- melihat dan mengangkat polip untuk analisis laboratorium guna memastikan diagnosis;
- membantu mendeteksi adanya kanker di usus besar agar bisa cepat ditangani;
- membantu mengevaluasi peradangan usus besar (kolitis) dan penyakit Crohn untuk menentukan tingkat keparahan;
- memeriksa divertikula yang dapat menyebabkan divertikulitis jika terinfeksi.
Apa Itu Kolonoskopi? Prosedur Medis dengan Selang Lentur

- Kolonoskopi adalah prosedur medis untuk memeriksa bagian dalam usus besar dengan selang berkamera.
- Prosedur ini bertujuan mendeteksi gangguan seperti polip, radang, hingga kanker usus besar.
- Meski relatif aman, kolonoskopi tetap memiliki risiko ringan dan dilakukan atas indikasi medis tertentu.
Pernah mendengar istilah kolonoskopi? Dalam dunia medis, kolonoskopi berkaitan dengan dengan pemeriksaan organ dalam. Memang terdengar menakutkan, tetapi prosedur ini sangat penting dalam menangani berbagai masalah di usus besar.
Perkembangan teknologi medis saat ini telah membuat kolonoskopi menjadi jauh lebih baik. Penggunaan alat bernama kolonoskop memungkinkan dokter menjangkau bagian usus dengan presisi tinggi. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai kolonoskopi, simak penjelasannya di bawah ini!
1. Apa itu kolonoskopi?

Sebelum membahas lebih dalam, kamu harus tahu dulu pengertian dari kolonoskopi. Prosedur medis bernama kolonoskopi ini adalah pemeriksaan yang dilakukan pada bagian dalam usus besar (kolon). Dokter akan memasukkan selang lentur atau fleksibel (kolonoskop) melalui rektum untuk melihat bagian dalam usus besar pasien.
Seperti yang kita tahu, usus manusia terbagi menjadi dua, yakni usus halus dan usus besar. Tahap akhir dari pencernaan makanan terjadi di usus besar. Di sana, tubuh akan menyerap air dan mineral yang tersisa, lalu mengubah itu semua menjadi feses.
Untuk mendeteksi dan menangani masalah tertentu di usus besar secara akurat, dokter akan melakukan prosedur kolonoskopi. Selang lentur yang digunakan dalam prosedur kolonoskopi dilengkapi dengan kamera kecil di bagian ujungnya. Oleh sebab itu, dokter bisa mengamati lebih jelas kondisi pasien melalui monitor.
Namun, apakah kolonoskopi menyakitkan? Untuk sebagian orang, mungkin ini akan terasa tidak nyaman, tetapi mungkin rasanya tidak terlalu sakit. Sebab, dokter akan memberikan anestesi untuk meminimalkan ketidaknyamanan.
2. Tujuan kolonoskopi

Setiap prosedur media yang dilakukan dokter tentu memiliki tujuan tersendiri, begitu juga dengan kolonoskopi. Biasanya, kolonoskopi dilakukan untuk skrining agar bisa mendiagnosis dan mengevaluasi kondisi medis di usus besar. Adapun, tujuan dilakukannya kolonoskopi:
Gejala yang mungkin memerlukan kolonoskopi:
Penyakit atau kondisi yang bisa didiagnosis melalui kolonoskopi:
- kolitis kronis, seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn;
- Iskemia usus dan kolitis iskemik;
- divertikulosis dan divertikulitis;
- ulkus dan perforasi;
- obstruksi usus besar;
- polip kolorektal dan kanker kolorektal.
3. Resiko yang timbul dari kolonoskopi

Umumnya. kolonoskopi merupakan prosedur yang aman dan jarang menimbulkan efek samping. Namun, ada beberapa risiko yang mungkin saja terjadi pada pasien. Beberapa risiko potensial meliputi:
- cedera pada dinding usus besar, seperti robekan;
- pendarahan tak terkontrol akibat pengangkatan jaringan;
- infeksi yang membutuhkan antibiotik;
- reaksi abnormal terhadap anestesi;
- mual, muntah, kembung, atau iritasi dubur yang disebabkan oleh prosedur atau pembersihan usus sebelum prosedur.
4. Siapa saja yang disarankan untuk kolonoskopi?

Siapa saja yang disarankan melakukan kolonoskopi biasanya didasarkan pada penilaian risiko oleh dokter. Namun, biasanya, ini disarankan untuk pasien yang menunjukkan gejala atau memiliki faktor risiko tertentu berkaitan dengan gangguan pencernaan dan usus besar. Beberapa kondisi yang mungkin memerlukan kolonoskopi:
- mengalami perubahan buang air besar, seperti sembelit atau diare;
- nyeri perut yang terus-menerus;
- riwayat keluarga kanker usus besar atau polip;
- berusia di atas 50 tahun;
- telah didiagnosis menderita kolitis, penyakit Crohn, atau divertikulitis;
- mengalami perut kembung, mual, atau muntah.
Jadi, kolonoskopi merupakan prosedur medis untuk memeriksa atau menangani kondisi pada bagian usus besar. Biasanya, ini berlangsung selama 30 hingga 60 menit tergantung kondisi. Selain itu, diperlukan waktu kurang lebih 24 jam untuk pemulihan.
Referensi
“Colonoscopy”. Johns Hopkins Medicine. Diakses Januari 2026.
“Colonoscopy: A Procedure for Detecting Colon Cancer”. Siloam Hospitals. Diakses Januari 2026.
“Colonoscopy: What to Expect”. Cleveland Clinic. Diakses Januari 2026.

















