Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi orang yang terinfeksi influenza A (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Influenza A dapat menyebabkan penyakit berat hingga kematian, tetapi sebagian besar orang yang terkena influenza akan pulih tanpa perawatan khusus.

  • Risiko menjadi berat lebih tinggi pada lansia, anak kecil, ibu hamil, orang dengan penyakit kronis, dan orang dengan sistem imun yang lemah.

  • Influenza A tidak otomatis lebih mematikan daripada influenza B. Keparahan dipengaruhi subtipe virus, usia, kondisi kesehatan, dan faktor lainnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Beberapa orang mungkin langsung merasa cemas saat hasil tes menunjukkan influenza A. Wajar, karena kelompok virus ini mencakup subtipe seperti H1N1 dan H3N2 serta pernah berperan dalam pandemi di masa lalu dan kini kasusnya dilaporkan melonjak.

Pada sebagian besar kasus, orang yang terinfeksi bisa pulih dalam waktu sekitar seminggu tanpa perawatan khusus. Namun, influenza tetap tidak boleh diremehkan karena pada sebagian orang dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih berat, menimbulkan komplikasi, dan dalam kasus tertentu berujung pada kematian.

1. Apakah influenza A bisa menyebabkan kematian?

Influenza A bersama influenza B merupakan penyebab utama influenza musiman pada manusia. Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada sekitar 1 miliar kasus influenza musiman setiap tahun, dengan 3–5 juta kasus penyakit berat dan sekitar 290.000–650.000 kematian akibat gangguan pernapasan terkait influenza.

Influenza menjadi berbahaya ketika infeksi menyebabkan atau memicu komplikasi serius. Virus dapat menyebabkan pneumonia akibat influenza itu sendiri. Infeksi juga dapat diikuti pneumonia bakteri sekunder.

Dalam kondisi berat, komplikasi tersebut dapat berkembang menjadi gagal napas, acute respiratory distress syndrome (ARDS), sepsis, syok septik, hingga kegagalan beberapa organ.

Influenza juga dapat memperburuk penyakit yang sudah ada sebelumnya, termasuk penyakit jantung, asma, penyakit paru kronis, dan diabetes.

2. Siapa yang paling berisiko mengalami influenza berat?

ilustrasi batuk akibat influenza A (magnific.com/benzoix)

Risiko setiap orang tidak sama. Beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami komplikasi serius, antara lain:

  • Anak berusia di bawah 5 tahun, terutama di bawah 2 tahun.

  • Orang berusia 65 tahun ke atas.

  • Ibu hamil dan hingga dua minggu setelah melahirkan.

  • Orang dengan penyakit jantung atau paru.

  • Orang dengan diabetes, penyakit ginjal, atau penyakit hati.

  • Orang dengan gangguan neurologis tertentu.

  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Orang sehat pun tetap dapat mengalami influenza berat, tetapi kemungkinan komplikasinya secara umum lebih tinggi pada kelompok-kelompok di atas.

Karena itu, orang yang berisiko tinggi dan mengalami atau dicurigai mengalami influenza dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Pengobatan antivirus paling efektif jika dimulai sedini mungkin.

Antivirus dapat membantu mengurangi komplikasi dan risiko kematian pada kelompok berisiko tinggi, terutama jika diberikan lebih awal, idealnya dalam 48 jam setelah gejala mulai muncul.

3. Apakah influenza A lebih mematikan daripada influenza B?

Influenza A memang lebih sering disorot karena hanya tipe A yang diketahui dapat menyebabkan pandemi. Virus influenza A juga memiliki berbagai subtipe, termasuk A(H1N1)pdm09 dan A(H3N2).

Tinjauan sistematis terhadap 47 penelitian yang membandingkan influenza A, B, dan berbagai subtipenya menemukan bahwa bukti mengenai perbedaan tingkat keparahan tidak konsisten. Peneliti menyimpulkan bahwa tipe atau subtipe virus bukan satu-satunya penentu seberapa berat seseorang akan sakit.

Bahkan, penelitian terhadap lebih dari 4.000 anak yang dirawat di rumah sakit di Kanada menemukan mortalitas terkait influenza dalam populasi penelitian tersebut justru lebih tinggi pada influenza B daripada influenza A.

Di sisi lain, beberapa penelitian pada pasien dewasa yang sudah mengalami penyakit berat menemukan influenza A atau subtipe tertentu, seperti A(H1N1)pdm09, berkaitan dengan outcome yang lebih buruk.

Jadi, influenza A belum tentu lebih berbahaya dibandingkan B, atau sebaliknya. Usia, kondisi kesehatan, kekebalan tubuh, subtipe yang beredar, serta beratnya infeksi turut menentukan risiko.

