- Mengurangi penggunaan pestisida di rumah.
- Menggunakan alat pelindung saat bekerja di bidang pertanian.
- Mendukung kebijakan yang membatasi penggunaan bahan kimia neurotoksik.
Hubungan antara Paparan Pestisida dan Penyakit Parkinson

- Penelitian menunjukkan paparan pestisida seperti paraquat, maneb, dan chlorpyrifos secara signifikan meningkatkan risiko penyakit Parkinson, terutama bagi pekerja pertanian dan masyarakat yang tinggal dekat area penyemprotan.
- Pestisida dapat merusak neuron penghasil dopamin dengan mengganggu fungsi mitokondria, memicu stres oksidatif, serta mempercepat penumpukan protein alpha-synuclein yang menjadi ciri khas otak penderita Parkinson.
- Risiko Parkinson dipengaruhi interaksi genetik dan lingkungan; individu dengan variasi gen tertentu lebih rentan terhadap efek racun pestisida, sehingga kesadaran dan pembatasan penggunaan bahan kimia berbahaya sangat penting.
Makin banyak penelitian menunjukkan paparan pestisida memiliki hubungan erat dengan meningkatnya risiko penyakit Parkinson. Penyakit Parkinson merupakan gangguan neurodegeneratif progresif yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak, menjaga keseimbangan, serta koordinasi tubuh.
Meskipun faktor seperti usia, genetika, dan gaya hidup turut berperan, tetapi para ilmuwan kini melihat bahwa racun lingkungan, terutama pestisida, dapat menjadi “pemicu” penting. Risiko ini bahkan bisa lebih besar pada orang yang secara genetik memang sudah memiliki kerentanan terhadap penyakit tersebut.
Lewat artikel ini kamu akan mengeksplorasi lebih jauh bagaimana hubungan antara paparan pestisida dan penyakit Parkinson.
Table of Content
1. Temuan penelitian
Berbagai studi epidemiologi besar secara konsisten menemukan bahwa penyakit Parkinson lebih sering terjadi pada petani, pekerja pertanian, serta orang yang tinggal di daerah dengan penggunaan pestisida tinggi.
Salah satu penelitian yang dilakukan di Central Valley, California, menemukan fakta menarik. Orang yang tinggal dalam jarak sekitar 500 meter dari lahan pertanian yang disemprot fungisida maneb dan herbisida paraquat memiliki risiko mengembangkan penyakit Parkinson sekitar 75 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak terpapar.
Ketika kedua pestisida tersebut digunakan secara bersamaan, risikonya bahkan meningkat drastis. Orang yang terpapar sejak usia muda memiliki kemungkinan lebih dari empat kali lipat untuk mengalami penyakit Parkinson. Temuan ini menunjukkan bahwa waktu paparan, intensitas, dan kombinasi bahan kimia sangat memengaruhi tingkat risiko (American Journal of Epidemiology, 2009).
Penelitian lain dari UCLA Health juga menemukan bahwa paparan jangka panjang terhadap insektisida chlorpyrifos dapat meningkatkan risiko penyakit Parkinson lebih dari 2,5 kali lipat. Dalam percobaan pada tikus, zat ini menyebabkan kerusakan pada neuron penghasil dopamin, meningkatkan peradangan otak, serta memicu penumpukan protein alpha-synuclein yang menjadi ciri khas pada otak orang dengan penyakit Parkinson.
Tidak hanya pekerja pertanian yang berisiko. Penggunaan pestisida rumah tangga secara rutin dapat melipatgandakan risiko Parkinson, menandakan bahwa paparan bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
2. Bagaimana pestisida merusak otak?
Penyakit Parkinson ditandai dengan kerusakan bertahap pada neuron penghasil dopamin di bagian otak yang disebut substantia nigra. Dopamin adalah zat kimia penting yang membantu mengatur gerakan tubuh.
Beberapa pestisida yang sering diteliti—seperti paraquat, rotenone, maneb, dan ziram—diketahui mampu masuk ke sistem saraf dan mengganggu fungsi mitokondria. Mitokondria merupakan “pembangkit energi” bagi sel, termasuk sel saraf. Ketika fungsi ini terganggu, sel saraf mengalami stres oksidatif, yaitu kondisi ketika molekul reaktif berbahaya menumpuk dan merusak protein, lemak, serta DNA dalam sel.
Sebagai contoh, rotenone dapat menghambat kompleks I dalam rantai transpor elektron mitokondria, sebuah mekanisme yang dalam penelitian hewan terbukti menimbulkan perubahan mirip Parkinson.
Studi terbaru juga menunjukkan bahwa rotenone dapat meninggalkan jejak epigenetik pada gen di otak, yang berarti perubahan aktivitas gen bisa berlangsung lama bahkan setelah paparan berhenti.
Pestisida lain, seperti paraquat dan chlorpyrifos juga dapat meningkatkan peradangan otak serta mempercepat penggumpalan protein alpha-synuclein, yang pada akhirnya mempercepat kematian neuron penghasil dopamin (European Journal of Epidemiology, 2011).
3. Mengapa tidak semua orang terkena penyakit Parkinson?

