ilustrasi buang air besar (vecteezy.com/nuttawan jayawan)
BAB berdarah tanpa disertai rasa sakit bisa terjadi karena beberapa kondisi medis. Pada banyak kasus, penyebabnya bersifat ringan dan dapat membaik dengan sendirinya. Namun, ada juga kondisi yang perlu diperiksa lebih lanjut karena berisiko serius. Berikut beberapa penyebab BAB berdarah tapi tidak sakit yang umum terjadi:
Disinggung sebelumnya, hemoroid terjadi saat pembuluh darah di anus atau rektum membengkak dan menonjol. Lebih jelasnya, wasir dalam (internal hemorrhoids) seringkali tidak menimbulkan rasa nyeri karena minimnya saraf perasa di area tersebut. Namun, ini mudah berdarah jika tertekan tinja yang keras. Adapun tandanya yakni darah merah cerah menetes yang biasanya terlihat di tisu toilet maupun kloset. Seringkali gejalanya juga disertai rasa gatal atau sensasi terbakar.
Pada sebagian kasus, perdarahan tanpa nyeri bisa disebabkan oleh fisura ani, yakni robekan kecil pada kulit di sekitar anus karena tinda. Pada kondisi ini, darah biasanya terlihat saat membersihkan anus dan dapat disertai rasa perih, gatal, atau sensasi terbakar.
Darah pada tinja juga dapat berasal dari polip usus yang tumbuh di usus besar. Polip umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi dapat menyebabkan perdarahan. Perlu digarisbawahi juga bahwa beberapa jenis polip (adenoma) berpotensi berkembang menjadi kanker kolorektal jika tidak diangkat. Oleh karena itu, disarankan melakukan pemeriksaan kolonoskopi.
Dalam kondisi yang lebih serius, BAB berdarah tanpa nyeri dapat menjadi tanda kanker kolorektal yang berkembang dari polip tertentu, seperti adenoma. Perdarahan terjadi karena sel kanker memanfaatkan pembuluh darah di usus, dan peluang penanganan akan lebih baik jika terdeteksi sejak dini.
Gangguan peradangan kronis pada usus seperti IBD juga bisa memicu BAB berdarah tanpa rasa sakit. Peradangan pada usus dapat melukai jaringan saat tinja melewatinya sehingga darah keluar bersama tinja (seringkali bercampur lendir) dengan tingkat keparahan dan nyeri yang bervariasi.