Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
485 Bahan Kimia Pestisida Berpotensi Terkait dengan Kanker Payudara
ilustrasi orang sedang menyemprot pestisida di sawah (pexels.com/Balazs Simon)
  • Peneliti menemukan 485 bahan kimia yang masuk daftar bahan relevan dengan kanker payudara dalam basis data formulasi pestisida di Amerika Serikat.

  • Sebanyak 145 bahan tercatat sebagai bahan aktif yang saat ini terdaftar di Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA).

  • Temuan ini memetakan bahan untuk diteliti lebih lanjut, bukan bukti bahwa paparan pestisida menyebabkan kanker payudara pada manusia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pestisida tidak hanya mengandung bahan aktif untuk membunuh atau mengendalikan hama, tetapi juga berbagai bahan lain yang membantu membentuk produk. Karena itu, paparan bahan kimia dari pestisida tidak bisa dinilai hanya dari bahan aktifnya.

Sebuah studi dalam jurnal Environmental Health Perspectives memetakan bahan kimia yang dinilai relevan untuk diteliti terkait kanker payudara dan mencari tahu di mana saja bahan-bahan tersebut ditemukan. Salah satu sumber yang disorot adalah formulasi produk pestisida.

1. Temuan penelitian

Peneliti mengidentifikasi 485 bahan kimia yang ditemukan atau diprediksi terdapat dalam formulasi pestisida pada basis data Amerika Serikat (AS). Angka tersebut merupakan bagian dari daftar 920 bahan kimia yang sebelumnya disusun karena memiliki karakteristik biologis yang dinilai relevan dengan kanker payudara.

Sebagai catatan, studi tersebut menemukan bahan-bahan itu dalam basis data formulasi pestisida. Penelitian ini tidak menguji apakah orang yang terpapar bahan tersebut kemudian mengalami kanker payudara.

2. Belum tentu berisiko pada manusia

Daftar 920 bahan kimia itu dihimpun berdasarkan sejumlah petunjuk biologis. Beberapa bahan diketahui memicu tumor pada kelenjar susu hewan pengerat, sementara yang lain menunjukkan aktivitas terkait hormon estrogen atau progesteron dalam pengujian laboratorium.

Petunjuk tersebut membantu peneliti menentukan bahan mana yang perlu dikaji lebih lanjut. Namun, hasil pada hewan atau di laboratorium tidak otomatis menunjukkan bahwa paparan bahan yang sama menyebabkan kanker pada manusia.

Risiko seseorang juga bergantung pada hal-hal seperti jenis bahan, jumlah paparan, jalur masuk ke tubuh, dan lamanya paparan.

3. Tidak semua dari 485 bahan merupakan bahan aktif pestisida

ilustrasi penyiraman pestisida (pexels.com/EqualStock IN)

Dari 485 bahan kimia yang teridentifikasi, 145 merupakan bahan aktif yang terdaftar di Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA). Bahan aktif adalah komponen yang berfungsi untuk mengendalikan hama.

Sementara itu, bahan lainnya bisa berupa bahan tambahan dalam formulasi pestisida atau bahan yang terdeteksi melalui pencocokan basis data. Karena itu, tidak semua bahan selain 145 bahan aktif tersebut dapat dianggap sebagai bahan inert. Dalam konteks pestisida, bahan inert berarti bahan yang tidak berperan langsung mengendalikan hama, bukan berarti pasti aman.

4. Studi ini memetakan potensi paparan

Peneliti menggunakan berbagai basis data di Amerika Serikat untuk mencari tahu di mana bahan kimia tersebut ditemukan dan bagaimana orang berpotensi terpapar. Mereka tidak meneliti apakah orang yang terpapar pestisida kemudian mengalami kanker payudara.

Karena itu, penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa pestisida menyebabkan kanker payudara. Studi ini hanya memetakan bahan kimia dan sumber paparannya. Hasilnya dapat membantu menentukan bahan mana yang perlu diteliti lebih lanjut, tetapi tidak dapat digunakan untuk menilai risiko seseorang secara langsung.

Temuan ini bukan bukti bahwa pestisida atau makanan yang terpapar pestisida pasti menyebabkan kanker. Untuk mengetahui risikonya pada manusia, masih diperlukan penelitian yang mengukur paparan nyata dan dampaknya terhadap kesehatan.

Referensi

Jennifer E. Kay, Rashmi Shakti, Jillian T. McEneaney, Claudia Polsky, Megan Schwarzman, dan Ruthann A. Rudel, “Guiding Risk Reduction for Breast Cancer-Relevant Chemicals (BC-Chems): Chemical Production Volumes, Sources, Intake Levels, Emissions, and Regulations,” Environmental Health Perspectives, diterbitkan 23 September 2026, https://doi.org/10.1021/EHP.6c00022.

Jennifer E. Kay, Julia Green Brody, Megan Schwarzman, dan Ruthann A. Rudel, “Application of the Key Characteristics Framework to Identify Potential Breast Carcinogens Using Publicly Available in Vivo, in Vitro, and in Silico Data,” Environmental Health Perspectives 132, no. 1 (2024): 017002, https://doi.org/10.1289/EHP13233.

Curated For You

Editorial Team

Related Article