ilustrasi tangan mematahkan rokok (pexels.com/Fabiana Zambrano)
Sejumlah penelitian laboratorium menemukan bahwa nikotin dapat memengaruhi proses biologis yang juga digunakan sel kanker.
Dalam sebuah penelitian, nikotin merangsang angiogenesis, yaitu pembentukan pembuluh darah baru. Pada model tikus, efek ini berkaitan dengan pertumbuhan tumor yang lebih cepat.
Studi pada model kanker paru tikus juga menemukan nikotin dapat meningkatkan pertumbuhan, kekambuhan, dan penyebaran tumor yang sudah terlebih dahulu terbentuk.
Penelitian lain pada sel kanker menunjukkan nikotin dapat memengaruhi jalur yang terlibat dalam proliferasi sel, pembentukan pembuluh darah, invasi, dan kemampuan sel menghindari kematian.
Namun, efek pada sel atau tikus tidak membuktikan bahwa nikotin menyebabkan kanker pada manusia.
Tinjauan sistematis terhadap 61 penelitian praklinis menemukan sebagian besar studi tentang awal pembentukan tumor tidak menunjukkan peningkatan tumor spontan akibat nikotin. Untuk perkembangan tumor, hasil penelitian sangat bervariasi dan kualitas banyak studi juga memiliki keterbatasan.
Jadi, dari berbagai penelitian yang ada, belum cukup bukti untuk menyebut nikotin sebagai penyebab kanker pada manusia.