Jun-Ichiro Suzuki et al., “Garlic-derived Metabolite Activates LKB1, Promotes Adipose eNAMPT Secretion, and Improves Age-related Muscle Function via Hypothalamic Signaling,” Cell Metabolism, May 1, 2026, https://doi.org/10.1016/j.cmet.2026.04.006.
"Scientists Discover Surprising Anti-Aging Power Hidden in Aged Garlic." Sci Tech Daily. Diakses Mei 2026.
Studi Temukan Khasiat Anti-Aging dari Ekstrak Bawang Putih Tua

- Penelitian dari Jepang menemukan bahwa senyawa S1PC dalam ekstrak bawang putih tua dapat membantu menjaga kekuatan otot lansia melalui mekanisme biologis yang melibatkan jaringan lemak, otak, dan otot.
- S1PC mengaktifkan enzim LKB1 di jaringan lemak, memicu pelepasan protein eNAMPT yang meningkatkan kadar NAD+, molekul penting untuk energi sel dan perlindungan terhadap kerusakan sel.
- Hasil uji pada tikus dan manusia menunjukkan peningkatan fungsi otot serta kadar eNAMPT, namun peneliti menegaskan manfaat klinis jangka panjang masih perlu dibuktikan lewat studi lanjutan.
Penuaan tidak cuma ditandai oleh kerutan di wajah atau rambut mulai memutih. Ada pula perubahan dalam hal penurunan massa dan kekuatan otot. Banyak lansia mulai merasa lebih mudah lelah, lebih lambat berjalan, kesulitan naik tangga, atau tidak lagi mampu melakukan aktivitas yang dulunya ringan.
Kondisi ini dikenal sebagai muscle frailty atau kerapuhan otot. Penurunan fungsi otot dapat meningkatkan risiko jatuh, kehilangan kemandirian, hingga menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Karena populasi dunia terus menua, para ilmuwan makin tertarik mencari cara yang aman, terjangkau, dan berbasis bukti ilmiah untuk memperlambat proses tersebut. Sebuah penelitian dari Jepang yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism membuka kemungkinan menarik, bahwa senyawa alami yang ditemukan dalam ekstrak bawang putih tua (aged garlic extract) mungkin dapat membantu menjaga kekuatan otot saat usia bertambah.
Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Institute for Research on Productive Aging (IRPA) di Tokyo dan Wakunaga Pharmaceutical di Hiroshima. Mereka meneliti senyawa bernama S-1-propenyl-L-cysteine (S1PC), salah satu komponen bioaktif utama dalam ekstrak bawang putih tua.
Menurut Kiyoshi Yoshioka, salah satu penulis utama studi tersebut, ide penelitian ini muncul dari pengalamannya sebagai fisioterapis. Ia sering melihat lansia kehilangan kebugaran dan vitalitas meskipun tidak memiliki penyakit tertentu yang perlu pengobatan medis.
Table of Content
Jalur komunikasi rahasia antara lemak, otak, dan otot
Temuan paling menarik dari penelitian ini adalah cara kerja S1PC yang ternyata tidak langsung menyasar otot.
Selama ini, banyak penelitian antipenuaan berfokus pada jaringan otot itu sendiri. Namun, tim peneliti menemukan bahwa S1PC justru bekerja melalui jaringan lemak. Senyawa ini mengaktifkan enzim bernama LKB1, yang berperan penting dalam mengatur metabolisme sel dan produksi energi.
Aktivasi LKB1 kemudian memicu jalur biologis lain yang melibatkan protein SIRT1, salah satu molekul yang paling sering dikaitkan dengan penelitian umur panjang (longevity research). Jalur ini meningkatkan pelepasan protein bernama eNAMPT dari jaringan lemak.
Mengapa eNAMPT penting? Protein ini membantu pembentukan NAD+, molekul yang berperan besar dalam produksi energi sel, perbaikan DNA, serta perlindungan terhadap kerusakan sel. Dalam beberapa tahun terakhir, NAD+ menjadi salah satu fokus utama penelitian antipenuaan karena kadarnya cenderung menurun seiring bertambahnya usia.
Para peneliti menemukan bahwa eNAMPT yang dilepaskan dari jaringan lemak dibungkus dalam vesikel kecil dan kemudian beredar melalui aliran darah menuju hipotalamus, wilayah otak yang berfungsi sebagai pusat pengatur berbagai proses tubuh. Sinyal dari hipotalamus kemudian meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis yang akhirnya berdampak pada peningkatan fungsi otot.
Sederhananya, penelitian ini mengungkap adanya jalur komunikasi biologis yang sebelumnya belum diketahui secara jelas, yaitu lemak, otak, lalu otot.
Temuan ini menunjukkan bahwa jaringan lemak tidak hanya berfungsi menyimpan energi, tetapi juga dapat bertindak sebagai "pusat komunikasi" yang memengaruhi kesehatan organ lain, termasuk otot.
Shin-ichiro Imai, ketua IRPA dan salah satu peneliti utama studi ini, menyebut bahwa penelitian tersebut mengungkap fungsi baru S1PC yang sebelumnya tidak diketahui, sekaligus memperluas pemahaman ilmuwan tentang bagaimana organ-organ tubuh saling berkoordinasi selama proses penuaan.
Masih butuh penelitian lebih lanjut

