Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Kulit di Balik Janggut Tetap Perlu Sunscreen?
ilustrasi pria berjanggut (pexels.com/Mikhail Nilov)
  • Janggut memang memberi perlindungan alami terhadap sinar UV, tapi efektivitasnya tergantung ketebalan dan kerapatan rambut, dengan perlindungan maksimal setara SPF 21 saja.
  • Tabir surya tetap perlu diaplikasikan pada kulit di balik janggut karena sinar UV masih bisa menembus sela rambut, terutama pada janggut tipis atau tidak merata.
  • Cara terbaik mengoleskan sunscreen di area berjanggut adalah dengan menepuk lembut agar meresap ke kulit, serta disarankan memilih chemical sunscreen agar tidak meninggalkan lapisan putih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi banyak pria berjanggut, sunscreen atau tabir surya sering kali hanya diaplikasikan pada area wajah yang terlihat, sementara kulit di balik janggut dilewatkan. Apakah janggut benar-benar mampu melindungi kulit seperti halnya pakaian atau topi?

Janggut memang dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap sinar matahari, tetapi tingkat perlindungannya sangat bergantung pada ketebalan, panjang, dan kerapatan rambut tersebut. Sinar UV masih bisa menembus sela-sela rambut dan mencapai permukaan kulit, terutama jika janggut tipis atau tidak merata.

Karena itu, memahami apakah kulit di balik janggut tetap membutuhkan tabir surya menjadi penting untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

1. Janggut bisa melindungi kulit dari paparan sinar matahari

Sebenarnya, janggut bertindak sebagai penghalang alami terhadap sinar UV. Karena alasan ini, kulit di area yang tertutup janggut lebih cerah daripada kulit yang tidak tertutup rambut. Makin panjang rambut janggut, makin banyak perlindungan yang diberikannya pada kulit.

Namun, bukan berarti kulit yang tertutup janggut tidak membutuhkan tabir surya. Pasalnya, janggut hanya memberikan perlindungan maksimal SPF 21. Selain itu, efek ini akan berkurang tergantung pada sudut zenit (yaitu tergantung pada ketinggian matahari di langit).

2. Haruskah menggunakan tabir surya pada kulit yang ditutupi janggut?

Ya, sebaiknya tetap menggunakan tabir surya pada kulit yang ditutupi janggut. Meskipun janggut dapat memberikan perlindungan tambahan dengan menghalangi sebagian sinar UV, tetapi perlindungan tersebut tidak sepenuhnya efektif. Sinar UV masih dapat menembus sela-sela rambut, terutama jika janggut tipis, pendek, atau tidak terlalu rapat.

Janggut yang sangat tebal memang dapat mengurangi paparan sinar UV secara signifikan, tetapi jarang mampu memberikan perlindungan setara dengan tabir surya. Area seperti pipi, dagu, dan leher yang hanya ditutupi janggut tipis tetap berisiko mengalami kerusakan akibat sinar matahari, termasuk penuaan dini dan peningkatan risiko kanker kulit.

Untuk perlindungan yang lebih optimal, oleskan tabir surya hingga mencapai kulit di bawah janggut, terutama jika kamu sering beraktivitas di luar ruangan. Tabir surya berbentuk losion, gel, atau spray biasanya lebih mudah diaplikasikan pada area berjanggut dibanding produk yang terlalu kental.

3. Cara mengaplikasikan tabir surya pada janggut

ilustrasi pria berjanggut (unsplash.com/SAJAD FI)

Selalu aplikasikan tabir surya sebagai langkah terakhir dalam rutinitas perawatan. Pastikan tabir surya menutupi seluruh wajah, termasuk area yang sering terlewatkan, seperti janggut, kumis, telinga, dan leher.

Cara terbaik untuk mengaplikasikan tabir surya pada area janggut bukanlah dengan memijatnya ke wajah, melainkan dengan menepuk-nepuknya.

Saat kamu menepuk-nepuk, kamu akan memasukkan filter pelindung matahari ke dalam kulit. Sebagai bonus, gerakan menepuk akan membantu merangsang sirkulasi yang sehat untuk pertumbuhan janggut yang lebih kuat. 

4. Pertimbangkan chemical sunscreen

Tabir surya terbagi ke dalam dua jenis: kimia atau fisik.

Tabir surya kimia atau chemical sunscreen menyerap sinar UV, sementara tabir surya fisik atau physical sunscreen berada di atas kulit dan menghalangi sinar UV.

Meskipun keduanya sama-sama efektif dalam mengurangi kerusakan kulit akibat sinar UV, tetapi ada baiknya menggunakan tabir surya kimia jika kamu memiliki janggut. Alasannya adalah karena tabir surya fisik lebih cenderung meninggalkan lapisan putih pada kulit. Jika kamu memiliki janggut yang gelap, lapisan putih ini akan sangat terlihat.

5. Cara lain untuk melindungi janggut dari bahaya sinar matahari

Paparan sinar matahari dapat memudarkan warna janggut atau membuatnya kering dan kusut. Untungnya, kamu dapat melindungi kesehatan janggut dengan cara berikut:

  • Pakai topi: Selain mengoleskan banyak tabir surya, kenakan topi setiap kali kamu berada di luar ruangan untuk membantu melindungi wajah dari sinar matahari yang terik.

  • Minum banyak air: Sama seperti bagian tubuh lainnya, janggut membutuhkan hidrasi. Minumlah banyak air untuk membantu menghentikan kulit kering dan mengelupas serta mencegah kekeringan dan kusut pada janggut.

  • Beri nutrisi dengan minyak janggut: Lawan folikel janggut yang kusut dengan memberi nutrisi pada janggut dengan minyak janggut yang melembapkan. 

Meskipun janggut dapat mengurangi sebagian paparan sinar UV, tetapi perlindungan yang diberikannya tidak cukup untuk menggantikan fungsi tabir surya. Mengoleskan sunscreen pada kulit di balik janggut, terutama jika janggut tidak terlalu tebal, tetap menjadi langkah penting untuk membantu melindungi kulit dari penuaan dini dan risiko kerusakan akibat sinar matahari.

Referensi 

Green People. Diakses pada Juli 2026. "Should You Put Sun Cream On Your Beard?"

Horace. Diakses pada Juli 2026. "Tanning Well With a Beard is Totally Possible. Here’s How."

Tiege Hanley. Diakses pada Juli 2026. "Can You Apply Sunscreen on Your Beard?"

Curated For You

Editorial Team

Related Article