Dalam artikel ilmiah Institut Jantung, Paru dan Darah Nasional Amerika Serikat (NHLBI) , insomnia bisa memengaruhi konsentrasi dan daya ingat. Sedangkan untuk insomnia kronis, penyakit jantung koroner, kanker, diabetes, dan tekanan darah tinggi sangat mudah bersarang dalam tubuh. 

Nah, sebelum semakin parah, yuk kita cari penyebab seseorang mengalami insomnia, berikut ini. 

1. Kafein

Gak Cuma Kopi, 5 Hal Ini Juga Bikin Kamu Sulit Tidurilustrasi kopi hitam (unsplash.com/Raimond Klavins)

Tak jarang, kafein digunakan untuk membuat kita tetap waspada. Ini karena, kafein bertindak sebagai pemblokir adenosin, yakni zat dalam tubuh yang bisa menyebabkan kantuk. Kafein akan memengaruhi tubuh untuk waspada antara 3-5 jam, dimana tingkat puncak berharganya 30-60 menit, menurut laman Sleep Education.

Karena itu, kafein mempunyai efek yang membuat kita sulit tidur. Satu studi ilmiah juga menemukan fakta jika mengonsumsi kafein sekitar 6 jam sebelum tidur, maka waktu tidurnya berkurang selama 1 jam. Ini karena, tubuh manusia memerlukan waktu lebih lama untuk memproses kafein sehingga kita jadi sulit tidur, menurut Journal of Clinical Sleep Medicine. 

So, ada baiknya untuk mengonsumsi kafein, seperti kopi dan teh, paling lambat makan siang untuk mencegah kita sulit tidur. Oya, imbangi juga dengan mengonsumsi air putih yang banyak ya. 
 

2. Depresi

Gak Cuma Kopi, 5 Hal Ini Juga Bikin Kamu Sulit Tidurilustrasi orang depresi (pexels.com/Engin Akyurt)

Orang dengan depresi lebih mungkin alami masalah tidur, seperti insomnia. Begitu juga individu yang mengalami gangguan kesehatan mental lainnya, seperti bipolar, gangguan kecemasan, dan obsesif-kumpulsif mengalami insomnia. 

Satu studi dari National Alliance on Mental Illness, menemukan bahwa 50 persen kasus insomnia berhubungan dengan kecemasan, depresi, atau stres psikologis. Bukan hanya itu, buruknya insomnia dan gejala lainnya bisa membantu untuk menentukan penyakit mental seseorang. 


Biasanya, penderita depresi akan bangun tidur dengan lesu, energi rendah, tidak bisa konsentrasi, dan perubahan nafsu makan yang memengaruhi berat badan. Jika mengenal seseorang dengan beberapa gejala tersebut, cobalah berbicara dari hati ke hati atau mengajaknya ke psikolog, ya. 

Baca Juga: 5 Manfaat Bunga Passiflora, Bisa Mengatasi Insomnia dan Kecemasan

3. Gangguan pernapasan

Gak Cuma Kopi, 5 Hal Ini Juga Bikin Kamu Sulit Tidurilustrasi dengkuran (pexels.com/Kampus Production)

Pernah terbangun karena kaget mendengar dengkurannya sendiri? Jika iya, sebaiknya segera atasi hal ini. 

Selain suaranya yang mengagetkan, mendengkur berat juga bisa jadi penanda sleep apnea, yakni gangguan tidur yang berisiko memotong pernapasan berulang kali dan mengganggu tidur, informasi dari Mayo Clinic. Bisa jadi, kita tak sadar telah melakukannya, namun saat merasa pusing di keesokan harinya, kita wajib waspada. 

4. Waktu tidur yang berantakan

Gak Cuma Kopi, 5 Hal Ini Juga Bikin Kamu Sulit Tidurilustrasi sulit tidur (pexels.com/cottonbro)

Jam tubuh yang berantakan bisa membuat kita terjaga di saat orang lain tidur. Dari laman Web MD, ada beberapa hal yang membuat waktu tidur berantakan, contohnya bekerja semalaman, ganti shift kerja, atau jet lag. 

Beberapa orang mempunyai ritme sirkadian yang berbeda, makan waktu tidurnya tidak singkron dengan yang lain. Karena itu, diperlukan kebiasaan tidur malam yang tepat untuk beberapa malam agar tubuh terbiasa tidak tidur terlalu malam. 

5. Pruritus nokturnal

Gak Cuma Kopi, 5 Hal Ini Juga Bikin Kamu Sulit Tidurilustrasi kulit gatal (pixabay.com/nastya_gepp)

Kondisi kulit seperti psoriaris dan eksim bisa membuat terasa terbakar dan gatal sehingga inidividu mengalami pruritus nokturnal atau kulit gatal di malam hari. Biasanya kondisi kulit seperti ini terjadi karena proses alami tubuh, obat-obatan, atau kondisi yang membuat kulit mengalami iritasi, dari laman Medical News Today. 

Sesuai riset International Journal of Molecular Science, pruritus nokturnal sering terjadi pada pasien yang mengalami gatal kronis dan berdampak buruk pada kualitas tidur. Tak jarang, ketika tidur, tanpa sadar kita akan menggaruk kulit dengan keras hingga terbangun.

Sebenarnya, kita bisa mengurangi rasa gatal di malam hari dengan obat atau salep oles. Namun, apabila rasa gatal tidak berkurang, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter, ya. 

Sekali dua kali kesulitan tidur itu masih bisa dimaklumi. Tapi jika hampir setiap hari mengalami insomnia, cobalah untuk melakukan meditasi, menulis jurnal, dan mendengarkan suara yang menenangkan.

Lathiva R. Faisol Photo Verified Writer Lathiva R. Faisol

Love To See, Love To Read, and Love To Share.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agsa Tian

Berita Terkini Lainnya