Tidak semua orang yang terpapar pestisida akan mengalami penyakit Parkinson. Hal ini menunjukkan bahwa risiko penyakit ini merupakan hasil interaksi antara faktor genetik dan lingkungan.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa orang dengan variasi gen tertentu—misalnya gen yang berperan dalam proses detoksifikasi seperti GST atau gen pengatur kualitas mitokondria seperti PINK1—lebih rentan terhadap efek racun pestisida. Menariknya, banyak pasien Parkinson dari daerah pedesaan melaporkan bahwa gejala baru muncul 20 tahun atau lebih setelah paparan pestisida berat. Hal ini mengindikasikan bahwa kerusakan pada sistem saraf bisa terjadi secara perlahan dan tidak terlihat selama puluhan tahun sebelum akhirnya memunculkan gejala. (Cadernos De Saúde Pública, 2025)
Paparan dalam pekerjaan tetap menjadi faktor risiko terbesar. Namun, paparan tidak langsung seperti tinggal dekat lahan pertanian yang sering disemprot atau sering menggunakan insektisida rumah tangga juga dapat meningkatkan risiko.
4. Implikasi bagi kesehatan masyarakat
Penyakit Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif kedua paling umum setelah penyakit Alzheimer. Karena itu, memahami peran pestisida dalam meningkatkan risiko penyakit ini menjadi penting bagi kesehatan masyarakat.
Beberapa negara sudah mulai membatasi atau melarang penggunaan pestisida berisiko tinggi, seperti paraquat serta penggunaan tertentu dari chlorpyrifos. Namun, masih banyak bahan kimia yang berpotensi berbahaya dan tetap digunakan secara luas, terutama di daerah pertanian.
5. Pentingnya upaya pencegahan dan kesadaran terhadap paparan pestisida
Bagi masyarakat yang berisiko, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi paparan, seperti:
Pada akhirnya, hubungan antara paparan pestisida dan penyakit Parkinson menunjukkan betapa besar peran lingkungan terhadap kesehatan otak manusia. Meski tidak semua orang yang terpapar akan mengalami penyakit ini, tetapi berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan jangka panjang dapat meningkatkan risiko secara signifikan. Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran tentang penggunaan pestisida yang lebih aman serta membatasi paparan bahan kimia berbahaya penting untuk melindungi kesehatan saraf dalam jangka panjang.
Referensi
American Parkinson Disease Association. "New Research on Pesticide Exposure Risk." Diakses pada April 2026.
Beyond Pesticides. "High Frequrncy of Household Pesticide Exposure Can Double the Risk of Parkinson's Disease Among the General Population." Diakses April 2026.
Costello, S., Cockburn, M., Bronstein, J., Zhang, X., & Ritz, B. (2009). "Parkinson’s disease and residential exposure to maneb and paraquat from agricultural applications in the Central Valley of California." American Journal of Epidemiology, 169(8), 919–926. https://doi.org/10.1093/aje/kwp006.
MD Pest Net.org. "Residential Exposure to Agricultural Pesticides Increases Risk to Parkinson’s Disease." Diakses pada April 2026.
Santos, J. R., Mendes, M. C., Dallabrida, K. G., Gonçalves, R., & Sampaio, T. B. (2025). "Pesticide exposure and the development of Parkinson disease: a systematic review of Brazilian studies." Cadernos De Saúde Pública, 41(4), e00011424. https://doi.org/10.1590/0102-311xen011424.
UCLA Health. "Widely Used Pesticide Linked to More Than Doubled Parkinson’s Risk." Diakses pada April 2026.
Wang, A., Costello, S., Cockburn, M., Zhang, X., Bronstein, J., & Ritz, B. (2011). "Parkinson’s disease risk from ambient exposure to pesticides." European Journal of Epidemiology, 26(7), 547–555. https://doi.org/10.1007/s10654-011-9574-5.










![[QUIZ] Pilih Jenis Lari Favorit Kamu, Kami Tebak Kepribadian Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260327/side-view-man-training-outdoors_23-2150828873_09337711-e762-477c-bfeb-fef172d4355e.jpg)





![[QUIZ] Warna Outfit Favoritmu Bisa Ungkap Cara Kamu Menghadapi Stres](https://image.idntimes.com/post/20250507/1000344956-3159a2704e4b6062c72c7e3be406df32-fff34f8ff180b130eb70c4bcc95165ea.jpg)