Untuk menguji apakah mekanisme tersebut benar-benar berdampak pada fungsi fisik, peneliti memberikan S1PC kepada tikus tua dalam jangka panjang.
Hasilnya cukup menjanjikan. Tikus yang menerima S1PC menunjukkan skor kerapuhan yang lebih rendah, kekuatan otot rangka yang lebih baik, dan suhu tubuh inti yang lebih stabil dibanding kelompok kontrol. Ketiga parameter ini sering digunakan sebagai indikator kesehatan biologis pada proses penuaan.
Studi ini juga melibatkan manusia. Para peneliti menemukan bahwa konsumsi S1PC meningkatkan kadar eNAMPT yang beredar dalam darah. Efek ini tampak paling jelas pada peserta yang memiliki jaringan lemak dalam jumlah cukup. Menariknya, peningkatan eNAMPT yang diamati pada manusia sejalan dengan temuan pada sel dan hewan percobaan.
Meski demikian, penting untuk memahami bahwa penelitian ini belum membuktikan bahwa mengonsumsi ekstrak bawang putih tua dapat secara langsung mencegah penuaan atau membuat seseorang lebih panjang umur. Studi ini menunjukkan adanya mekanisme biologis yang menjanjikan dan perubahan biomarker yang terkait dengan kesehatan otot, tetapi manfaat klinis jangka panjang pada manusia masih perlu dikonfirmasi.
Para peneliti juga menegaskan bahwa penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui apakah peningkatan eNAMPT benar-benar dapat menghasilkan peningkatan kekuatan otot yang bermakna dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, mereka masih perlu memahami lebih jauh peran LKB1 di otak serta dampak jangka panjang penggunaan S1PC.
Meski masih berada pada tahap awal, penelitian ini memberikan gambaran menarik tentang masa depan ilmu antipenuaan. Para ilmuwan kini mulai memahami bahwa proses penuaan melibatkan percakapan biologis yang rumit antara berbagai jaringan tubuh.
Dan dari semua tempat yang mungkin, salah satu petunjuk baru tersebut ternyata berasal dari senyawa alami yang ditemukan dalam ekstrak bawang putih tua
Referensi








![[QUIZ] Makna dari Cara Kamu Mendengarkan Musik saat Sedih](https://image.idntimes.com/post/20251117/pexels-cottonbro-6864493_84d3f707-d851-4939-83ff-96edadae8079.jpg)



![[QUIZ] Dari Jadwal Gym Kamu, Cek Kamu Overtraining atau Tidak](https://image.idntimes.com/post/20260126/bagaimana-cara-gym-yang-benar-agar-tubuh-tetap-sehat-frekuensi-latihan_8237eca4-7799-4602-a542-ac90b488a9a2.jpeg)






