ilustrasi vaksinasi (unsplash.com/mufidpwt)
Setiap hari, tubuh manusia terpapar ribuan antigen dari lingkungan, dari bakteri, virus, hingga partikel asing lainnya. Dibandingkan dengan itu, jumlah antigen dalam vaksin sangat kecil.
Penelitian menunjukkan, sistem imun mampu merespons berbagai antigen secara simultan tanpa overload. Artinya, menerima beberapa vaksin sekaligus bukanlah beban berlebih bagi tubuh sehat.
Dalam konteks haji, waktu menjadi faktor penting. Calon jemaah kadang memiliki jeda terbatas sebelum keberangkatan. Pemberian vaksin secara bersamaan memungkinkan perlindungan terbentuk lebih cepat.
Vaksin seperti meningokokus (wajib), influenza, dan pneumokokus direkomendasikan diberikan sebelum keberangkatan untuk mencegah wabah di area padat.
Sejumlah studi klinis menunjukkan, pemberian vaksin secara bersamaan tidak mengurangi respons imun secara signifikan. Bahkan, dalam banyak kasus, tingkat antibodi yang dihasilkan tetap optimal.
Sebuah tinjauan ilmiah menyebut, co-administration vaksin memiliki profil keamanan yang baik, dengan efek samping yang umumnya ringan, seperti nyeri di lokasi suntikan atau demam ringan.