Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pakai Inhaler Pertama Kali? Ini Panduan Penggunaannya

5 min read
Pakai Inhaler Pertama Kali? Ini Panduan Penggunaannya
ilustrasi seseorang inhaler saat asma kambuh (pexels.com/Cnordic Nordic)
  • Teknik penggunaan inhaler yang tepat penting agar dosis obat masuk ke saluran napas; kesalahan lebih rendah dikaitkan dengan fungsi paru, gejala, dan kondisi kesehatan yang lebih baik.

  • Inhaler semprot membutuhkan tarikan napas pelan sambil menekan tabung, sedangkan inhaler serbuk memerlukan tarikan cepat dan kuat; spacer hanya digunakan sesuai arahan.

  • Ikuti resep, memeriksa dosis dan kebersihan alat, berkumur setelah kortikosteroid hirup, serta meminta evaluasi tenaga kesehatan atau mencari bantuan darurat bila gejala tak membaik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat menerima inhaler pertama, alat kecil itu mungkin tampak mudah digunakan: buka tutup, tekan, lalu hirup. Akan tetapi, obat perlu masuk ke saluran napas dengan cara yang tepat. Langkahnya pun berbeda antara inhaler semprot dan inhaler serbuk.

Teknik yang keliru bisa membuat dosis obat tidak tersalurkan sebagaimana mestinya. Studi terhadap pasien penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) menemukan bahwa tingkat kesalahan penggunaan yang lebih rendah berkaitan dengan fungsi paru, gejala, dan kondisi kesehatan yang lebih baik. Jadi, kalau kamu merupakan pengguna baru, belajar dan memeriksa ulang cara pakai inhaler merupakan bagian penting dari pengobatan.

  1. Kenali dulu jenis alat dan obatnya

    Tidak semua inhaler bekerja dengan cara yang sama. Ada inhaler semprot bertekanan (pressurised metered-dose inhaler atau pMDI), inhaler serbuk kering (dry powder inhaler atau DPI), serta beberapa alat yang melepaskan obat saat penggunanya menarik napas.

    Sebelum memakai inhaler, pastikan nama obat, jumlah semprotan atau dosis, dan jadwal penggunaannya. Tanyakan juga apakah obat itu digunakan rutin untuk mengendalikan penyakit, saat gejala muncul, atau memiliki dua fungsi sesuai rencana dokter. Warna alat bukan cara yang cukup untuk mengenali fungsinya. Pada asma, misalnya, dokter dapat memberikan obat pengendali, obat pereda, atau rencana pengobatan yang memadukan keduanya.

  2. Cara pakai inhaler semprot

    Ilustrasi inhaler sebagai alat bantu pernapasan yang umum digunakan untuk membantu meredakan gejala asma.
    ilustrasi inhaler (pexels.com/Luci)

    Inhaler semprot mengeluarkan obat dalam bentuk aerosol. Agar obat terhirup, tekan tabung sambil mulai menarik napas secara perlahan dan dalam. Langkah umumnya sebagai berikut:

    1. Duduk atau berdiri tegak. Lepas tutup inhaler dan periksa apakah bagian mulutnya bersih.
    2. Kocok inhaler jika petunjuk produk menyebutnya. Untuk inhaler baru atau yang lama tidak dipakai, cek petunjuk apakah alat perlu disiapkan atau dites semprot terlebih dahulu.
    3. Buang napas perlahan, menjauh dari alat.
    4. Rapatkan bibir pada corong inhaler. Mulai tarik napas pelan dan dalam, lalu tekan tabung satu kali sambil terus menarik napas.
    5. Lepaskan inhaler dari mulut dan tahan napas sekitar 5–10 detik, selama terasa nyaman. Setelah itu, embuskan napas secara perlahan.
    6. Jika dokter meresepkan lebih dari satu semprotan, tunggu sesuai petunjuk produk—biasanya sekitar 30–60 detik—lalu ulangi langkahnya.

    Bagi sebagian orang, terutama yang sulit menyelaraskan tekanan tabung dengan tarikan napas, dokter dapat meresepkan spacer atau ruang penyangga. Alat ini dipasang pada inhaler semprot, tetapi tidak cocok untuk semua jenis inhaler. Jika menggunakannya, lepaskan satu dosis ke dalam spacer pada satu waktu dan hirup sesuai petunjuk alat. Jangan memasukkan beberapa semprotan sekaligus.

