Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Buah Segar vs Beku, Mana yang Lebih Sehat?

4 min read
Buah Segar vs Beku, Mana yang Lebih Sehat?
Ilustrasi buah beku (pexels.com/Jessica Lewis 🦋 thepaintedsquare)

  • Buah segar dan beku sama-sama menyediakan vitamin, mineral, serat, serta antioksidan; manfaat kesehatannya relatif serupa bila ditangani dan disimpan dengan tepat.
  • Buah beku yang segera diproses setelah panen dapat mempertahankan sebagian besar gizi, lebih awet dan praktis, sedangkan buah segar menawarkan tekstur alami serta pilihan musiman.
  • Keduanya perlu dicuci dan disimpan secara higienis karena berisiko terkontaminasi mikroorganisme; perhatikan porsi gula alami, kondisi buah, serta tambahan gula pada produk beku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buah merupakan sumber vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang penting bagi tubuh. Saat berbelanja, kamu mungkin sering dihadapkan pada pilihan antara buah segar dan buah beku. Buah segar kerap dianggap lebih sehat, sementara buah beku sering dinilai memiliki nutrisi yang lebih rendah.

Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar. Proses pembekuan bisa membantu mempertahankan kandungan gizi buah. Bahkan, buah yang dibekukan segera setelah dipanen bisa memiliki kandungan vitamin dan mineral yang sebanding dengan buah segar. Jadi, mana yang lebih sehat? Simak penjelasannya berikut ini.

  1. 1. Dampak buah terhadap kesehatan

    Berikut adalah beberapa manfaat mengonsumsi buah-buahan secara umum:

    • Menurunkan tekanan darah.
    • Mengurangi risiko penyakit jantung atau stroke.
    • Mencegah beberapa jenis kanker.
    • Menurunkan risiko masalah mata dan pencernaan.
    • Meningkatkan kadar gula darah.
    • Membantu manajemen berat badan atau penurunan berat badan.

  2. 2. Manfaat buah beku dan buah segar

    Kandungan nutrisi buah segar dan buah beku dapat berbeda tergantung jenis buah dan cara penanganannya.

    Secara umum, buah memiliki kandungan gizi terbaik saat baru dipanen. Buah yang segera dibekukan setelah dipetik dapat mempertahankan sebagian besar nutrisinya. Sebaliknya, beberapa nutrisi pada buah segar dapat berkurang jika harus melalui perjalanan panjang dan disimpan lama sebelum dikonsumsi.

    Karena itu, manfaat kesehatan buah segar dan buah beku pada dasarnya relatif serupa. Keduanya memiliki keunggulan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

    • Buah beku biasanya dipanen saat matang optimal lalu segera dibekukan untuk membantu menjaga kandungan gizinya. Buah ini dapat disimpan selama beberapa bulan, sering kali lebih hemat, dan lebih praktis karena umumnya sudah dicuci serta dipotong. Buah beku juga cocok ditambahkan ke yoghurt atau smoothie.
    • Buah segar mudah ditemukan saat musim panen dan bisa diolah menjadi berbagai hidangan. Tekstur buah segar juga cenderung lebih alami karena tidak mengalami proses pembekuan dan pencairan. Selain itu, membeli buah sesuai musim sering kali harganya lebih terjangkau dan kualitasnya lebih baik.

  3. 3. Risiko mengonsumsi buah beku dan buah segar

    Ilustrasi aktivitas membeli buah segar di toko sebagai pilihan makanan sehat untuk kebutuhan sehari-hari.
    ilustrasi membeli buah (pexels.com/Atlantic Ambience)

    Meski manfaat buah bagi kesehatan umumnya lebih besar daripada risikonya, tetapi bukan berarti buah selalu bebas dari masalah.

    Beberapa buah mengandung gula alami cukup tinggi sehingga porsinya perlu diperhatikan, terutama bagi orang dengan diabetes. Selain itu, baik buah segar maupun buah beku dapat terkontaminasi mikroorganisme penyebab penyakit bawaan makanan, seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria.

    Karena buah sering dikonsumsi tanpa dimasak, penting untuk mencucinya dengan benar sebelum dimakan. Selain itu, risiko penyakit bawaan makanan bisa dikurangi dengan cara:

    • Memilih buah yang tidak rusak.
    • Segera mendinginkan buah yang sudah dikupas atau dipotong.
    • Memisahkan buah dari daging, sayuran, dan produk susu.
    • Membersihkan talenan serta permukaan yang digunakan untuk menyiapkan makanan.
    • Mencuci buah di bawah air mengalir.
    • Tidak menggunakan sabun, disinfektan, atau pemutih untuk mencuci buah.
    • Mengeringkan buah setelah dicuci.
    • Memotong bagian buah yang memar atau rusak sebelum dimakan.

    Perlu diingat, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit bawaan makanan, yaitu:

    • Orang berusia 65 tahun ke atas.
    • Anak usia di bawah 5 tahun.
    • Orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
    • Orang yang mengonsumsi obat penekan sistem imun.
    • Ibu hamil.

  4. 4. Perbedaan rasa dan tekstur buah segar dan beku

    Buah segar dan beku sama-sama lezat dan bergizi, tetapi buah beku mungkin kehilangan rasa dan tekstur alaminya. Ini karena kristal es yang terbentuk selama pembekuan dapat merusak dinding sel buah, sehingga mengubah tekstur dan rasa buah beku, seperti blueberi, selama pencairan. Artinya, buah beku terkadang memiliki tekstur yang lebih lembek dan hambar.

  5. 5. Buah segar vs buah beku, mana yang lebih bergizi?

    Hasil penelitian yang membandingkan buah dan sayuran segar dengan versi bekunya menunjukkan perbedaan kandungan nutrisi yang umumnya kecil. Hasilnya bisa bervariasi karena perbedaan jenis produk, lama penyimpanan, proses pengolahan, dan metode pengukuran yang digunakan.

    Meski demikian, sebagian besar bukti ilmiah menunjukkan bahwa pembekuan dapat membantu mempertahankan nilai gizi. Kandungan nutrisi buah dan sayuran segar maupun beku pun relatif serupa. Jika ada penurunan nutrisi pada produk beku, jumlahnya biasanya kecil.

    Selain itu, kadar vitamin A, karotenoid, vitamin E, mineral, dan serat pada produk segar dan beku cenderung tidak jauh berbeda. Nutrisi tersebut juga umumnya tidak banyak terpengaruh oleh proses blanching (pemanasan singkat sebelum proses pembekuan).

    Pada akhirnya, buah segar maupun buah beku sama-sama dapat menjadi pilihan sehat. Selain cek bentuknya, perhatikan juga kesegaran, cara penyimpanan, dan tambahan gula yang mungkin terdapat pada produk buah beku. Pilih buah yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran agar konsumsi buah dapat dilakukan secara rutin.

    Referensi

    Bouzari, A., Holstege, D., & Barrett, D. M. (2015). "Mineral, fiber, and total phenolic retention in eight fruits and vegetables: A comparison of refrigerated and frozen storage." Journal of Agricultural and Food Chemistry, 63(3), 951–956. https://doi.org/10.1021/jf504890k.

    Health. Diakses pada Oktober 2026. "Fresh vs. Frozen Fruit: Which Is Better?"

    Healthline. Diakses pada Oktober 2026. "Fresh vs Frozen Fruit and Vegetables — Which Are Healthier?"

    WebMD. Diakses pada Oktober 2026. "Difference Between Frozen Fruit and Fresh Fruit."

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More