ilustrasi skrining TBC (pexels.com/Anna Shvets)
Bagi orang yang sudah menikah atau aktif secara seksual, Dr. Fitri menyarankan untuk melakukan pengecekan satu tahun sekali. Tes yang bisa dilakukan meliputi Pap smear, pemeriksaan HPV, atau ultrasound.
"Kanker serviks itu muncul gejalanya setelah memasuki stadium 3B, jadi setiap tahun harus periksa, khususnya yang sudah menikah," Dr. Fitri menyarankan.
Selain itu, jika seseorang sudah mengalami sakit atau gangguan pada sistem reproduksi, Dr. Fitri menyarankan untuk segera mengobati masalah tersebut. Penyakit sistem reproduksi yang terlambat diobati berpotensi menyebabkan kemandulan atau dampak jangka panjang lainnya.
"Tips lainnya bagi ibu hamil, sebisa mungkin untuk memenuhi semua nutrisi yang diperlukan. Contohnya zink, protein, sel darah merahnya juga dijaga jangan sampai anemia," jelas dr. Fitri.
Kanker serviks menjadi gangguan reproduksi yang masih menghantui banyak perempuan di Indonesia. Pencegahan bisa dilakukan dengan mendapatkan vaksinasi HPV dan pengecekan secara rutin.