Menerima beberapa vaksin dalam satu waktu bisa meningkatkan kemungkinan reaksi lokal. Misalnya nyeri, bengkak, atau pegal di beberapa titik suntikan. Namun, efek ini bersifat sementara dan tidak berbahaya.
Meski secara umum aman, tetapi keputusan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi individu. Orang dengan penyakit tertentu, gangguan imun, atau riwayat alergi berat perlu evaluasi medis sebelum menerima vaksin bersamaan.
Tenaga kesehatan biasanya akan menyuntikkan vaksin di lokasi berbeda (misalnya lengan kanan dan kiri) untuk mengurangi reaksi lokal dan memudahkan pemantauan efek samping.
Jadi, pemberian beberapa vaksin dalam satu waktu bukan cuma boleh, tetapi juga bsia menjadi strategi. Sistem imun manusia dirancang untuk menghadapi banyak tantangan sekaligus, termasuk antigen dari vaksin. Yang terpenting adalah memastikan setiap keputusan dilakukan dengan pendampingan tenaga medis, sehingga manfaat perlindungan tetap maksimal tanpa mengabaikan faktor keamanan individu.
Referensi
“Vaccines and Immunization: Vaccine Safety.” World Health Organization. Diakses April 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “General Best Practice Guidelines for Immunization.” Diakses April 2026.
Paul A. Offit and Charlotte A. Moser, “The Problem With Dr Bob’s Alternative Vaccine Schedule,” PEDIATRICS 123, no. 1 (December 29, 2008): e164–69, https://doi.org/10.1542/peds.2008-2189.
“Health Requirements for Travelers to Saudi Arabia for Hajj and Umrah.” Saudi Ministry of Health. Diakses April 2026.
"Do Combination Vaccines or Simultaneous Vaccination Increase the Risk of Adverse Events?" Institute for Vaccine Safety. Diakses April 2026.
DeStefano, Frank, et al. “Safety of Simultaneous Vaccine Administration.” Human Vaccines & Immunotherapeutics 15, no. 7–8 (2019): 1763–1771. https://doi.org/10.1080/21645515.2019.1576535