4. Kenapa influenza A mendapat perhatian besar?

ilustrasi virus influenza A dilihat dari mikroskop (unsplash.com/CDC)

Influenza A dapat menginfeksi manusia sekaligus sejumlah hewan. Burung air liar merupakan reservoir alami utama bagi sebagian besar subtipe influenza A.

Apabila muncul virus influenza A baru yang berbeda dan mampu menular secara efisien antarmanusia, sementara populasi hanya memiliki sedikit kekebalan terhadapnya, virus tersebut berpotensi menyebabkan pandemi.

Contohnya adalah A(H1N1)pdm09 yang menyebabkan pandemi influenza pada 2009 dan kemudian terus bersirkulasi sebagai salah satu virus influenza musiman.

Jadi, kemampuannya berubah, keberadaan reservoir pada hewan, dan potensi munculnya virus baru yang dapat menyebar luas pada manusia membuat influenza A lebih mendapat sorotan.

5. Bisa berbahaya, tetapi risikonya bisa diminimalkan

Sebaiknya jangan menyepelekan influenza A, menganggapnya cuma pilek biasa. Namun, diagnosis influenza A juga bukan berarti seseorang pasti mengalami kondisi berat.

Sebagian besar penderita dapat pulih tanpa masalah berarti. Risiko komplikasi yang lebih serius umumnya lebih tinggi pada kelompok yang rentan serta pada kasus yang berkembang menjadi penyakit berat.

Salah satu cara utama untuk menurunkan risiko sakit dan komplikasi akibat influenza adalah vaksinasi. Karena virus influenza terus berubah, dapatkan vaksin influenza musiman dengan komposisi yang diperbarui secara berkala agar tetap sesuai dengan virus yang sedang beredar.

Sementara itu, orang yang memiliki faktor risiko tinggi, mengalami gejala berat, atau menunjukkan perburukan kondisi sebaiknya tidak menunda pemeriksaan medis. Dalam situasi tertentu, obat antivirus dapat menjadi bagian penting dari terapi dan umumnya memberikan manfaat paling besar jika diberikan lebih cepat.

Jadi, apakah influenza A bisa menyebabkan kematian? Bisa, tetapi umumnya ini terjadi pada sebagian kecil kasus yang berkembang menjadi penyakit berat. Pada kebanyakan orang, infeksi influenza A tidak berakhir demikian. Selain itu, berat ataupun ringannya penyakit tidak bisa ditentukan hanya dari tipe virus yang menginfeksi.

Referensi

Frederika S. C. Caini et al., “Clinical Characteristics and Severity of Influenza Infections by Virus Type, Subtype, and Lineage: A Systematic Literature Review,” Influenza and Other Respiratory Viruses 12, no. 6 (2018): 780–792, https://doi.org/10.1111/irv.12575.

Michelle G. Tran et al., “Hospitalization for Influenza A versus B,” Pediatrics 138, no. 3 (2016): e20154643.

Cornelia Adlhoch et al., “Determinants of Fatal Outcome in Patients Admitted to Intensive Care Units with Influenza, European Union 2009–2017,” Open Forum Infectious Diseases 6, no. 11 (2019): ofz462.

World Health Organization. “Influenza (Seasonal).” Diakses September 2026.

World Health Organization. “How Can I Avoid Getting the Flu?” Diakses September 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. “Clinical Signs and Symptoms of Influenza.” 2026. Diakses September 2026.

Apakah influenza A bisa mematikan?

Bisa. Influenza A dapat menyebabkan komplikasi berat seperti pneumonia, gagal napas, sepsis, hingga kematian, terutama pada kelompok berisiko tinggi.

Apakah influenza A selalu lebih berbahaya daripada influenza B?

Tidak. Influenza A tidak otomatis lebih berat. Keparahan dipengaruhi usia, kondisi kesehatan, kekebalan tubuh, dan subtipe virus yang menginfeksi.

Siapa yang paling berisiko mengalami influenza berat?

Anak kecil, lansia, ibu hamil, orang dengan penyakit kronis, serta mereka yang memiliki sistem imun lemah termasuk kelompok yang lebih berisiko mengalami komplikasi.

Kenapa influenza A lebih sering menjadi sorotan?

Karena influenza A memiliki banyak subtipe, dapat menginfeksi manusia dan hewan, terus berubah, serta memiliki potensi menyebabkan pandemi.

Kapan harus mencari pertolongan medis?

Segera cari bantuan medis jika gejala memburuk, muncul sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, dehidrasi, atau bila penderitanya termasuk kelompok berisiko tinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article