  3. Cara pakai inhaler serbuk

    Inhaler serbuk kering mengandalkan kekuatan tarikan napas untuk membawa obat ke saluran napas. Karena itu, obat dihirup dengan tarikan yang cepat, kuat, dan dalam, berbeda dari inhaler semprot. Langkah persiapan dosis bergantung pada merek dan bentuk alatnya.

    1. Buka penutup dan siapkan dosis sesuai petunjuk produk. Jangan menggoyang atau memiringkan alat kecuali instruksinya menyuruh demikian.
    2. Jauhkan inhaler dari mulut, lalu buang napas untuk mengosongkan paru-paru.
    3. Rapatkan bibir pada corong dan tarik napas cepat, kuat, dan sedalam mungkin melalui mulut.
    4. Lepaskan alat dan tahan napas hingga sekitar 10 detik jika mampu, lalu embuskan perlahan.
    5. Tutup inhaler dan simpan sesuai petunjuk. Hindari mengembuskan napas ke dalam corong karena kelembapan dapat memengaruhi serbuk.

    Jangan memakai spacer pada inhaler serbuk kecuali dokter atau apoteker secara khusus mengarahkan penggunaan alat tertentu. Jika tekniknya masih terasa sulit, minta tenaga kesehatan memeriksa apakah jenis inhalernya sesuai untukmu.

  4. Setelah memakai inhaler

    Ilustrasi panduan menggunakan inhaler untuk membantu pengguna memahami langkah pemakaian alat bantu pernapasan dengan benar.
    ilustrasi panduan menggunakan inhaler (pexels.com/Cnordic Nordic)

    Jika obat mengandung kortikosteroid hirup, berkumurlah dengan air setelah pemakaian, lalu buang airnya, jangan ditelan. Langkah ini membantu mengurangi risiko infeksi jamur di mulut.

    Ikuti pula petunjuk khusus mengenai pembersihan, penyimpanan, dan kapan inhaler perlu disiapkan sebelum digunakan. Cara membersihkan tiap alat dapat berbeda. Inhaler serbuk, misalnya, tidak selalu boleh dibersihkan dengan air.

    Periksa penghitung dosis bila tersedia agar kamu tahu kapan persediaan hampir habis. Gunakan obat sesuai resep, termasuk obat yang perlu dipakai rutin walau gejala sedang tidak terasa. Jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan dosis sendiri. Untuk asma, rencana tindakan tertulis dari dokter dapat menjelaskan obat mana yang digunakan dan kapan harus mencari pertolongan.

    Pada kunjungan berikutnya, bawa inhaler dan minta dokter, perawat, atau apoteker mengamati cara kamu menggunakannya. Tidak perlu menunggu sampai muncul masalah. Jangan sungkan meminta demonstrasi ulang, terutama jika jenis alat atau obat berubah.

    Jika sedang mengalami serangan asma dan obat tidak meredakan gejala, atau napas tetap sangat sulit, cari pertolongan medis darurat. Ikuti rencana tindakan yang diberikan dokter. Jangan menebak-nebak sendiri penambahan dosis.

    Referensi

    David M. G. Halpin and Donald A. Mahler, “Systematic Review of the Effects of Patient Errors Using Inhaled Delivery Systems on Clinical Outcomes in COPD,” BMJ Open Respiratory Research 11, no. 1 (2024): e002211, https://doi.org/10.1136/bmjresp-2023-002211.

    Cambridge University Hospitals NHS Foundation Trust, “How to Use a Metered Dose Inhaler,” disetujui 21 Oktober 2026.

    National Heart, Lung, and Blood Institute, “Asthma—Treatment and Action Plan,” disetujui 21 Oktober 2026.

    University Hospitals Sussex NHS Foundation Trust, “Inhaler Technique: Metered Dose Inhalers with Volumatic Spacer,” disetujui 21 Oktober 2026.

    National Heart, Lung, and Blood Institute, “How to Use a Dry Powder Inhaler,” disetujui 21 Oktober 2026.

    National Heart, Lung, and Blood Institute, “Asthma—Asthma Attack,” disetujui 21 Oktober 2026.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More