- Pertama, gunakan masker medis atau masker bedah sebagai lapisan bagian dalam, kemudian masker kain yang cukup pas sebagai lapisan luar. Pastikan tidak ada celah besar di sekitar hidung, pipi, maupun dagu.
- Masker dengan kawat hidung juga dapat membantu menyesuaikan bentuk masker dengan wajah. Setelah masker terpasang, periksa apakah udara masih banyak keluar dari bagian samping ketika mengembuskan napas.
- Kenyamanan bernapas juga perlu diperhatikan. Jika penggunaan dua masker membuat napas terasa berat atau tidak nyaman, jangan memaksakan diri. Menggunakan satu masker berkualitas tinggi yang pas dengan wajah dapat menjadi pilihan yang lebih baik.
- Selain itu, masker perlu diganti ketika sudah basah, kotor, atau rusak. Masker sekali pakai juga sebaiknya tidak ditumpuk dan digunakan berulang kali hanya karena masih terlihat bersih.
Apakah Memakai Dua Masker Lebih Efektif daripada Satu?

Double masking dapat meningkatkan perlindungan dengan menambah filtrasi dan mengurangi celah masker, terutama kombinasi masker medis di dalam serta masker kain pas di luar.
Uji laboratorium CDC menunjukkan kombinasi masker kain di atas masker medis mengurangi paparan aerosol kumulatif hingga sekitar 96 persen saat dipakai sumber dan penerima.
Dua masker tidak selalu lebih baik: N95 yang pas umumnya cukup, sementara masker longgar atau terlalu sulit bernapas dapat menurunkan efektivitas penggunaan.
Memakai masker menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko menghirup partikel di udara, terutama saat berada di tempat ramai atau berdekatan dengan orang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan. Namun, bagaimana jika satu masker dirasa belum cukup? Apakah memakai dua masker perlindungannya lebih baik?
Penggunaan dua masker atau double masking sempat populer saat pandemi COVID-19 dan memang dapat meningkatkan perlindungan dalam kondisi tertentu. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.
Table of Content
1. Mengapa memakai dua masker bisa lebih efektif?
Ada dua hal yang membuat double masking berpotensi meningkatkan perlindungan, yaitu filtrasi dan kecocokan masker.
Masker yang longgar memungkinkan udara masuk dan keluar melalui celah di sekitar hidung, pipi, atau dagu. Akibatnya, sebagian udara yang belum tersaring dapat terhirup. Masker kedua yang dipasang dengan tepat dapat membantu menekan masker bagian dalam agar lebih rapat dengan wajah sehingga mengurangi kebocoran dari sisi masker.
Salah satu kombinasi yang pernah diteliti adalah masker kain yang dipakai di luar masker medis atau masker bedah. Masker medis berfungsi sebagai lapisan penyaring, sedangkan masker kain di bagian luar membantu memperbaiki kecocokan masker dengan wajah.
Eksperimen laboratorium oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan bahwa penggunaan masker kain di atas masker medis dapat mengurangi paparan aerosol secara signifikan ketika digunakan oleh sumber maupun penerima. Dalam pengujian tersebut, pengurangan paparan kumulatif partikel aerosol mencapai sekitar 96 persen.
2. Tidak semua kombinasi dua masker sama efektifnya
Memakai dua masker tidak otomatis memberikan perlindungan dua kali lipat. Jenis masker dan cara penggunaannya tetap penting.
Kombinasi yang paling banyak didukung adalah masker medis atau masker bedah di bagian dalam, kemudian masker kain yang pas di wajah di bagian luar. Masker medis memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik dibanding masker kain biasa, sementara masker kain dapat membantu membuat lapisan dalam lebih rapat.
Sebaliknya, memakai dua masker bedah sekaligus belum tentu memberi manfaat tambahan yang berarti. Jika kedua masker justru bergeser atau menciptakan celah baru, efektivitasnya bisa berkurang.
Begitu pula dengan respirator seperti N95. Masker jenis ini memang dirancang untuk memberikan filtrasi tinggi sekaligus membentuk segel yang rapat di wajah. Karena itu, menambahkan masker lain di atas N95 tidak selalu diperlukan dan justru berpotensi mengganggu kecocokan atau membuat bernapas terasa lebih berat.
3. Kapan double masking mungkin diperlukan?

ilustrasi seorang pria memakai masker (unsplash.com/Gayatri Malhotra) Penggunaan dua masker dapat dipertimbangkan ketika risiko paparan partikel atau virus di udara relatif tinggi. Misalnya, saat berada di ruangan tertutup yang ramai dengan ventilasi buruk, menggunakan transportasi umum ketika kasus infeksi saluran pernapasan sedang meningkat, atau merawat seseorang yang sedang sakit. Dalam situasi seperti itu, mengurangi kebocoran udara sekaligus meningkatkan filtrasi dapat membantu mengurangi jumlah aerosol yang terhirup.
Kendati begitu, jika tersedia respirator berkualitas tinggi seperti N95 yang dapat digunakan dengan pas, memakai satu respirator tersebut bisa menjadi pilihan yang lebih praktis dibandingkan menumpuk beberapa masker dengan kualitas lebih rendah.
4. Dua masker belum tentu lebih baik daripada satu masker yang pas
Hal yang sering dilupakan dalam penggunaan masker adalah kecocokan dengan wajah. Masker dengan kemampuan filtrasi tinggi tetap kurang optimal jika terdapat banyak celah di bagian hidung, pipi, atau dagu.
Sebaliknya, dua masker yang sama-sama longgar juga masih memungkinkan udara melewati celah tanpa tersaring. Penambahan lapisan bahkan dapat membuat hambatan saat bernapas meningkat dan terasa tidak nyaman.
Ketidaknyamanan ini juga bisa membuat seseorang lebih sering menyentuh, menggeser, atau membuka masker. Jika hal tersebut terjadi berulang kali, manfaat perlindungan masker justru dapat berkurang. Karena itu, prinsip sederhananya adalah masker yang berkualitas, digunakan dengan benar, dan pas di wajah lebih penting daripada sekadar menambah jumlah lapisan.
5. Tips jika ingin memakai dua masker
Jika memilih menggunakan dua masker, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar penggunaannya tetap efektif dan nyaman:
Jadi, dua masker bisa lebih efektif daripada satu jika membantu meningkatkan penyaringan dan mengurangi celah di sekitar wajah. Namun, yang terpenting tetap menggunakan masker yang pas, memiliki filtrasi yang baik, dan dipakai dengan benar.
Referensi
American Medical Association. Diakses pada September 2026. "What Doctors Want Patients to Know about Double Masking."
Business Insider. Diakses pada September 2026. "We Asked 13 Public Health Experts Whether They Double-Mask. None of Them do."
Healthline. Diakses pada September 2026. "Should You Be Double Masking?"
United States Environmental Protection Agency. Diakses pada September 2026. "Evaluating the Effectiveness of Facial Coverings and Masks."
World Economic Forum. Diakses pada September 2026. "Are Two COVID Masks Better than One?"
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan Anxiety? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20250920/arctic-qu-dtokmihuuqi-unsplash_8b1ef92d-ab4e-46ef-884b-123bdd4a932b.jpg)


![[QUIZ] Apakah Kamu Perlu Detoks Media Sosial? Cek dari Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250528/screenshot-2025-05-28-082018-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-14379681e8b0768ac8adbcb2187d5670.png)












