Cockerill, Jess. “An Illegal Injectable Tanning Drug Is Trending on TikTok – And It May Be Giving People Risky Moles.” ScienceAlert. Diakses Juli 2026.
DermNet NZ. “Melanotan II.” Diakses Juli 2026.
Therapeutic Goods Administration. “Don’t Risk Using Tanning Products Containing Melanotan.” Diakses Juli 2026.
Health Products Regulatory Authority. “Reminder of Serious Health Risks with Melanotan 2 Self-Tan Products.” Diakses Juli 2026.
Cancer Research UK. “Tanning, Fake Tan and Melanotan.” Diakses Juli 2026.
Skin Cancer Foundation. “The Skin Cancer Foundation Issues Warning Regarding Melanotan II.” Diakses Juli 2026.
Bonchev, Alexander. “Changes in Oral Mucosa Associated with Melanotan II Injections: A Case Report.” Dentistry Journal 14, no. 2 (2026). https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12942211/.
Brennan, Rebekah, Harry Wells, and Aaron Van Hout. “An Unhealthy Glow? A Review of Melanotan Use and Associated Clinical Outcomes.” International Journal of Drug Policy 26, no. 3 (2015): 250–258. https://doi.org/10.1016/j.drugpo.2014.11.004.
Apa Itu Tren 'Barbie Drug' yang Viral di TikTok?

Barbie drug biasanya merujuk pada Melanotan II, zat sintetis yang dipromosikan untuk membuat kulit tampak lebih gelap lewat suntikan atau nasal spray.
Produk ini tidak aman untuk digunakan sebagai tanning agent karena tidak teruji, tidak terkontrol, dan bisa dijual dengan dosis atau kandungan yang tidak jelas.
Risiko yang dilaporkan meliputi mual, muntah, flushing, perubahan tahi lalat, muncul bercak pigmentasi, reaksi alergi, hingga kekhawatiran terkait melanoma.
Banyak tren kecantikan muncul di media sosial. Belakangan, muncul promosi produk yang disebut “Barbie drug”, “tanning jab”, atau “vacation peptide”. Klaimnya membuat kulit tampak lebih tan tanpa harus lama berjemur.
Yang jadi persoalan, zat yang paling sering dikaitkan dengan tren ini adalah Melanotan II, yaitu peptida sintetis yang meniru kerja hormon alpha-melanocyte-stimulating hormone. Zat ini dapat merangsang sel pigmen kulit untuk memproduksi melanin, sehingga kulit tampak lebih gelap. Produk ini biasanya dipromosikan dalam bentuk suntikan, nasal spray, atau bentuk lain yang dijual online.
Dermatolog di berbagai negara khawatir karena konten kreator di TikTok mempromosikan efek penggelap kulit dari Melanotan II, tetapi jarang membahas risikonya.
Table of Content
1. Barbie drug bukan produk kosmetik biasa
Melanotan II bukan self-tanner biasa seperti losion, mousse, atau spray tan yang dipakai di permukaan kulit. Produk ini bekerja dari dalam tubuh, apalagi jika disuntikkan atau dihirup lewat hidung.
Melanotan II adalah zat buatan yang merangsang sel pigmen kulit untuk menghasilkan lebih banyak melanin. Mereka juga menegaskan bahwa Melanotan nasal spray dan suntikan tidak aman digunakan karena belum diuji dari sisi keamanan, kualitas, dan efektivitasnya.
Di beberapa negara, produk tanning yang mengandung melanotan tidak disetujui untuk digunakan sebagai tanning agent.
2. Apa saja risiko kesehatannya?

Efek samping yang paling sering disebut meliputi sakit kepala, mual, muntah, nafsu makan menurun, wajah kemerahan, dan perubahan pigmentasi.
Ada juga efek jangka pendek seperti flushing (kemerahan dan sensasi hangat pada kulit yang muncul tiba‑tiba), mual, muntah, penurunan nafsu makan, serta ereksi spontan atau priapismus pada laki-laki.
Yang membuat dermatolog lebih khawatir adalah efek pada kulit. Melanotan II dikaitkan dengan penggelapan tahi lalat, munculnya tahi lalat baru, lesi pigmen yang tampak tidak biasa, dan kekhawatiran terhadap melanoma.
Laporan kasus medis telah mendokumentasikan melanoma setelah penggunaan Melanotan II serta perubahan cepat pada tahi lalat dan lesi pigmen, meski laporan kasus tersebut tidak bisa membuktikan sebab-akibat secara langsung.
Ada pula risiko dari cara pemakaiannya. Produk suntik yang dibeli dari pasar gelap bisa tidak steril, salah dosis, atau terkontaminasi. Jika jarum dipakai bergantian, ada pula risiko infeksi. Produk yang tidak disetujui atau ilegal bisa mengandung bahan beracun, berkualitas buruk, atau palsu.
3. Apa yang harus dilakukan kalau pernah memakainya?
Jika seseorang sudah memakai produk Melanotan II, langkah pertama adalah berhenti menggunakannya dan konsultasi ke tenaga kesehatan.
Perhatikan perubahan pada kulit, terutama tahi lalat yang membesar, berubah warna, bentuknya tidak simetris, tepinya tidak rata, berdarah, gatal, atau terasa nyeri.
Perubahan warna pada mulut, gusi, kuku, atau muncul bercak pigmen baru juga sebaiknya diperiksa.
Laporan kasus tahun 2026 mendokumentasikan pigmentasi mukosa mulut setelah penggunaan Melanotan II, dan sebagian pigmentasi masih tersisa meski intensitasnya menurun setelah pemakaian dihentikan.
Untuk mendapatkan tampilan kulit lebih tan, pilihan yang lebih aman adalah produk self-tanner topikal atau spray tan dari produsen tepercaya. Fake tan atau spray tan lebih aman dibanding berjemur atau tanning bed, tetapi tetap tidak melindungi kulit dari radiasi UV. Jadi, sunscreen, pakaian pelindung, dan menghindari paparan sinar matahari berlebihan tetap diperlukan.
Barbie drug bukan tren kecantikan yang layak dicoba. Efek tan yang tampak cepat tidak sebanding dengan risiko produk yang tidak teruji, tidak terkontrol, dan berpotensi mengganggu kesehatan kulit maupun tubuh.
Referensi







![[QUIZ] Mitos atau Fakta: Uji Pengetahuanmu tentang Lari Interval!](https://image.idntimes.com/post/20260710/upload_458ef4f6ebcaec66d64bac800be78a4f_2c7f274f-590a-4ae7-bca9-c80737341e3e.jpg)
![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Risiko Penyakit dari Cara Kamu Makan Mi Instan](https://image.idntimes.com/post/20250905/menu-kekinian-yang-sering-dijumpai-di-acara-pernikahan-gen-z-mie-instan_9fbc0e88-bc32-4c7d-aa54-6d2d485c6fb5.jpg)




![[QUIZ] Tipe Nyeri Haid Kamu Perlu Diwaspadai atau Tidak?](https://image.idntimes.com/post/20230923/pexels-polina-zimmerman-3958561-4e99c9153ffc58bc10ca9cd5bdccf58e-1a34f553394e58c0c765778f312e4381.jpg)







