ilustrasi seorang wanita hendak minum obat (pexels.com/Polina Tankilevitch)
Cara terbaik minum obat adalah dengan menegaknya bersama air putih. Pasien bahkan disarankan minum air putih yang cukup untuk membantu kerja ginjal dan agar penyerapan obat lebih optimal. Akan tetapi, bagi pasien yang tidak tahan rasa pahit obat, apakah boleh meminumnya bersama minuman berwarna yang memiliki rasa?
Dr. Prasoon C menjelaskan hal ini dalam laman The Dofody Clinical Standard. Ia menyarankan agar berhati-hati karena kebanyakan minuman berwarna tidak baik jika berinteraksi dengan bahan kimia dalam obat. Interaksi tersebut bahkan dapat menyebabkan komplikasi.
Jangan pernah minum obat dengan minuman bersoda karena berbahaya. Kopi dan teh harus dihindari karena mengandung kafein. Susu sapi juga tidak disarankan karena hanya aman jika diminum bersama tablet kalsium dan beberapa suplemen vitamin D. Sementara itu, jus jeruk bali juga memiliki interaksi berbahaya dengan lebih dari 50 obat.
Salah minum obat akibatnya bisa fatal. Bukan hanya penyakitnya yang tidak kunjung sembuh, tetapi bisa menyebabkan efek samping hingga risiko kesehatan yang lebih serius. Jadi, ikuti resep dari dokter dan pahami aturan minum obat yang tepat. Supaya lebih pasti, tanyakan dengan jelas ke dokter atau apoteker, ya!
Referensi
“Medicines Intake Dosage, Time, and How to Take.” Universitas Sebelas Maret. Diakses Juli 2026.
“Medicine After Eating? Stop Taking It Immediately—Here’s the Correct Time Gap.” IML Research. Diakses Juli 2026.
“When to Take Medication With Food.” Pillo Health. Diakses Juli 2026.
“Taking Medicines With Milk, Coffee, Juices, or Soft Drinks? Stop It!” Dofody. Diakses Juli 2026.